Dies Natalis III ITK: Bekerja Bersama Membangun Teknologi Untuk Bangsa

“Chemical Security Awareness for Indonesia : Physical Security”
26/10/2017
Eduwisata TPA Manggar Balikpapan
31/10/2017
Tunjukkan semua

Dies Natalis III ITK: Bekerja Bersama Membangun Teknologi Untuk Bangsa

Bekerja Bersama Membangun Teknologi Untuk Bangsa

Balikpapan – Tak terasa tahun 2017 menandai hari jadi Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang ketiga. Serangkaian acara Dies Natalis ITK ke-3 pun sengaja digelar kepada masyarakat, sebagai wujud syukur kelahiran institut pendidikan tinggi negeri di Bumi Khatulistiwa ini. Mulai dari lomba 17-an ‘Specta Day”, Kuliah Umum dari SKK Migas, Kompetisi Olahraga ‘Rector Cup”, Lomba Tahfidz, kemudian ‘Sidang Terbuka Senat” sebagai puncak acara pada 6 Oktober 2017 lalu, Talkshow Teknologi, hingga Festival Band, Food Bazar, dan Jalan Sehat yang akan digelar serempak pada 5 November 2017 mendatang. Berikut beberapa keseruan yang berhasil dihimpun oleh Divisi Media dan Publikasi, Panitia Dies Natalis ITK ke-3.

 

Realisasi Semangat Perjuangan Lewat Specta Day

Peringatan Hari Kemeredekaan RI ke-72 serentak dilaksanakan di berbagai penjuru Indonesia, salah satunya di Kampus Institut Teknologi Kalimatan (ITK), Balikpapan, Kalimantan Timur. Hujan yang mengguyur sejak pagi pada Kamis, 17 Agustus 2017 kala itu tak menyurutkan civitas akademika ITK mengikuti berbagai lomba 17-an bertajuk ‘Specta Day’. Specta Day sekaligus menjadi pembuka rangkaian acara Dies Natalis ITK ke-3.

“Layaknya peringatan hari kemerdekaan, jadwal acara disusun berdasarkan urgensinya: mulai dari Upacara Bendera, yang sayangnya tidak bisa dilakukan karena hujan, dilanjutkan dengan lomba-lombanya,” ujar Koordinator Acara Specta Day, Fariz.

Perlombaan dimulai pada pukul 10 pagi. Specta Day melibatkan seluruh civitas akademika ITK, baik mahasiswa dari semua angkatan dan program studi, dosen, hingga tenaga kependidikan. Acara ini  seperti acara perlombaan pada umumnya diantaranya lomba Ayo Kamu Bisa, Koin Asistensi, Tarik Tambang, Balap Karung, Menara Air, dan juga Photo Contest.

Lomba Ayo Kamu Bisa sengaja dibuat berbeda dengan kompetisi lainnya. “Pada lomba ini kami memberikan konsep yang berbeda dan lebih kreatif, seperti acara televisi Mission-X atau Running Man dari Korea Selatan,” ujar Fariz.

Berikutnya adalah lomba Tarik Tambang. Ini menjadi puncak lomba pada Specta Day tahun ini  karena paling seru dan ditunggu oleh seluruh civitas. “Rencana acara akan dibuat pecah pada lomba tarik tambang, karena melibatkan tiap jurusan dan dosen serta tendik, sehingga semua berbaur di sana,” lanjutnya.

Memasuki tengah hari, hujan belum juga berhenti, namun hal tersebut tidak meruntuhkan semangat dan antusias civitas mengikuti semua lomba yang berakhir pukul 4 sore. Specta Day ditutup dengan pengumuman dan pembagian hadiah kepada pemenang lomba. Prodi Teknik Mesin memenangi Ayo Kamu Bisa, Lomba Balap Karung dimenangkan Prodi Sistem Informasi, Jurusan JMTI menjadi tim yang tak terkalahkan pada Lomba Tarik Tambang, Prodi Teknik Kimia memenangkan Lomba Koin Asistensi, pemenang lomba Menara Air yaitu prodi Teknik Elektro, serta akun instagram @indira.anggriani memenangkan Photo Contest.

Adanya kegiatan Specta Day ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berjuang bagi para peserta dalam mendukung prodi maupun jurusan masing-masing. “Konsep Specta Day ini dikaitkan dengan kemerdekaan RI, di mana dalam kegiatan ini peserta diharapkan dapat memiliki semangat yang membakar untuk mendukung prodi maupun jurusan mereka seperti semangat juang untuk merebut kemerdekaan,” tutur Fariz.

-end-

Tim Media dan Publikasi Dies Natalis III

 

Lomba Tahfidz: Teknologi bersama Al-Qur’an, Cetak Milenial Religius

Balikpapan – Dalam memeriahkan Dies Natalis ITK ke-3, Institut Teknologi Kalimantan mengadakan Lomba Tahfidz (uji hapalan Alqur’an) yang dilaksanakan pada 30 September sampai 1 Oktober 2017. Lomba ini diikuti pelajar SMA/SMK/sederajat dengan syarat hafal Alquran minimal 5 juz.

”Lomba ini diharapkan tercipta generasi muda Indonesia yang bisa menjadi penggerak, inisiator yang berlandaskan agama yang kuat,” ungkap Mohammad Purwanto, Ketua pelaksana Dies Natalis ke-3 ITK.

Sabtu (30/09), lomba pun dimulai. Peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur telah siap mengasah hafalan Alqur’an dalam babak penyisihan untuk menjadi 10 finalis terbaik. Babak penyisihan dimulai pukul 09.00 WITA dan diselenggarakan di ruang kelas 307 gedung A ITK. Kegiatan ini dipandu oleh qori’ yang juga menguji hafalan peserta. Para qori’ tersebut merupakan mahasiswa ITK yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz, M. Yusran Wifa (Teknik Sipil 2016), dan Urwah (Teknik Sipil 2017).

Minggu (1/10) adalah babak final lomba. Acara diawali dengan tausiyah motivasi Qur’an oleh Ust. Sangidun. Dalam tausiyahnya, beliau mengatakan kepada peserta bahwa mereka adalah orang-orang yang beruntung karena tetap semangat mengkaji Alqur’an di saat yang lain sibuk dengan kepentingan yang jauh dari Alqur’an.

Setelah penyampaian tausiyah, 10 finalis terbaik yang telah terpilih dari babak penyisihan kembali berkompetisi dengan melantunkan satu halaman Al Qur’an yang paling dikuasai. Mereka lalu menjawab lima soal untuk menguji hapalan yang dibacakan oleh qori’. Waktu penampilan berdurasi 5-10 menit. Peserta terbaik adalah peserta yang dapat memenuhi berbagai kriteria yakni kelancaran hafalan, makhraj dan sifat huruf, mad (panjang pendek) serta adab tilawah dan ibtida.

Acara dilanjutkan dengan mengumumkan hasil perolehan diskusi juri mengenai pemenang dari Lomba Tahfidz ITK se –Kalimantan, Juara 1 Abdullah Al Khali Sofi dari PPPA Daarul Qur’an Kaltim, Juara 2: Habib Maulana dari SMA IT Ash Shohwah Berau, Juara 3 Ibrahim Hakim dari Tarbiyatul Qur’an Balikpapan, Juara harapan 1 Muhammad Ibrahim dari PPPA Darul Qur’an Balikpapan, Juara harapan 2 Shafira Fatimah Anara dari Tarbiyatul qur’an Balikpapan, Juara harapan 3 Salwa Firzana dari Tarbiyatul Qur’an Balikpapan.

-end-

Tim Media dan Publikasi Dies Natalis ITK III

 

Siapkan Karir, Hadapi Perkembangan Energi dan Migas

Balikpapan – Dies Natalis ke-3 Institut Teknologi Kalimantan juga menggelar Kuliah Umum Oil, Energy, and Gas. Event ini merupakan kegiatan tutorial pengenalan Oil, Energy, And Gas yang ada di Indonesia dan dihadiri oleh civitas akademika ITK dan pihak SKK Migas. Pembukaan acara dimulai jam 09.00 WITA dengan pembacaan doa lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya. Event dipandu oleh Febrian Wardoyo pada 14 September 2017 di Auditorium ITK.

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor II Institut Teknologi Kalimantan, Muhammad Muntaha. Beliau menuturkan bahwa selain untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa, kuliah ini juga bertujuan sebagai pengukuh hubungan antar instansi. “Dengan adanya kuliah umum ini, kami berharap kerjasama ITK dengan pihak SKK Migas dapat terus berlangsung hingga kedepannya” ungkap Muntaha. Dilanjutkan oleh Bambang Harianto dari pihak SKK Migas, yang dalam sambutan menjelaskan sekilas mengenai SKK Migas dan KKKS.

“SKK Migas dan KKKS adalah badan yang dibentuk pemerintah dalam melakukan pengawasan dan kegiatan dalam usaha migas.Kuliah umum ini merupakan salah satu program kerjasama tahunan SKK Migas dengan berbagai institusi di pulau Kalimantan dan Sulawesi. Harapan dari kegiatan ini mahasiswa ITK dapat memberikan informasi tentang migas ke khalayak luar” tutur Bambang.

Pemaparan Kuliah Umum dimoderatori oleh Damar Setiawan dengan pemateri Sampe L Purba yang membawakan materi tentang “Minyak dan gas” dan pemateri kedua Agus Santoso yang melakukan sharing session mengenai “Tantangan Berkarier”.

Materi pertama disampaikan oleh Sampe.L. Purba, beliau memaparkan bahwa Indonesia kurang kaya akan sumber daya alam minyak dan gas, dikarenakan cadangannya sudah hampir habis yang disebabkan oleh faktor paling berpengaruh yaitu masalah perijinan lahan. Pengembangan infrastruktur merupakan kunci untuk pemenuhan kebutuhan energi saat ini.

Dewasa ini, fresh graduate menghadapi tantangan persaingan yang kian ketat dalam mendapatkan pekerjaan. Agus santoso memberikan kunci terpenting yang harus diperhatikan terkait solusi dari tantangan tersebut. Knowledge/skill, experience, personality, dan behavior adalah diantara kunci tersebut dan aspek aspek inilah yang membuat setiap orang memiliki pengaruh dalam dirinya sendiri yang dapat menentukan naik & turunnya tingkat persaingan mereka.

-end-

Tim Media dan Publikasi Dies Natalis ITK III

 

Belajar Sportivitas dari Rektor Cup

Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan memberikan dukungan kepada mahasiswanya dalam mengasah kesehatan fisik melalui kompetisi olahraga Rektor Cup. Rektor Cup ITK merupakan sebuah kegiatan ajang kompetisi atau perlombaan di cabang olahraga yang dilakukan perjurusan di dalam rangkaian Dies Natalis ITK. Cabang olahraga yang diperlombakan yaitu Maraton, Tenis Meja, Badminton, Basket dan Futsal.

Sebanyak 5 jurusan di ITK yang tergabung dalam kompetisi ini yaitu Jurusan Matematika dan Teknologi Informasi (JMTI), Jurusan Teknologi Sipil dan Perencanaan (JTSP), Jurusan Sains, Teknologi Pangan dan Kemaritiman (JSTPK), Jurusan Ilmu Kebumian dan Lingkungan (JIKL), serta Jurusan Teknologi Industri dan Proses (JTIP).

Muhammad Faisyal menjelaskan bahwa Rektor Cup juga merupakan kegiatan non akademik dan dapat dijadikan sebagai tempat meluapkan kejenuhan saat belajar di kampus. “Walaupun pertandingan ini antar beda jurusan tapi harapannya tetap solid, kegiatan ini juga meningkatkan kegiatan non akademik mahasiswa sehingga semoga rektor cup ini tetap berjalan tiap tahun dan tidak terhenti samapai disini” ungkap Faisyal, Ketua Rektor Cup 2017.

Kegiatan dibuka dengan Marathon dan Tenis Meja pada tanggal 27 Agustus 2017 di kampus ITK. Tak hanya diikuti oleh mahasiswa, Civitas Akademika ITK yang lain juga ikut meramaikan pembukaan Rektor Cup ITK ini.

Pelaksanaan Rektor Cup  berakhir pada 15 Oktober 2017 dengan ditutup oleh pertandingan final Futsal. Sedangkan untuk final Badminton dan Basket telah dilaksanakan pada 7 Oktober dan 8 Oktober lalu. Pelaksanan lomba dilakukan di tempat yang berbeda, yakni futsal dilakukan di TQ One kilo 6, Basket di lapangan basket STT Migas dan Badminton di Gor hevindo, MT. Haryono.

Pertandingan menghasilkan pemenang Marathon Putra yaitu juara 1 sabrani dari JSTPK, juara 2 Septian dari JIKL, juara 3 Joshua dari JTIP.  Sementara dari Marathon Putri yaitu juara 1 Yunita dari JMTI, juara 2 Abigael dari JSTPK dan juara 3 Neneng dari JTSP. Di hari yang sama didapatkan pula juara Tenis Meja yang diraih oleh Dosen dan Karyawan(Doskar) sebagai juara 1, disusul JTIP dan JMTI sebagai juara 2 dan 3. Basket Putra dimenangkan oleh JTIP, JTSP dan JIKL, masing-masing sebagai juara 1, 2 dan 3.

Sementara pemenang Basket Putri diraih oleh JMTI sebagai juara 1, JTIP sebagai juara 2 dan disusul JIKL sebagai juara 3. MVD Basket Putra diraih oleh Darian dan MVD Basket Putri diraih oleh Joice. JTIP tampil sebagai juara 1 Badminton kemudian disusul oleh juara 2 dari JSTPK dan juara 3 dari JTSP.

Pertandiingan Futsal yang didukung hebohnya aksi supporter pun menghasilkan juara Futsal Putra yaitu juara 1 JTIP, juara 2 JSTPK dan juara 3 JIKL. Sementara pemenang Futsal Putri adalah JTIP sebagai juara 1, JMTI sebagai juara 2 dan JIKL sebagai juara 3. Tak hanya itu, Futsal menyediakan posisi penghargaan lain yakni Top Score oleh Ole yang berhasil mencetak 9 gol, Best Player Putra atas nama Aditya Wahyudin serta Best Player Putri diraih oleh Nicole.

“Yang membuat rector cup beda pada tahun ini yaitu menggunakan medali sebai hadiahnya. Sedangkan tahun lalu hadiah berupa medali itu gak ada. Sama pemenang dan juara 1, 2, dan 3 juga mendapat piala,” ujar Faisyal.

Tahun ini JTIP bisa berbangga karena tampil sebagai juara umum dari Rektor Cup ITK.

-end-

Tim Media dan Publikasi Dies Natalis ITK III

 

 

Sidang Terbuka Senat

Balikpapan (6/10/2017) Sidang Terbuka Senat untuk Dies Natalis ITK yang ke-3 digelar di ruang Auditorium kampus  ITK, Karang Joang.  Sidang yang resmi dibuka oleh bapak rektor ITK, Prof Dr Sulistidjono ini merupakan sidang tahunan sekaligus salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis ITK yang ke-3.

Kegiatan ini merupakan puncak acara Dies Natalis ITK yang diadakan pada tepat hari jadi ITK yang ke 3. Salah satu inti dari kegiatan ini adalah stadium generale dengan narasumber adalah Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (kemnristekdikti) yaitu Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D .

Acara juga terdiri dari Kuliah umum dari Dr. Ir.Patdono Suwignjo, M.Eng. Sc dari Dirjen Kelembagaan IPTEK dan DIKTI dan orasi ilmiah dari Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc. Es. Ph. D. selaku rektor ITS di Sedang Senat Dies Natalies 3 ITK.

Rektor ITK, Sulistidjono, menyampaikan bahwa ITK yang diresmikan oleh presiden saat itu Susilo Bambang Yudhoyono merupakan salah satu dari dua perguruan tinggi negeri baru dibidang teknologi yang didirikan di Indonesia dan masing-masing mendapat dukungan lahan 300 ha . Namun dari ITK hanya 6 ha yang sudah dihibahkan ke kemenristekdikti , sisanya masih dalam kepengurusan.

Meskipun ITK masih baru namun ada 120 lebih sarjana teknik yang telah terserap bekerja, pemerintah sebagian melanjutkan studi lanjut. Selain itu, beliau menjelaskan pula bahwa Hibah riset dan pengabdian masyarakat dari ITK sudah ada 70 judul kegiatan, 11 jurnal terakreditasi nasional dan 4 jurnal telah terakreditasi Internasional.

-end-

Tim Media dan Publikasi Dies Natalis ITK III

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *