Wakili Kaltim, ITK Ikuti Kompetisi PIMNAS 2017

ITK News I PIMNAS

Balikpapan – Dua tim mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan berpartisipasi dalam kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-30 di Universitas Muslim Indonesia, Makasar pada 23-28 Agustus 2017.  Ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Kalimantan Timur yang dinyatakan layak oleh Kemenristekdikti untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan kita bersama. Meski ITK baru menginjak tahun ketiga di Kaltim, tapi kita mampu berkompetisi di tingkat nasional,” kata Wakil Rektor 2 ITK, Muhammad Muntaha saat melepas kontingen ITK menuju PIMNAS ke-30, Rabu, 23 Agustus 2017 di Kampus ITK, Balikpapan.

Untuk lolos berkompetisi di level PIMNAS bukanlah perkara mudah. Delapan bulan sebelumnya para peserta harus melewati delapan tingkat seleksi. Mulai dari Pengumpulan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pengunggahan Softfile, Pengumuman Lolos PKM, Jika lolos peserta akan mendapatkan uang untuk menjalankan proposal risetnya, Monitoring dan Evaluasi Tingkat Universitas, Monitoring dan Evaluasi Tingkat Provinsi, baru kemudian tahap PIMNAS.

PIMNAS ke-30 kali ini diikuti oleh 420 tim dari 89 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Dengan jumlah peserta lebih dari 3.000 orang baik mahasiswa maupun pendamping. Dalam PIMNAS yang diselenggarakan Kemenristekdikti ini, setiap tim akan diuji dua hal: kemampuan presentasi (berkaitan dengan ide) dan desain poster ilmiah.

Kedua tim ITK tersebut yakni Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Sosial Humaniora (PKM-P-SH) dan Tim Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT).

Tim PKM PSH beranggotakan Nurul Hasanah, Ika Anggraini, Soraya Lizya, Bagus Erik, dan Reza Pratama. Dibimbing oleh Dosen ITK Achmad Ghozali, S.T., M.T mahasiswa-mahasiswi dari Perencanaan Wilayah dan Kota ini akan mempresentasikan riset mereka dengan judul Arahan Optimasi Lahan Permukiman melalui Pendekatan Jejak Karbon (Carbon Footprint) untuk Mendukung Resilience City di Kecamatan Balikpapan Utara.

PKM P adalah program kreativitas mahasiswa yang berupa penelitian. Penelitian bisa berlatar belakang sains atau sosial humaniora.

“Ini adalah penelitian baru yang mengaitkan antara peningkatan daerah pemukiman penduduk dengan persentase karbon yang dihasilkan. Kajian ini akan menjadi saran kebijakan bagi pemerintah daerah agar turut mempertimbangkan aspek lingkungan,” ujar Ika Anggraini.

Ika mengatakan tidak menyangka proposal penelitian mereka dapat lolos ke PIMNAS 30. “Bersyukur berlipat ganda, antara percaya dan gak percaya.,” kata mahasiswi asal Balikpapan ini.

Rekan tim lainnya, Nurul mengatakan timnya sempat menemui beberapa kesulitan seperti harus menyebarkan kuesioner permodelan ke 397 Kepala Keluarga di 6 kelurahan di Balikpapan Utara. “Kami harus door-to-door untuk bisa mendapatkan data ini. Selain itu kami juga harus mewawancarai para stakeholder seperti Bappeda, Dinas Permukiman, hingga praktisi lingkungan.” Meski tidak mudah, namun Ika dan rekan setimnya berhasil menjalani tahap tersebut dan mendapatkan hadiahnya, yakni kesempatan berkompetisi di PIMNAS.

“Kami berharap dapat mengukir sejarah dengan membawa mendali emas untuk pertama kalinya bagi ITK dari ajang PIMNAS ini. Mohon doanya,” ujar Soraya.

Tim ITK lainnya yakni Tim PKM GT beranggotakan Darmarita Perdana Nur Fajarini, Nindita Cahya, Prayudi, Efrizal, Mela. Tim ini dibimbing oleh Dosen Teknik Lingkungan ITK Umi Sholikah, S.T., M.T. Penelitian mereka berjudul Konsep Pengembangan Kawasan Pesisir Mandiri Energi Yang Berkelanjutan Dengan Pemanfaatan Sea Water Fuel Cell di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Penelitian Darmarita berawal dari fakta bahwa 4 dari 7 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur hanya bisa menikmati aliran listrik dari pukul 18.00 sampai 22.30 WITA. “PLN tidak mampu mengatasi masalah ini. Sangat menyedihkan karena saya pun penduduk Kutai Timur,” ujar Darmarita yang merupakan mahasiswi Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota ITK angkatan 2013 ini.

Meski sempat kesulitan mendapatkan data-data pendukung, seperti jumlah penduduk di wilayah pesisir, peta Kutai Timur per desa, ditambah kesibukannya yang harus membagi waktu dengan Kerja Praktek, namun tim ini mampu melaluinya.

“Penelitian kami ini sifatnya futuristik, artinya baru dapat diimplementasikan antara 10 hingga 20 tahun ke depan. Karenanya lebih pada ide yang semoga bisa diterapkan di 4 kecamatan tersebut,” ujar Nindita Cahya, rekan tim lainnya.

PKM Gagasan Tertulis (PKM GT) adalah program kegiatan mahasiswa yang membantu permasalahan bangsa berupa gagasan tertulis. Kalau kelima program sebelumnya direalisasikan dengan alokasi dana dan waktu tertentu dan jelas, kalau program ini masih berupa gagasan atau usulan.

Soleh Ardiansyah, salah satu dosen bidang penalaran yang melatih tim PIMNAS ITK mengatakan telah memberikan yang terbaik dalam mempersiapkan tim yang lolos. “Selama 2 pekan ini, mereka kami perkuat dari sisi kemampuan teknik presentasinya, desain slide, grafis poster, efektifitas waktu, konten, dan lainnya. Kami optimis mendapat mendali,” ujar dosen Prodi Sistem Informasi ini.

Ketua Tim Pembina Kemahasiswaan ITK, Memik Dian Pusfitasari mengatakan sangat bersyukur ITK menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Kaltim yang dapat mengikuti PIMNAS ke-30 di Makassar.

Meski menghadapi ribuan kontestan lainnya dari perguruan tinggi yang notabene sudah lebih lama usianya dibanding ITK, Memik tidak gentar. “Minimal kami menjadi musuh yang sulit untuk ditaklukkan,” ujar Memik.

Memik menyebutkan timnya di Pembina Kemahasiswaan memang membentuk tim khusus untuk menangani PKM dan PIMNAS ini. “Dari awal kami dorong seluruh mahasiswa ITK untuk mengirimkan proposal PKM sebanyak-banyaknya dengan memunculkan gerakan ‘1000 proposal PKM’ di ITK. Kami juga akan monev 2 pekan sekali. Khusus sebelum berangkat, kami latih intensif selama 1 pekan kepada tim yang lolos PIMNAS. Demi Kaltim dan ITK, kami akan persembahkan yang terbaik,” kata dosen Prodi Teknik Kimia ini.

-end-

RJP/Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *