Web-Seminar Internasional Tentang Manajemen Bahan Kimia

Kamis, 27 Juli 2017, Prodi Teknik Kimia ITK telah menyelenggarakan web-based seminar (webinar) bertajuk Chemical Management. Webinar ini merupakan bagian dari Chemical Security Program (CSP) yang dikampanyekan oleh pemerintah Amerika Serikat. Di antara misi utama CSP adalah menanggulangi penyalahgunaan bahan kimia. Di Indonesia, program ini diinisiasi oleh Himpunan Kimia Indonesia (HKI) yang bekerjasama dengan Sandia National Laboratories USA dan Civilian Research & Development Foundation (CRDF) Global.

Untuk penyelenggaraan webinar di Indonesia kali ini, HKI menggandeng Pusat Penelitian Kimia LIPI, Responsible Care Indonesia (RCI) dan didukung oleh Otoritas Senjata Kimia RI yang baru disahkan oleh Presiden Jokowi. HKI juga melibatkan beberapa kampus sebagai venue seperti Universitas Indonesia (Depok & Salemba Jakarta), Universitas Airlangga (Surabaya) Universitas Sriwijaya (Palembang) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan. Menurut penuturan Ashadi Sasongko, -dosen kimia ITK sekaligus anggota aktif HKI-, alasan ditunjuknya ITK sebagai salah satu venue webinar adalah karena lokasi kampus ITK di Balikpapan yang sangat strategis dan menjadi representasi perguruan tinggi di Indonesia timur.

WhatsApp Image 2017-07-27 at 18.19.30

Webinar kali ini dihadiri sekitar 40 tamu undangan dari 20 institusi di Kalimantan Timur seperti Universitas Balikpapan, Universitas Mulawarman, Universitas Nahdhatul Ulama, Pertamina RU V Balikpapan, Petrolab Services Sangatta, Badan Narkotika Nasional (BNN) Balikpapan, Baristand Samarinda, dll. Turut hadir pula dalam acara ini, 20 dosen ITK serta lebih dari 100 orang mahasiswa ITK dan perguruan tinggi lain seperti ITS Surabaya, Universitas Balikpapan dan STT Migas. Dalam sambutannya, Koordinator Prodi Teknik Kimia –Adrian Gunawan-, menyatakan bahwa webinar merupakan terobosan efisien dalam penyelenggaraan seminar, karena seminar dengan pola ini dilakukan dengan cara semacam teleconference.

WhatsApp Image 2017-07-27 at 14.33.39

 

Bertindak sebagai narasumber dalam webinar kali ini antara lain Andrew Nelson (Sandia National Laboratories – USA), Muhammad Khayam (Kementerian Perindustrian), Prof. Fatma Lestari (Universitas Indonesia), M Setyabudhi Zuber (RCI) dan Ahmet Uzumcu, Diplomat Turki yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal OPCW (Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons). Peserta yang hadir diharapkan menjadi motor penggerak kampanye penggunaan bahan kimia secara aman dan bertanggung jawab.

Materi yang disampaikan dalam webinar antara lain:
1. Ancaman Keamanan dan Bahan Kimia yang Dapat Dijadikan Senjata, disampaikan oleh Andrew W. Nelson, PhD MPH dari Sandia National Laboratories (SNL), USA
2. Implementasi Konvensi Senjata Kimia Di Indonesia, disampaikan oleh Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian selaku sekretaris Otoritas Nasional Senjata Kimia RI
3. Manajemen Bahan Kimia Melalui Responsible Care dari Penerapan Praktik Manajemen Kode Keamanan, disampaikan oleh Heroe Soesanto (wakil ketua RCI)
4. Manajemen Keselamatan Operasi Membangun Keunggulan Operasi dalam Industri Proses, disampaikan oleh Prof. Fatma Lestari, Ph.D, guru besar FKM UI
5. Menggunakan HAZOP untuk Manajemen Risiko Proses, disampaikan oleh Eka Dian Pusfitasari (Pusat Penelitian Kimia, LIPI)
6. Ethics in Sciences, disampaikan oleh H.E. Mr. Ahmet Uzumcu, Director-General of OPCW

“Webinar ini unik, karena merupakan kegiatan seminar yang tidak perlu menghadirkan narasumber secara langsung, cukup dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi kita sudah bisa berinteraksi dan mendapat materi dari narasumber di seluruh penjuru dunia. Seperti yang kami lakukan hari ini, narasumbernya berada di Amerika Serikat, Jakarta, dan Serpong” begitu kata Adrian Gunawan selaku Koorprodi Teknik Kimia ITK dalam sambutannya.

“Bahan Kimia itu rawan disalahgunakan dan itu sangat berbahaya. Oleh karena itu kegiatan ini adalah salah satu upaya Prodi Teknik Kimia untuk mengkampanyekan keamanan dan keselamatan bahan Kimia. Beberapa bahan Kimia itu memiliki sifat dual use yang ibarat dua sisi mata uang, satu sisi bermanfaat dan satu sisi lain berbahaya. Namun dengan managemen penanganan yang tepat, maka sisi yang berbahaya dapat dihindari atau setidaknya diminimalkan” kata pria yang akrab dipanggil Ian ini.

“Pada mulanya kita tidak cukup yakin menyelenggarakan kegiatan ini, namun setelah mendapatkan dukungan oleh rekan-rekan UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ITK dibawah koordinasi Septian Geges, M.Kom dan Barry, S.Kom. maka kami yakin dan segera menyanggupi tawaran dari HKI untuk menjadi Host Webinar di Kalimantan” kata Ketua Panitia, Ashadi Sasongko, M.Si.

Ashadi mengungkapkan bahwa Webinar pertama di ITK ini dihadiri oleh setidaknya 120 orang mahasiswa, 40 orang tamu undangan dari berbagai Industri, Perguruan Tinggi, serta instansi pemerintahan yang terkait di wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya “Target awal kita hanya 40 orang undangan saja, akan tetapi kesempatan ini terlalu berharga untuk dilewatkan oleh para mahasiswa, sehingga kita buka pendaftaran untuk mahasiswa dengan target peserta 100 orang, dan Alhamdulillah tercapai lebih dari itu” ucap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Kimia ITK ini.

 

Download materi seminar : klik di sini

-end-

Ashadi Sasongko, Adrian Gunawan I Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *