ITK Terima Hibah Motor Listrik dari Schneider

Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan menerima hibah alat-alat listrik dari PT. Schneider Indonesia. Alat-alat tersebut diterima oleh Kepala Laboratorium Teknik Elektro ITK, Mudeng Vicky Vendy Hengki. Mudeng mengucapkan terima kasih kepada PT. Schneider Indonesia atas bantuannya.

“Tentu ini akan mendukung proses pembelajaran mahasiswa kami, khususnya Praktikum Motor Listrik. Semoga ITK dapat terus menjalin dan meningkatkan kerjasama dengan PT. Schneider,” kata Mudeng ketika ditemui di Laboratorium Teknik Elektro ITK, Rabu, 15 November 2017.

Total ada 61 unit alat-alat listrik yang diterima ITK: Miniature Circuit B, Surge Arrester, Variable Speed Drive, Easy9 MCB, dan Easy9 MCB Miniature. Staf Bidang Pengembangan Bisnis PT. Schneider Indonesia, Reza Syarif berharap ITK dapat menggunakan hibah produk tersebut, “Sebaik mungkin untuk mendukung pendidikan dan pengajaran bagi mahasiswa/mahasiswi,” ujar Reza dalam surat yang menyertai kiriman tersebut.

Hibah tersebut tidak datang begitu saja. Menurut Mudeng, ini untuk pertama kalinya ITK menerima hibah dari perusahaan. Schneider menghibahkan alat-alat listrik produksinya kepada siapa saja yang aktif berpartisipasi dalam seminar dan workshop yang diadakan mereka. “Termasuk ITK. Saya dan beberapa dosen cukup aktif ikut kegiatan mereka, karena memberikan wawasan terkini tentang pengaplikasian Teknik Elektro di dunia industri.”

Mudeng mengungkapkan, selama ini laboratorium yang dipimpinnya dalam tahap awal. Sarana dan prasarana yang tersedia terbatas.

“Dalam desain besar laboratorium kami sesuai kurikulum, idealnya terdapat lima jenis pratikum  (Elektronika Daya, Rangkaian Listrik, Rangkaian Elektronika, Simulasi, dan Mesin Listrik) yang disesuaikan dengan 5 konsentrasi: Power System, Elektronika, Telekomunikasi, Control System, dan Sistem Komputer. Namun ada praktikum yang belum dapat dilakukan di sini, yakni Power System yang dilakukan di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan. Empat praktikum yang ada pun belum optimal karena alat terbatas dan ruangan yang sempit. Saat ini juga ada proyek renewable energy yang kami harus menyelesaikannya dengan alat seadanya ” ungkap Mudeng.

Menurut Mudeng, ke depan ITK akan mengajukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk mempercepat kinerja laboratoriumnya.

Dosen Program Studi Teknik Elektro, Andhika Giyantara menjelaskan lebih jauh tentang manfaat alat-alat hibah dari PT. Schneider tersebut.

Andhika mencontohkan sebuah alat bernama Variabel Speed Drive, yang biasanya digunakan di dunia industri, yang banyak manfaatnya. “Alat ini digunakan untuk mengendalikan kecepatan motor induksi. Dengan alat ini khususnya, mahasiswa dapat belajar langsung cara kerja alat tersebut, tidak hanya teori. Satu alat ini dapat digunakan di beberapa matakuliah Teknik Elektro ITK: Mesin Listrik 1, Mesin Listrik 2, Penggunaan dan Pengemudian Motor Listrik.”

Variabel Speed Drive, Andhika melanjutkan, juga dapat mengirimkan status atau informasinya ke PLC (Programmable Logic Controller), yang membuat suatu sistem menjadi otomatis. “Ini juga mengarah ke Otomasi Industri. Ini sangat mendukung segala aspek yang ada di Teknik Elektro ITK,” katanya.

Secara umum hibah tersebut membuat mahasiswa mengetahui lebih jauh tentang aplikasi motor listrik yang ada di dunia industri. “Sehingga ketika lulus nanti, mahasiswa Teknik Elektro ITK siap terjun ke industri, mereka tidak bingung lagi karena sudah terbiasa menggunakan alatnya,” ujar Andhika. -end-

Ridho Jun Prasetyo I Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *