Dampingi Wakil Presiden, Rektor ITK Hadiri Konferensi Teknologi Dunia

ITK News I Konferensi

Kazakhstan – Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof. Dr. Ir. Sulistijono, DEA mendampingi Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla pada Konferensi Teknologi yang digelar Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada 7 – 12 September 2017 di Kazakhstan. Konferensi bertema teknologi ini adalah yang pertama kalinya digelar oleh OKI.

Sebagai anggota OKI, Indonesia diundang pada acara bergengsi tersebut. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla, didampingi Menteri Ristekdikti, Muhammad Natsir, dan enam perwakilan perguruan tinggi negeri Indonesia, yakni Rektor ITK, Rektor ITB, Rektor ITS, Rektor ITERA, Rektor Universitas Indonesia, serta Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.

“Sebagai delegasi Indonesia di Kazakhstan, saat ini temperatur sekitar 15 derajat Celcius. Ibu kotanya Astana terlihat bersih, maju, dan lengang. Bagi saya KTT OKI menjadi ruang berbagi ilmu dan pengalaman negara-negara anggota terkait inovasi dan pemanfaatan teknologi terkini,” kata Sulistijono pada Sabtu, 9 September 2017.

Selain itu, lanjut Sulis, diundangnya ITK pada konferensi tersebut menunjukkan  ITK diperhatikan secara serius oleh pemerintah pusat.

“Pak Wapres berkomitmen terhadap pengembangan ITK. Salah satunya dengan rencana percepatan pembangunan ITK dalam 10 tahun ke depan.  Mohon doa seluruh civitas akademik agar prosesnya lancar,” ujarnya.

Sejak awal, ITK merupakan proyek ambisius pemerintah pusat yang terus digenjot pembangunan dan pengembangannya. Meski berganti rezim, dari Pemerintahan SBY sampai Pemerintahan Jokowi, dan keadaan ekonomi yang fluktuatif, ITK tak pernah dilupakan.

Terbukti sejak diinisiasi Menteri Pendidikan, Muhammad Nuh pada 2011, kampus negeri berbasis teknologi satu-satunya di Kalimantan ini terus mengalami kemajuan. Ini ditunjukkan dengan penerimaan mahasiswa pertama pada 2012, pembangunan gedung perkuliahan sejak 2014, status sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada 2014, penggunaan secara resmi Kampus ITK Balikpapan pada 2015, hingga dibukanya total 13 program studi dengan 1918 mahasiswa.

-end-

RJP I Humas ITK

Kompilasi Berita

1. Media Indonesia

Di KTT OKI, Wapres Sampaikan Pentingnya Berbagi Iptek

Sumber: http://mediaindonesia.com/news/read/121705/di-ktt-oki-wapres-sampaikan-pentingnya-berbagi-iptek/2017-09-10

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menekankan pentingnya negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menjalin kerja sama riset dan pengembangan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi merupakan suatu keharusan bagi seluruh negara anggota OKI agar dapat menghadapi berbagai tantangan global,” kata Wapres saat menyampaikan pernyataan Pemerintah Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI pertama tentang Iptek di Astana, Kazakhstan, Minggu (10/9).

Kalla juga menjabarkan berbagai tantangan yang dihadapi saat ini antara lain pengentasan kemiskinan, penanggulangan penyakit, kekurangan pangan, dan krisis energi serta air.

Untuk itu, Indonesia mendorong seluruh negara OKI terus mengembangkan iptek dan inovasi, melakukan penguatan kurikulum iptek, dan pengembangan budaya iptek sejak usia dini.

Selain itu, seluruh negara OKI harus terus mengutamakan iptek dan inovasi di dalam kebijakan dan strategi nasional masing-masing.

Wapres menyerukan seluruh negara anggota OKI memperkuat kerja sama dengan saling berbagi pengalaman, baik antarnegara OKI maupun dengan negara lain serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam penutup sambutannya, Kalla menekankan seluruh negara OKI perlu kembali memajukan peran Islam dalam pengembangan aspek iptek dan inovasi untuk kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan. (OL-2)

===

2. Republika

JK Ingin Negara-Negara Islam Implementasikan Iptek

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/17/09/09/ow0lyg330-jk-ingin-negaranegara-islam-implementasikan-iptek

REPUBLIKA.CO.ID, ASTANA — Wakil Presiden Jusuf Kalla menginginkan negara-negara Islam agar lebih mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sehingga tidak ketinggalan dengan negara lain.

“Kita di OKI terlalu banyak konvensi, diskusi, seminar. Yang kami inginkan implementasi satu per satu,” kata Wapres di Astana, Kazakhstan, Sabtu (9/9).

Dia mengatakan, sebenarnya teknologi di negara-negara Islam sudah cukup baik dan maju seperti di Kazakhstan, Turki, Iran dan Pakistan. Karena itu sebagai negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI) yang besar penduduknya harus bisa mengimplementasikan teknologi tersebut.

Indonesia menjadi salah satu delegasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI tentang Ilmu pengetahuan dan teknologi yang digelar pertama kalinya di Astana, Kazakhstan. Lebih lanjut Wapres mengatakan, Indonesia dalam KTT yang dihelat pada 10-11 September 2017 itu akan menawarkan beberapa teknologi yaitu terkait teknologi pangan dan pengelolaan air.

“Sangat penting ke depan Indonesia memang harus menjadikan motor penggerak dalam riset bidang teknologi bidang pangan,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

Dia juga mengatakan, selain itu juga dalam pembicaraan tingkat menteri, Indonesia juga membahas tentang teknologi dibidang kemaritiman. “Ini sangat penting karena Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar. Kita sudah lakukan pembicaraan tentang perkembangan maritim baik keanekaragaman hayatinya maupun konekting yang terkait dengan perkapalan,” tambah Nasir.

Pada KTT tersebut delegasi Indonesia juga mengikutsertakan lima rektor serta satu dekan sehingga diharapkan dapat melihat langsung perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara Islam lain dalam internasional Expo 2017 tentang energi masa depan.

Sumber : Antara
===
3. Kementerian Luar Negeri

RI Dorong OKI Kembangkan Pusat Iptek

Astana, Kazkhstan – Indonesia mendorong seluruh negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam/OKI agar dapat mengembangkan berbagai Science Center di berbagai kawasan. Pembentukan berbagai center tersebut akan memberikan dampak positif terutama terhadap generasi muda yang sejak usia muda telah diperkenalkan terhadap Ilmu Pengetahuan dan teknologi.

Hal tersebut ditekankan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Prof. Dr. Mohamad Nasir, pada saat memberikan pernyataan atas nama Pemerintah RI pada pertemuan para Menteri Ristek negara-negara anggota OKI di Astana, Kazakhstan, (9/9).

Menristekdikti juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik karena hal ini akan berpengaruh langsung terhadap kemampuan murid yang berkarakter serta memiliki sikap kritis, jujur dan kreatif. Selain itu, isu kualitas pendidikan juga perlu diperhatikan sebagai syarat bagi terciptanya masyarakat yang sejahtera di seluruh negara OKI.

Peningkatan jumlah dan kualitas pendidikan tinggi (vocational education) juga perlu terus dilakukan untuk menunjang kegiatan industri di seluruh negara OKI. Oleh karena itu Indonesia mendorong kalangan industri dapat terlibat di dalam pengembangan vocational education dimaksud.

Menristekdikti juga telah menggunakan kesempatan pertemuan ini untuk menyampaikan berbagai rencana Indonesia dalam memajukan Iptek nasional, antara lain: pembangunan terbagai science and techno parkscapacity building programme; pertukaran Professor di tingkat global; serta penyelenggaraan kerjasama riset dan pengembangan serta techno entrepreneurship.

Pertemuan tingkat Menteri para Menristek negara anggota OKI diselenggarakan sebagai salah satu pertemuan pada rangkaian Konperensi Tingkat Tinggi OKI mengenai Iptek yang diselenggarakan di Astana Kazakhstan, tanggal 10-11 September 2017. Delegasi RI pada pertemuan puncak KTT akan dipimpin oleh Wapres RI. Selain pertemuan tingkat Menteri, rangkaian pertemuan juga telah dimulai dengan pertemuan tingkat pejabat tinggi (Senior Official Meeting/SOM).

KTT OKI mengenai Iptek merupakan KTT tematik pertama di bawah kerangka forum kerjasama OKI. Tema KTT ini adalah “Science, Technology, Innovation and Modernization of the Muslim World”. KTT diselenggarakan atas kesepakatan seluruh negara OKI pada berbagai pertemuan KTT OKI, termasuk KTT OKI terakhir yang diselenggarakan di Istanbul pada bulan April 2016. Seluruh 56 negara anggota OKI telah berpartisipasi pada rangkaian pertemuan KTT OKI Iptek ini.

Pada akhir KTT, diharapkan seluruh Kepala Negara/Wakil Kepala Negara akan mengesahkan beberapa dokumen akhir, yaitu dokumen OIC Science, Technology and Innovation 2026 serta dokumen Astana Declaration. Dokumen OIC STI 2026 pada intinya merupakan road map Iptek negara-negara OKI untuk periode 2017-2026; sedangkan Astana Declaration akan berisi deklarasi bersama seluruh Kepala Negara/Wakil Kepala Negara OKI mengenai hal-hal utama mengenai pengembangan iptek di negara OKI bagi kepentingan seluruh umat manusia. (Sumber: Delri/Sosbud OINB).

-end-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *