Syzygium Oleina Sebagai Penghasil Listrik Alternatif

ITK News I Penelitian

Balikpapan – Indonesia memiliki sumber energi dari bahan bakar fosil yang berperan sebagai sumber utama energi tidak terbarukan. Jika sumber energi tersebut dimanfaatkan secara terus menerus, maka ketersediaannya akan semakin menipis dan menyebabkan krisis energy di Indonesia. Mahasiswa ITK (tim P-MFC) telah melakukan penelitian sebagai solusi alternatif menangani kelangkaan sumber energi tersebut dengan memanfaatkan tanaman yang berasosiasi dengan bakteri tanah.

Tim P-MFC mendapatkan pendanaan untuk melakukan penelitian dari Ristekdikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2017 pendanaan 2018 dengan judul Plant-Microbial Fuel Cell (P-MFC) Sebagai Penghasil Listrik Alternatif Dengan Memanfaatkan Syzygium oleina.

Tim ini beranggotakan Nurkholis Alfian (Tenik Elektro), Mela Aurelia (Teknik Kimia), dan Karina Berliana Mulyanto (Teknik Kimia) dengan dosen pembimbing Umi Sholikah, S.Si., M.T (Dosen Teknik Lingkungan). Tim P-MFC melakukan penelitian dengan berinovasi mengembangkan ke jenis tanaman berakar tunggang yang memiliki daya hidup yang lebih lama seperti tanaman pucuk merah (Syzygium oleina). Inovasi tersebut bertujuan untuk mempelajari elektroda yang tepat dalam menghasilkan listrik optimum, serta mempelajari pengaruh suhu dan kelembaban lingkungan terhadap Syzygium oleina dalam menghasilkan listrik.

Pada tahun 2013, World Energy Outlook memperkirakan bahwa kebutuhan dan permintaan energi primer dunia akan meningkat cukup tinggi seiring dengan pertumbuhan populasi dan perkembangan ekonomi dunia. Dan Indonesia merupakan pengguna energi terbesar di wilayah ASEAN, dengan pangsa sebesar 36% dari total konsumsi energi di mana konsumsi energi pada sektor industri sebesar 33%.

Adapun sumber energi utama yang digunakan yakni energi fosil. Sementara ketersediaan fosil serta cadangannya saat ini terus berkurang dan tidak diimbangi dengan penemuan cadangan baru (Outlook Energi Indonesia, 2014). Oleh karena itu, perlu adanya energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi, khususnya energi listrik. Salah satunya ialah dengan pemanfaatan tumbuhan. Indonesia pun memiliki kondisi geografis ideal dan potensi besar pada sumber daya alamnya yang dapat dimanfaatkan dalam penemuan dan penerapan energi alternatif ini (Liun, 2011).

Plant-Microbial Fuel Cell atau lebih dikenal dengan singkatan P-MFC yang memanfaatkan bakteri alami tumbuhan untuk menghasilkan listrik. Tumbuhan dapat memproduksi bahan organik dari sinar matahari dan CO2 melalui fotosintesis. Sekitar 70% dari bahan organik ini berakhir di tanah sebagai bahan humus, akar mati, lysates, lendir dan eksudat. Bahan organik ini akan dioksidasi oleh bakteri yang hidup di sekitar akar, lalu melepaskan CO2, proton dan elektron. Elektron yang dihasilkan akan mengalir dari anoda ke katoda sehingga dihasilkan listrik (Helder et al., 2012). Saat ini, sebagian besar penelitian P-MFC masih menggunakan jenis tanaman rerumputan dan padi-padian yang memiliki akar serabut.

Penelitian eksakta ini menggunakan 6 variabel elektroda (anoda-katoda), di antaranya elektroda seng-tembaga dan magnesium-seng, parameternya ialah suhu dan kelembaban lingkungan berkisar antara 25,78℃ – 27,61℃ dan kelembaban tanah berkisar antara 86,83% – 97%. Metode yang digunakan yakni pengujian langsung di mana tanaman akan dihubungkan ke elektroda, yang dihubungkan ke multimeter untuk mengetahui tegangan listrik yang dihasilkan. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, diperoleh elektroda sneg-tembaga lebih optimum dalam menghasilkan listrik dibandingkan dengan elektroda magnesium-seng. Elektroda seng-tembaga memiliki power density maksimum sebesar 57.661,88 mW/m2, dengan tegangan sebesar 765 mV dan arus sebesar 0,603 mA.

Dengan memanfaatkan Syzygium oleina sebagai agen dalam menghasilkan listrik dengan metode P-MFC, maka diharapkan tanaman ini dapat menjadi inovasi energi terbarukan sehingga dapat mengatasi kelangkaan penyediaan sumber energi listrik yang semakin menipis.

-end-

Penulis: Tim PKM-PE ITK

Editor: RJP I Humas ITK

Judul Asli: Syzygium oleina Sebagai Penghasil Listrik Alternatif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *