Suntikkan Semangat, Prodi Teknik Kimia Adakan Open Talk

ITK News │ Open Talk

Balikpapan – Program Studi Teknik Kimia (PSTK) Institut Teknologi Kalimantan bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatekkim) mengadakan acara open talk atau diskusi terbuka dengan seluruh sivitas akademi PSTK pada Jumat, 5 Mei 2017 lalu.

Koordinator PSTK, Adrian Gunawan, yang membuka acara tersebut, mengatakan acara ini dimaksudkan sebagai sarasehan tukar pikiran, menyampaikan hal-hal yang menyangkut kebijakan akademik dan non akademik prodi, serta pada saat yang sama, menjaring aspirasi dari mahasiswa.

Menurut Ian, sapaan akrab Adrian, sejak dibuka pada 2012, PSTK mampu menunjukkan kinerja akademik yang baik. Beberapa parameternya seperti masa studi rata-rata mahasiswa PSTK yang hanya 8,2 semester dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata 3,32. Dalam dua tahun terakhir, mahasiswa baru PSTK selalu menjadi juara dalam Indeksi Prestasi Semester (IPS) rata-rata dari program studi lainnya.

“Sekitar 30 persen mahasiswa kami dalam Program Tahap Persiapan Bersama (TPB) institut, mencetak IPS di atas 3,5. Ini di luar ekspektasi saya,” kata Ian.

Ini bukan hal yang mengejutkan, ujar Ian, karenakan PSTK merupakan prodi dengan grade atau tingkat persaingan tertinggi pada SNMPTN maupun SBMPTN pilihan ITK. “Ini menunjukkan prodi kami sangat kompetitif, dan mahasiswa kami unggulan. Dari awal kami benar-benar menyaring calon mahasiswa baru. Hanya yang terbaik yang diterima di PSTK ITK,” pungkas dosen penggemar musik Dangdut ini.

Peserta merupakan dosen dan mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2013, 2014, 2015, dan 2016.  Satu dosen Teknik Kimia, Memik D. Pusfitasari, berhalangan hadir karena sedang mendampingi tim mahasiswa penerima dana Program Hibah Bina Desa di Jakarta.

Dosen PSTK lainnya yang juga Ahli Kimia Organik, Ashadi Sasongko, berharap agar mahasiswa memiliki semangat juang yang tinggi  (fighting spirit) dalam menjalani perkuliahan. Hal senada disampaikan Rachmad Yogaswara, yang menyampaikan pentingnya mahasiswa untuk memiliki soft skill, yaitu kemampuan non akademis, sepert manajemen diri, maupun  berkomunikasi yang sangat berguna dalam dunia kerja. Ahli di bidang Teknik Reaksi Kimia ini mengatakan nilai IPK tetap menjadi kunci awal bagi seorang lulusan ITK, yang lalu didukung soft skill yang memadai.

Ada juga Niar Kurnia Julianti, yang mengatakan bahwa mahasiswa harus memiliki tujuan (goal) dalam setiap kegiatan atau perkuliahan. “Saat kalian mengikuti kuliah apa pun itu, harus memiliki target jelas yang harus dicapai, jangan berhenti sebelum tercapai,” kata dosen yang sedang mendalami riset di bidang biodiesel ini.

Pada kesempatan tersebut, Ian juga memperkenalkan dua orang dosen baru PSTK, Mochamad Purwanto dan Indah Woro Utami yang diharapkan bisa mempercepat perkembangan prodi..

Moch Purwanto, doktor Ilmu Kimia mengungkapkan kegembiraannya menjadi bagian dari keluarga besar PSTK. Ia mengajak seluruh mahasiswa agar fokus dalam perkuliahan,  tahan banting, dan konsisten atau disiplin hingga menyelesaikan masa studi.

Indah Woro Utami, dosen Prodi Farmasi yang saat ini ditempatkan di PSTK, menyatakan apa pun profesi yang digeluti lulusan ITK, ia harus bisa bahagia dan membahagiakan orang lain.

Prodi Farmasi merupakan satu dari tiga prodi (Teknik Lingkungan, Arsitektur, dan Teknik Kelautan) yang dalam tahap pengajuan proposal untuk mendapatkan izin penyelenggaraan dari Kemenristekdikti.

Sedangkan Bangkit Gotama, memberikan beberapa wawasan tentang Tugas Desain Pabrik Kimia, dan Tugas Akhir (TA) yang menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa PSTK. Dosen yang juga menjabat sebagai kepala pusat Penjaminan Mutu ITK ini mengatakan PSTK akan mengembangkan dua jenis TA, yakni yang berupa kajian/analisa/perancangan ataupun berupa penelitian di laboratorium.

Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya, menyampaikan pendapat, atau sekedar berkeluh kesah. Di antaranya Dwi Putra, mahasiswa kelahiran Sangkulirang yang juga Ketua Himatekkim. Dia mengatakan Himatekkim sebagai wadah aktualisasi mahasiswa PSTK, sudah berada dalam tahap akhir untuk diresmikan. HincLucernEtPoculaSacra dipilih sebagai motto penyemangat yang berarti “Dari Sini Kami Menimba Ilmu”.

Ian menutup diskusi ringan ini dengan nasehat agar sivitas akademi PSTK maupun ITK dapat menyatukan tekad, menjalankan setiap aktivitas dengan sungguh-sungguh, demi menghasilkan karya terbaik untuk bangsa dan negara.

“Ini sejalan dengan visi PSTK, Menjadi Pusat Rujukan Bidang Teknik Kimia yang Unggul dan Terpercaya di Kalimantan pada tahun 2025”. SPECTA!!

-end-

 

Kontributor: Adrian Gunawan

Editor: Ridho Jun Prasetyo

Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *