Iptek Bagi Masyarakat di Kawasan Sei Wain Karang Joang Balikpapan

Semarak Qurban Kampus SPECTA
03/09/2017
Pelantikan Pejabat Baru Institut Teknologi Kalimantan
05/09/2017
Tunjukkan semua

Iptek Bagi Masyarakat di Kawasan Sei Wain Karang Joang Balikpapan

ITK News I Pengabdian Masyarakat

Laboratorium Kimia Institut Teknologi Kalimantan (ITK) hari itu dipenuhi oleh ibu-ibu warga di Jalan Sei Wain, Kelurahan Karang Joang RT 33, 34, 35, 36, dan 61. Mereka adalah perwakilan kelompok UKM Wain Berjaya 33 dan kelompok Pengajian Sei Wain. Kali ini ibu-ibu tersebut bukan untuk mengantar putra-putrinya daftar ulang kuliah. Tetapi hari itu ibu-ibu dari Sei Wain adalah peserta pelatihan pembuatan sabun dan lotion herbal buah naga. Peserta menyimak dan mencatat dengan penuh antusias materi pelatihan baik teori dan praktik yang diberikan oleh tim Program Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh Winarni, Dosen ITK. Pada sesi praktek peserta di bagi menjadi beberapa kelompok untuk mempraktekkan langsung materi pelatihan hari itu juga.

Dengan penuh ketelitian Nur (40 tahun) tampak sedang menimbang Lauril Sodium Sulfat, sedang di sampingnya Betty (43 tahun) mengaduk larutan Kaliom Hidroksida dengan hati-hati. Tak kalah seru, kelompok di sampingnya menakar bahan-bahan yang diperlukan dengan teliti dan hati-hati. “Bu Pur, hati-hati ngaduk larutan NaOH nya, pakai dulu masker dan sarung tangan”, seloroh Warni (38 tahun) mengingatkan teman sekelompoknya.

Meski nggak pernah kuliah kita sekarang seperti mahasiswa ya, bisa praktikum di  laboratorium kampus”, ujar Jannah (42 tahun) disambut riuh gelak tawa ibu-ibu lainnya. Memang beberapa kali ibu-ibu Sei Wain ini ke kampus ITK diundang mengikuti beberapa pelatihan terkait program Iptek Bagi Masyarakat di Kawasan Sei Wain Karang Joang Balikpapan.

Sebelumnya, pada bulan Mei 2017 yang lalu mereka mengikuti pelatihan Strategi Pemasaran Online di Laboratorium Komputer ITK. Juga Pelatihan Pengelolaan Keuangan Sederhana Berbasis Teknologi Informasi di tempat yang sama. Selain diadakan di Kampus ITK, pelatihan juga dilakukan di rumah salah satu peserta bulan Agustus lalu. Selanjutnya, pelatihan yang direncanakan adalah Pelatihan Branding Produk dan pendampingan yang berkelanjutan.

Salah satu tim Dosen ITK dari Program Studi Matematika dan Teknik Kimia ITK, diketuai oleh Winarni, beranggotakan Irma Fitria dan Rahmad Yogaswara mengajukan proposal ke Ristekdikti dalam skema Iptek Bagi Masyarakat (IbM). Alhamdulillah lolos seleksi untuk didanai. Sehingga program yang diusulkan bisa dijalankan tahun ini. Sejak sampai di Balikpapan Winarni dua tahun yang lalu, perempuan asli Surabaya ini tertarik dengan pesona buah naga di Balikpapan. “Pasalnya, di Jawa tidak terlalu suka dengan buah ini. Tidak terlalu berasa atau hambar. Tetapi, begitu makan buah naga asal Balikpapan ini ada yang berbeda. Rasanya manis, segar dan terkadang ada asamnya.”, kata Winarni. Akhirnya membuatnya ketagihan. Karena penasaran dia mencari tahu lebih dalam tentang buah ini dan manfaatnya. Dan mencari tahu ke-khas-an buah naga asal Balikpapan atau Kalimantan Timur.  Yaitu termasuk buah naga yang terbaik dibanding buah naga asal Jawa.

Sayangnya, produksi yang melimpah dan terkadang banyak busuk terbuang sia-sia di petani atau di pedangang buah. Apalagi pada saat panen harganya bisa jatuh hingga Rp3.500 per kilogram atau Rp10.000 dapat tiga kilogram. Tetapi, tahun lalu buah naga di kota ini sempat panen raya. Namun ternyata segera habis diborong negara tetangga hingga dalam hitungan ton.

Sayang sekali kalau komoditi  kita diekspor mentah begitu saja. Seandainya diekspor dalam bentuk olahan atau produk jadi tentu nilai jualnya bisa lebih tinggi” kata Winarni. “Kita ini orang Indonesia seringnya ekspor barang mentah dengan harga murah, nanti setelah diolah di negara lain, kita beli produk jadinya dengan harga yang tinggi. Padahal kalau mau buat sendiri, kita juga bisa. Ini harus dibudayakan”, tambahnya.

Kandungan buah naga yang kaya antioksidan dan vitamin selain baik dimakan, buah ini juga baik untuk kulit kita antara lain menghaluskan dan antiaging karena tingginya antioksidan yang dikandung buah ini. Di kawasan Sei Wain ini terdapat UKM Wain Berjaya 33 yang bisa dikatakan mati suri selama beberapa tahun belakangan yang bisa diaktifkan lagi dan juga ibu-ibu yang bisa diberdayakan.

Juga ada kelompok Tani Bina Bersama A, yang salah satunya mengelola buah naga. “Nah, program ini adalah salah satunya untuk mensinergikan potensi-potensi yang ada tersebut. Harapan saya dengan program ini dapat memberdayakan masyarakat Balikpapan khususnya di Sei wain Karang Joang, melalui produksi sabun dan lotion herbal buah naga sebagai pilihan produknya. Karena siapa sih yang tidak ingin tampil awet muda. Produknya nanti insyaa Allah kami beri label nama Wain Cosmetik”, papar Winarni antusias.

“Kawasan Sei Wain ini ke depan akan dikonsep sebagai kawasan Eco-edu-wisata karena sudah didukung adanya Kebun Raya Balikpapan, Hutan Lindung Sungai Wain dan ditambah lagi dengan kampus ITK. Produk Wain Cosmetik insyaa Allah bisa menjadi salah satu produk unggulan dan oleh-oleh khas dari Sei Wain dan Balikpapan secara umum”, pungkas Winarni optimis.

-end-

WW untuk Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *