Dosen dan Mahasiswa ITK Ikuti Sakura Science Program

ITK News I Pertukaran Mahasiswa

Saga, Jepang – Jepang merupakan salah satu negara di kawasan Asia yang memiliki tingkat teknologi dan pengetahuan yang tinggi. Demi memajukan masa depan yang cerah khususnya di wilayah Asia, maka perlu adanya gerakan bersama dalam mengembangkan sains dan teknologi bagi Jepang sendiri maupun negara-negara Asia lainnya. Berdasarkan pemikiran ini maka digalakkan program “Japan-Asia Youth Exchange Program in Science” (SAKURA Exchange Program in Science), di mana pemuda-pemudi dari berbagai negara Asia untuk diundang ke Jepang dalam rangka pertukaran ilmu dan budaya.

 

Dalam kesempatan ini, Insitut Teknologi Kalimantan mengirimkan empat civitas akademikanya yang terdiri dari 1 orang dosen dan 3 orang mahasiswa untuk mengikuti program tersebut. Mereka adalah Ibu Yunita Triana, S.Si., M.Si. selaku Koordinator Program Studi Teknik Material dan Metalurgi ITK, Shaimah Rinda Sari, S.T. dari mahasiswa Teknik Material dan Metalurgi ITK angkatan 2013, Hendrick Andreas Benaya Tandau dari mahasiswa Teknik Material dan Metalurgi ITK angkatan 2015, serta Titin Agustina dari mahasiswa Teknik Material dan Metalurgi ITK angkatan 2016. Keberangkatan dosen dan mahasiswa tersebut terbagi menjadi dua kloter dengan tujuan Fakultas Sains dan Teknik di Saga University, Saga, Japan. Kegiatan SAKURA Japan-Asia Youth Exchange in Science Program ini dibiayai penuh oleh Japan Science and Technology Agency (JST). Selama kunjungan program, dosen dan mahasiswa ITK disambut dan dibimbing oleh Prof. Dr. Masato Tominaga.

 

Kerja sama ini dimulai saat Ibu Yunita Triana masih mengenyam pendidikan Magister di Pendidikan Strata 2 Jurusan Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kala itu Prof. Masato Tominaga yang masih berstatus sebagai pengajar di Kumamoto University, Kumamoto, Japan. Prof. Masato mengisi sebagai speaker pada salah satu kuliah tamu yang diikuti oleh Ibu Yunita. Kemudian pada tahun 2017 dalam rangka melanjutkan pendidikan doktoral, maka terjalinlah hubungan kembali antara Ibu Yunita dengan Prof. Tominaga yang telah pindah untuk mengajar di Saga University. Dalam kesempatan tersebut Prof. Tominaga mengundang dua orang termasuk Ibu Yunita untuk berkunjung secara langsung ke laboratorium yang diampu oleh Prof. Tominaga.

 

Pada bulan Januari 2018, Ibu Yunita dan Shaimah berangkat menuju Jepang untuk mengikuti program tersebut selama kurang lebih 10 hari. Dalam program tersebut dilakukan kegiatan riset dalam laboratorium serta pertukaran budaya Indonesia dan Jepang baik melalui percakapan sehari-hari maupun dengan berkunjung ke beberapa lokasi di Jepang.

 

Pengalaman tersebut sangat berkesan, baik dari pihak ITK maupun Prof. Tominaga sehingga kembali diminta perwakilan 2 mahasiswa mengikuti program yang sama. Selain itu Shaimah yang telah menyelesaikan Pendidikan Strata 1 pada pertengahan tahun 2018 berhasil memperoleh beasiswa Pendidikan Strata 2 di Jepang yang diterima sebagai salah satu mahasiswa internasional Saga University dan menjadi salah satu mahasiswa yang diampu oleh Prof. Tominaga.

 

Perwakilan berikutnya dari ITK yaitu Hendrick dan Titin berangkat menuju Jepang pada 3 hingga 10 Desember 2018. Dalam program tersebut kedua perwakilan mengikuti riset mengenai penggunaan elektro carbon nanotubes sebagai detektor glukosa. Selain itu juga dapat merasakan bagaimana budaya dan kehidupan di Jepang, di mana bantuan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Saga sangat dirasakan.

 

Melalui hubungan baik, serta pengalaman pertukaran ilmu dan budaya yang baik pula antara perwakilan ITK yang berangkat menuju Jepang dengan Prof. Tominaga, direncanakan yaitu pada Desember 2018 akan diteken hubungan kerja sama antara Saga University khususnya Prof. Tominaga dengan Program Studi Teknik Material dan Metalurgi ITK. Semoga relasi antara ITK dan Saga University terus berjalan baik dan semakin kuat ke depannya.

-end-

Penulis: Titin Agustina untuk Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *