Memanfaatkan Kayu Galam Sebagai Bioplastik dan Aditif Plastik Sintetik

Alumunium Berharga dari Lingkungan Yang Terlupakan
14/11/2017
Academic English & Graduate Career Skill Training 2017
14/11/2017
Tunjukkan semua

Memanfaatkan Kayu Galam Sebagai Bioplastik dan Aditif Plastik Sintetik

ITK News I Penelitian

Balikpapan – Pulau Kalimantan memiliki SDA yang melimpah khususnya pada bidang kehutanan. Kayu Galam merupakan salah satu kayu yang digunakan di Pulau Kalimantan dan banyak dimanfaatkan sebagai alat dan penyangga dalam konstruksi. Sebagai kayu endemik, Kayu Galam menjadi SDA yang sangat berlimpah di Kalimantan dengan harga yang terjangkau sehingga menjadi nilai tambah untuk menjadi aplikasi yang lebih bernilai tinggi.

Hal inilah yang coba digali oleh Tim peneliti dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dengan anggota Ika Ismail, Devy Sa’adiyah, Putri Rahajeng, Abdi Suprayitno, dan Rocky Andiana. Kayu Galam diteliti sebagai biopolymer atau polimer alam yang mempunyai nilai potensi bahan aditif pada plastik sintetik. Penelitian tentang biopolimer sudah banyak dilakukan di Indonesia bahkan di dunia. Penelitian tersebut didorong dengan dengan banyaknya import bahan plastik sintetis dari luar negeri, sehingga pemanfaatan biopolymer dapat dilihat sebagai solusi untuk menggantikan plastik sintetik yang bahan utamanya adalah bijih plastik yang kebanyakan impor.

Dalam riset ini, ekstrak kayu galam akan diambil selulosanya. Selulosa mikrokristal menurut beberapa penelitian terakhir, dapat dijadikan penguat pada material komposit dan biopolymer. Pada dasarnya selulosa merupakan bahan dasar kertas namun beberapa dan komponen kemasan namun beberapa riset terakhir menunjukkan bahwa selulosa mempunyai sebagai bahan penguat pada material komposit yang berbahan dasar fiber serat alami. Selulosa mempunyai sifat mekanik yang baik sebagai bahan penguat didukung dari kritalinitasnya yang baik. Pada riset yang dilakukan oleh ITK, selulosa diekstrak melalui beberapa tahapan yaitu proses Alkalinisasi menggunakan NaOH dan proses pemutihan menggunakan NaClO2.

Dari hasil pengujian XRD menunjukkan bahwa kristalinitas selulosa serat mencapai 90% dari hasil proses pemutihan. Biolpolimer selulosa yang mencapai 90% nilai kristalinitasnya dapat diaplikasi kan pada benda-benda rigid dan penguat pada polimer sintetik. Di ITK sendiri, sudah ada penelitian pemanfaatan kayu galam sebagai filler pada komposit polyester untuk aplikasi material penyerap suara (sound absorber) serta material komposit serat alam lainnya.

Ke depan, penelitian ini akan terus berlanjut untuk memanfaatakan Kayu Galam sebagai biopolymer dan juga material komposit yang bisa diaplikasikan pada komponen interior otomotif, sound insulation dan juga komponen pada aplikasi kemiliteran seperti helm, rompi anti peluru, dan sepatu militer. Bisa juga diaplikasikan ke material kesehatan seperti implant, dan prosthesis (kaki palsu).

-end-

Ika Ismail dan tim untuk Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *