Dari Limbah Jadi Berkah: Inovasi Bubuk Kaldu Dari Cangkang Kepiting

ITK News I Inovasi Mahasiswa

Balikpapan – Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Kemenristekdikti, berhasil menciptakan sebuah inovasi berupa produk kaldu kepiting bubuk yang terbuat dari cangkang kepiting. Cangkang kepiting didapatkan dari limbah rumah produksi daging kepiting Manggar, Balikpapan. Mereka adalah Tim BRACO, diketuai oleh Zulfadli, mahasiswa Program Studi Teknik Material dan Metalurgi angkatan 2015, beranggotakan Yosuda Tuwaidan, Fitriani, dan Inne Nisrina telah berhasil lolos terdanai oleh Dikti pada PKM-K 2017 dilaksanakan tahun 2018.

 

Bermula ketika Zulfadli mensurvei beberapa pelaku UKM yang terdapat di Balikpapan, khususnya yang memproduksi daging kepiting olahan. Sebagian besar mereka mengatakan bahwa cita rasa produk olahan kepiting yang mereka produksi kurang kuat atau kurang terasa. Hal itu disebabkan karena jika komposisi daging kepiting ditambahkan, maka tekstur olahan snack akan mengeras. “Ini yang membuat saya bersama tim tergerak untuk membatu para pelaku UKM mengatasi masalah tersebut,” ujar Zulfadli.

 

Dari survei yang telah dilakukan oleh Tim BRACO, potensi komoditi kepiting di Kota Balikpapan sangatlah besar. Balikpapan memiliki beberapa rumah produksi danging kepiting yang menghasilkan limbah dalam bentuk cangkang dalam jumlah besar. “Limbah cangkang kepiting sering kali tidak dimanfaatkan dan langsung dibuang begitu saja. Padahal cangkang kepiting mengandung zat kitosan yang dapat berguna bagi kesehatan manusia,” kata Zulfadli. Namun karena ketidaktahuan tersebut maka banyak cangkang kepiting yang dibiarkan begitu saja.

 

Zulfadli dan rekan pun memanfaatkan kesempatan tersebut. Mereka berusaha untuk mengolah limbah cangkang kepiting menjadi produk baru yang dapat mempermudah UKM dan juga masyarakat umum dalam membuat olahan dari kepiting.

 

“Saya ingin sekali mengolah limbah ini untuk membantu para UKM dan masyarakat pada umumnya agar mereka dapat memperoleh masakan olahan  rasa kepiting kepiting dengan mudah dan murah,” ujarnya. “Kepiting adalah salah satu ikon Balikpapan. Melalui produk BRACO ini saya yakin dapat ikut serta membantu meningkatkan produk-produk kuliner unggulan balikpapan,” kata zulfadli antusias.

 

Tim Braco menyampaikan bahwa produk karya mereka hadir sebagai produk kaldu kepiting pertama yang dikomersialkan di Indonesia. “Braco diolah dari limbah cangkang kepiting dari rumah produksi kepiting yang berada di daerah Manggar,Balikpapan. Limbah produksi Braco berupa ampas cangkang kepiting yang akan diolah menjadi tepung kepiting sebagai pakan ternak ikan lele” tambahnya.

 

“Braco tidak menambahkan MSG, zat pewarna kimia, ataupun zat kimia lainnya sehingga sangat aman jika dikonsumsi secara terus menerus,”tambahnya lagi.”Kami juga membuat produk kaldu kepiting bubuk ini dengan harga yang sangat terjangkau yaitu kisaran dua ribu rupiah untuk satu kilogram olahan snack kepiting. Tentunya hal tersebut tidak membebani dan dapat mengurangi biaya produksi pada UKM,” tambah Zulfadli.

 

Ke depannya Braco akan menjadi Produk kaldu kepiting bubuk pertama di Indonesia yang akan membantu UKM yang fokus pada pengolahan kepiting serta masyarakat umum yang ingin mengolah kepiting. “Insya allah kami akan memproduksi Braco secara massal, doakan saja,” kata Zulfadli.

-end-

Penulis: Tim PKM-K Braco

Editor: RJP I Humas ITK

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *