Detail Berita

Dari Studio PWK hingga Perencana Pemerintah, Perjalanan Ahmad Diego Membawa Ilmu ITK untuk Pembangunan Berau

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 24 Juli 2026 8.34 7 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan — Pengalaman mengerjakan tugas studio, melakukan survei lapangan, hingga berproses dalam organisasi mahasiswa semasa kuliah menjadi bekal penting bagi Ahmad Diego Febrymursyid, S.P.W.K. dalam menjalani kariernya. Alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Kalimantan (ITK) angkatan 2018 tersebut kini mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pertanahan Pemerintah Kabupaten Berau. Diego menempati jabatan fungsional Perencana Ahli Pertama. Dalam kesehariannya, ia bertanggung jawab menyiapkan dan mengolah data perencanaan, menyelaraskan kebijakan nasional dengan kebutuhan daerah, serta terlibat dalam penyusunan Rencana Strategis Perangkat Daerah.

Selain itu, ia juga menjalankan proses monitoring dan evaluasi kinerja untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Menurut Diego, pekerjaan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di ITK. Kemampuan memetakan persoalan, menganalisis kondisi wilayah, dan merumuskan rencana menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen perencanaan pemerintah yang matang dan komprehensif.

“Pola pikir analitis dan kemampuan spatial problem-solving menjadi bekal utama yang sangat memudahkan pelaksanaan pekerjaan,” ujar Diego.

Tidak hanya kemampuan teknis, pengalaman berorganisasi selama kuliah turut membentuk keterampilan komunikasi dan adaptasinya. Keterlibatan dalam organisasi mahasiswa dan kegiatan kepemanduan melatih Diego menyampaikan gagasan kepada berbagai pihak, baik kepada pemangku kepentingan maupun masyarakat.

Baginya, tugas studio PWK menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama berkuliah. Proses turun langsung ke lapangan, mengumpulkan data, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas bersama teman-teman membangun ketangguhan serta kemampuan bekerja dalam tim.

“Pembelajaran terpenting dari kampus adalah menyeimbangkan teori dan praktik. Pola pikir analitis membantu menyelesaikan pekerjaan teknis, tetapi keluwesan berkomunikasi dan kemampuan beradaptasi juga menjadi kunci ketika menghadapi budaya kerja yang dinamis,” jelasnya.

Menjelajahi Berbagai Bidang Sebelum Menjadi ASN

Sebelum berkarier sebagai aparatur sipil negara, Diego telah menjajaki beberapa bidang pekerjaan. Ia mengawali perjalanan profesionalnya sebagai konsultan agraria dalam program Gugus Tugas Reforma Agraria atau GTRA ATR/BPN Berau. Setelah itu, ia beralih ke sektor pertambangan batu bara dengan menjalankan pekerjaan di bidang Health, Safety, and Environment atau HSE. Perjalanan tersebut memberinya pengalaman menghadapi tantangan kerja di lapangan sekaligus memperluas pemahaman mengenai keselamatan, lingkungan, dan tata kelola wilayah. Salah satu pencapaiannya saat bekerja di sektor pertambangan adalah meraih Silver Trophy atau posisi runner-up dalam Berau Coal Fire Rescue Competition pada kategori Road Accident Rescue. Perjalanan kariernya kemudian berlanjut di lingkungan pemerintahan. Saat mengikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, Diego berhasil terpilih sebagai Peserta Terbaik III LATSAR CPNS oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Prestasi tersebut diraih melalui inovasi berupa platform digital berbasis website yang dirancang untuk mewujudkan ekosistem terpadu dalam sinkronisasi lintas layanan perencanaan. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan perencanaan tidak hanya digunakan untuk menyusun dokumen, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi solusi digital yang membantu proses koordinasi dan pelayanan pemerintahan.

Mengabdi Sekaligus Mengenalkan Pariwisata Berau

Di luar kesibukannya sebagai ASN, Diego juga aktif sebagai travel content creator. Melalui konten yang dibuatnya, ia turut memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Berau kepada masyarakat yang lebih luas. Aktivitas tersebut menjadi ruang lain baginya untuk menggabungkan kemampuan komunikasi, desain visual, pemahaman wilayah, dan kecintaannya terhadap daerah. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat berkembang dalam berbagai bentuk, selama seseorang berani mengeksplorasi kesempatan yang ada.

Diego berpesan kepada mahasiswa ITK agar tidak takut menjalani proses yang panjang dan melelahkan. Setiap tugas, pengalaman organisasi, survei lapangan, dan tantangan selama kuliah dapat menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter profesional.

Nothing worth having comes easy. Segala hal yang bernilai tidak pernah didapatkan dengan mudah. Jadi, jangan takut capek berproses. Asah terus kemampuan, eksplorasi banyak hal baru, dan nikmati setiap perjalanannya,” pesannya.

Menurutnya, karakter tangguh yang dibangun sejak masa kuliah akan membantu mahasiswa menghadapi perubahan, tuntutan pekerjaan, dan peluang yang mungkin datang dari bidang yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Perjalanan Ahmad Diego menunjukkan bahwa lulusan Perencanaan Wilayah dan Kota tidak hanya berperan dalam merancang ruang dan wilayah. Dengan kemampuan analitis, komunikasi, dan adaptasi, ilmu perencanaan juga dapat digunakan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, mengembangkan inovasi pelayanan, serta memberikan dampak bagi pembangunan daerah.

Berita Terbaru

Example_News.webp Alumni
Example_News.webp Beasiswa
Example_News.webp Prestasi

Mahasiswa ITK Raih Juara Harapan I lewat Model Kuantitatif Risiko Ransomware untuk Asuransi Siber

Mahasiswa ITK Raih Juara Harapan I lewat Inovasi Asuransi Siber

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami