Bantu Petani Suburkan Tanah Melalui Aplikasi Pintar
06/07/2018
Tunjukkan semua

Teh Penjernih Jelantah

ITK News I Inovasi Mahasiswa

Balikpapan – Minyak goreng sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Minyak goreng yang kita konsumsi sehari-hari sangat erat kaitannya dengan kesehatan tubuh kita. Mayoritas masyarakat hanya mengetahui bahwa minyak tak layak pakai ditunjukkan dengan perubahan wujud warna, kekentalan, dan bau. Hal ini yang membuat masyarakat sering membuang minyak meski hanya sekali pakai saja. Padahal minyak masih dapat digunakan lebih dari dua kali  tergantung dari proses dan jenis makanan yang digoreng.

 

Balikpapan merupakan kota industri yang memiliki banyak industri kecil dan UMKM yang tersebar merata. Dari data Kepala Dinas, Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Balikpapan tercatat jumlah pegusaha UMKM yang telah terdata dan terdaftar di Balikpapan sampai tahun 2017 berjumlah 16.785 pengusaha. Sekitar 45-50 % produk usaha dari UMKM di Balikpapan menggunakan minyak goreng.

 

Menurut survey primer dari pemilik warung makan di Balikpapan mengaku, dalam sehari pihaknya bisa menghabiskan 3-5 liter minyak goreng untuk memasak. Namun pemakaian minyak goreng bisa saja lebih, tergantung dari bahan dan jumlah yang digoreng. Banyak pemilik warung yang terkadang berperilaku licik. Mereka menggunakan minyak goreng yang seharusnya hanya boleh digunakan 2-3 kali proses penggorengan, namun mereka menggunakannya lebih dari itu dengan alasan tidak ingin rugi. Kejadian ini jika dibiarkan, dapat merusak kesehatan bagi masyarakat yang mengkonsumsinya.

 

Kami mahasiwa ITK menciptakan ADNIK sebagai solusi hemat ibu rumah tangga dan penjual gorengan dalam pengeluaran biaya minyak goreng. ADNIK dikemas unik dalam kemasan berbentuk kantung teh berisi 6 sachet sehingga mudah dalam penggunaanya. 1 sachet ADNIK terdiri dari campuran Adsorben kulit pisang dan biji salak. Kedua limbah tersebut mampu menyulap minyak jelantah menjadi minyak goreng layak pakai dengan menyerap partikel-partikel kotor dalam minyak jelantah sehingga minyak goreng aman untuk digunakan.

 

ADNIK bekerja sama dengan  warga penjual gorengan di KM 15 dan usaha manisan salak di KM 21 kelurahan Karang Joang dalam penyuplai bahan baku. ADNIK juga berencana untuk bergabung dengan komunitas “Jelantah 4Change” yang fokus dalam pengolahan minyak jelantah.

 

Profit ADNIK sangat menjajikan karena belum ada pesaing yang menjual produk serupa. Harga yang diberikan juga ekonomis. Hanya dengan Rp.5000/pack masyarakat bisa menghemat 500 mililiter minyak jelantah untuk dapat digunakan 2-3 kali pemakaian.

-end-

Penulis: Tim Adnik

Judul Asli: Inovasi Adnik Sebagai Produk Penjernih Minyak Jelantah Unik Dan Mudah Pakai

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *