Detail Berita

5 Tim Mahasiswa ITK Lolos P2MW 2026, Usung Inovasi Wirausaha Berbasis Keberlanjutan dan Pemberdayaan

Humas ITK 25 Mei 2026 10.21
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan — Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali mencatatkan capaian membanggakan di bidang kewirausahaan mahasiswa. Sebanyak lima tim mahasiswa ITK berhasil lolos dalam seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Capaian ini menjadi bukti bahwa semangat kewirausahaan mahasiswa ITK terus tumbuh melalui ide-ide bisnis yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk, lima tim yang lolos juga menghadirkan gagasan yang menyentuh isu keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, hilirisasi produk lokal, ekonomi sirkular, hingga pemanfaatan teknologi dalam sektor budidaya.

Keberhasilan ini semakin membanggakan karena P2MW merupakan program kompetitif yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan usaha yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berkelanjutan, terukur, dan berdampak nyata.

Lima Tim ITK Lolos P2MW 2026

Adapun lima tim mahasiswa ITK yang berhasil lolos seleksi P2MW 2026 adalah sebagai berikut.

1. Ecoboo

Kategori: Tahapan Awal — Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan
Ketua Tim: Anastasya Husnul Syauira
Dosen Pembimbing: Eko Agung Syaputra, M.Ds.

Ecoboo mengangkat inovasi produk bambu melalui workshop berbasis pemberdayaan masyarakat sebagai pilar branding ekowisata Bamboe Wanadesa Balikpapan. Program ini menghadirkan pendekatan kewirausahaan yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada penguatan identitas wisata lokal, edukasi kreatif, dan keterlibatan masyarakat.

Melalui Ecoboo, mahasiswa ITK berupaya menjadikan bambu sebagai material bernilai tambah yang dapat dikembangkan menjadi produk kreatif sekaligus mendukung pengembangan ekowisata berbasis potensi lokal.

2. DECRAB

Kategori: Tahapan Awal — Makanan dan Minuman
Ketua Tim: Iqbal Zhaputro
Dosen Pembimbing: Novita Lizza Anggraini, S.K.M.

DECRAB hadir sebagai inovasi hilirisasi kepiting soka gagal ekspor menjadi produk lauk instan bergizi. Gagasan ini menjawab persoalan penyerapan hasil perikanan sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi petambak.

Melalui pendekatan produk pangan praktis, DECRAB berupaya menghadirkan solusi yang relevan dengan tren konsumsi masyarakat modern, terutama kebutuhan terhadap makanan instan yang tetap bergizi, praktis, dan memiliki nilai ekonomi lokal.

3. SAMOrchid

Kategori: Tahapan Bertumbuh — Budidaya
Ketua Tim: Yury Kasih Amalia Nur Aisyah
Dosen Pembimbing: Prasis Damai Nursyam Hamijaya, S.P., M.M.

SAMOrchid mengembangkan konsep Smart Agriculture Multiproduct Orchid melalui inovasi budidaya anggrek seedling berbasis smart irrigation. Inovasi ini menggabungkan teknologi pertanian cerdas dengan model usaha multiproduk dan kemitraan berkelanjutan.

Program ini menunjukkan bagaimana sektor budidaya dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi, efisiensi pengelolaan sumber daya, serta strategi bisnis yang adaptif. SAMOrchid juga berpotensi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan budidaya tanaman hias di Kota Balikpapan.

4. Recraft

Kategori: Tahapan Bertumbuh — Industri Kreatif, Seni, dan Budaya
Ketua Tim: Achmad Zaki Zaidan
Dosen Pembimbing: Nursanti Novi Arisa, M.Kom.

Recraft mengusung transformasi limbah plastik dan tekstil menjadi produk fashion berkelanjutan beraksen Batik Kalimantan Timur. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, Recraft menghadirkan inovasi yang memadukan isu lingkungan, kreativitas, dan pelestarian budaya lokal.

Produk yang dikembangkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa pesan keberlanjutan. Recraft menjadi contoh bagaimana limbah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

5. Shell e Merch

Kategori: Tahapan Bertumbuh — Industri Kreatif, Seni, dan Budaya
Ketua Tim: Dian Fatikha Rizki Aminoto
Dosen Pembimbing: Muh Ikhsan Alif S., M.Sc.

Shell e Merch berfokus pada pengembangan merchandise kreatif bernilai estetis dan ekonomis berbasis pemanfaatan sampah plastik, logam, dan kertas. Inovasi ini mendukung semangat pengurangan sampah sekaligus menciptakan produk kreatif yang memiliki potensi pasar.

Melalui Shell e Merch, mahasiswa ITK menunjukkan bahwa material yang sering dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk merchandise yang menarik, fungsional, dan memiliki nilai jual. Gagasan ini sejalan dengan semangat ekonomi sirkular dan upaya mendukung Indonesia bebas sampah.

Wirausaha Mahasiswa yang Dekat dengan Isu Nyata

Kelima tim yang lolos menunjukkan karakter wirausaha mahasiswa ITK yang semakin kuat. Ide yang diusung tidak hanya menonjol dari sisi kreativitas, tetapi juga memiliki keterhubungan dengan persoalan nyata di masyarakat.

Ecoboo membawa semangat pemberdayaan masyarakat dan ekowisata. DECRAB menjawab tantangan hilirisasi produk perikanan. SAMOrchid memanfaatkan teknologi untuk budidaya berkelanjutan. Recraft dan Shell e Merch mengembangkan produk kreatif berbasis ekonomi sirkular.

Rangkaian inovasi tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa ITK mampu membaca potensi lokal, mengidentifikasi masalah, lalu mengubahnya menjadi peluang usaha yang memiliki nilai tambah.

Perkuat Ekosistem Kewirausahaan di ITK

Keberhasilan lima tim ini juga menjadi bagian dari upaya ITK dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa. Melalui pendampingan dosen, pengembangan ide bisnis, validasi produk, dan penguatan model usaha, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang.

P2MW menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar membangun usaha secara lebih sistematis. Mahasiswa tidak hanya menyusun proposal, tetapi juga mengembangkan produk, menguji pasar, membangun jejaring, mengelola tim, dan merancang strategi keberlanjutan bisnis.

Menuju KMI Expo 2026

Setelah lolos P2MW 2026, kelima tim ITK diharapkan dapat terus menyempurnakan inovasi dan memperkuat kesiapan usaha. Tahapan berikutnya menjadi momentum penting untuk memperbaiki produk, memperkuat branding, mengembangkan strategi pemasaran, serta membuktikan bahwa ide bisnis yang diusung memiliki dampak nyata.

ITK berharap kelima tim tersebut dapat melanjutkan capaian hingga KMI Expo 2026 dan membawa nama baik kampus di tingkat nasional. Dukungan dari dosen pembimbing, program studi, fakultas, dan seluruh sivitas akademika menjadi energi penting bagi mahasiswa untuk terus berkembang.

Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa ITK memiliki potensi besar dalam menghadirkan usaha rintisan yang kreatif, adaptif, dan berdampak. Dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan, ITK terus mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan daerah.

Berita Terbaru

Example_News.webp Akademik

Informatika Goes to IKN: Mahasiswa Kenali Konsep Smart Forest City dan Teknologi Kota Cerdas

Mahasiswa Informatika Kenali Teknologi Kota Cerdas Melalui Studi Ekskursi ke IKN

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami