Aplikasi Cerdas Atasi Kecelakaan Lalu Lintas dari Srikandi Muda ITK

ITK News Office │ Prestasi Mahasiswa

Balikpapan – Namanya Ghina Zulfatunnisa, 18 tahun, mahasiswa semester pertama di sebuah perguruan tinggi negeri baru di Kalimantan Timur. Rekan-rekannya di kampus atau bahkan beberapa dosennya mungkin belum begitu mengenalnya. Tapi siapa disangka, Indonesia malah lebih dulu bertepuk tangan padanya karena karya tulis yang ia buat.

Pada pada pengujung November 2016 lalu, Ghina, mahasiswi dari Program Studi Teknik Sipil ITK angkatan 2016 ini, meraih peringkat tujuh besar nasional dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Tepatnya pada 21 – 24 November 2016 di Jakarta, pemudi  kelahiran Tanah Grogot, 30 Maret 1998 silam ini mendapat penghargaan dari pemerintah atas gagasannya tentang “Go Safely”, sebuah aplikasi telepon pintar untuk memudahkan masyarakat menghubungi kepolisian dan rumah sakit terdekat ketika terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

“Alhamdulillah. Seneng banget rasanya. Gak nyangka bisa sampai sejauh ini,” kata Ghina kepada Humas ITK. Untuk meraih peringkat tujuh nasional bukan perkara mudah. Ghina harus mengalahkan 131 kontestan lain dari 33 provinsi se-Indonesia. “Padahal rata-rata yang ikut tingkatnya lebih senior dan notabene berasal perguruan tinggi terkemuka seperti  ITB, ITS, dan UGM,” ungkapnya.

Ghina menuturkan, gagasan aplikasi ‘Go Safely’ yang dikemukakannya berawal dari keprihatinannya mengetahui tingginya angka kecelakaan di Kaltim. Menurutnya,tiga kecelakaan lalu lintas terjadi setiap hari di Kalimantan Timur sepanjang 2014. Sebanyak 429 korban dari kecelakaan itu meninggal dunia di tempat akibat fatalitas kejadian maupun lambatnya penanganan oleh masyarakat sekitar, yang tidak menghubungi polisi maupun rumah sakit. “Ini baru di Kaltim, belum wilayah lainnya di Indonesia. Harus segera ditemukan solusinya,” kata Ghina geram.

Ghina menjelaskan lebih jauh tentang konsep aplikasi yang akan ia kembangkan. Yakni ketika seseorang melihat sebuah kecelakaan terjadi di sekitarnya, dan ia sudah menginstal aplikasi tersebut di telepon pintarnya, maka orang tersebut cukup membuka aplikasi dan menyentuh tanda buzzer. Aplikasi akan otomatis mendeteksi koordinat keberadaan kita, lalu menampilkan alternatif rumah sakit dan kantor polisi terdekat.

“Karena pada seringkali, ketika terjadi kecelakaan, warga yang melintas hanya melihat saja. Sebagian ada yang panik, namun tidak segera melakukan pertolongan,” katanya.

LKTIM Kemenhub adalah salah satu kompetisi bergengsi di tanah air. ‘Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Peningkatan Keselamatan Transportasi Jalan’ menjadi tema yang diangkat tahun ini oleh panitia. Proses seleksi LKTIM pun terdiri dari dua tahap dengan sistem gugur, yakni penyerahan karya tulis dan presentasi gagasan. Ghina adalah satu-satunya perwakilan dari Kalimantan yang lolos.

“Prestasi ini kupersembahkan untuk kedua orang tuaku, kampusku ITK, dan Kalimantan Timur. Semoga ke depannya bisa terus berkontribusi melalui prestasi,” kata gadis berjilbab yang hobi berenang ini. Putri sulung dari pasangan Achmad Bajuri dan Arna Vera Linda ini sejak SMA memang sudah memiliki segudang berprestasi. Tak heran meski belum genap menuntaskan semester pertamanya di ITK, ia sudah menorehkan tinta emas bagi kampusnya

Ghina mengatakan, sebagai mahasiswa baru ia ingin mencari pengalaman berharga sebanyak-sebanyaknya, salah satunya melalui lomba. “Saya ingin memaksimalkan kesempatan yang ada untuk membanggakan orang tua, ITK, dan Kaltim,” ujar mahasiswi asal Penajam Paser Utara ini.

-end-

Ridho Jun Prasetyo I Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *