Cianjur, 13 Juni 2026 – Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof. Dr. Agus Rubiyanto, menghadiri Kongres Asosiasi Profesor Indonesia (API) ke-3 Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 12–14 Juni 2026 di UG Techno Park. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini mengangkat tema “Peningkatan Peran Strategis Profesor dalam Menjaga Integritas Akademik dan Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Energi Nasional yang Berkelanjutan.”
Kongres API 2026 menjadi forum nasional yang mempertemukan para profesor, akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk membahas kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional, khususnya pada sektor ketahanan pangan, energi, dan penguatan integritas akademik.
Kehadiran Rektor ITK dalam kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Institut Teknologi Kalimantan dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi sebagaimana arah kebijakan Dikti Saintek Berdampak, yaitu mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, industri, pemerintah, dan lingkungan.
Dalam berbagai sesi kongres dan seminar nasional, para peserta menekankan pentingnya peran profesor sebagai penggerak inovasi, penghasil kebijakan berbasis riset, serta penjaga integritas akademik di tengah percepatan transformasi teknologi dan pembangunan nasional. Topik yang dibahas mencakup strategi ketahanan pangan berkelanjutan, peta jalan riset energi nasional, hingga penguatan tata kelola organisasi profesi akademik.
Rektor ITK menyampaikan bahwa semangat yang dibangun dalam Kongres API sejalan dengan visi ITK sebagai perguruan tinggi teknologi yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan Kalimantan Timur dan Indonesia, khususnya dalam mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), hilirisasi sumber daya alam, transisi energi, serta penguatan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
"Perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat inilah yang menjadi fondasi Dikti Saintek Berdampak dan terus diperkuat oleh ITK melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat," ungkap Prof. Agus.
Melalui forum tersebut, para profesor juga menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mempercepat pencapaian target pembangunan nasional dan Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, Kongres API ke-3 menetapkan arah kebijakan organisasi untuk periode kepengurusan berikutnya serta memperkuat peran akademisi sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyusunan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.
Bagi ITK, partisipasi dalam Kongres API 2026 menjadi momentum untuk memperluas jejaring kolaborasi nasional sekaligus memperkuat kontribusi institusi dalam menghadirkan inovasi yang relevan dan berdampak. Sejalan dengan semangat “ITK Berdampak”, berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang dikembangkan ITK diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan dan Indonesia.
Melalui kehadiran Rektor ITK pada Kongres API 2026, ITK kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam menghasilkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang memberikan manfaat luas bagi bangsa, selaras dengan transformasi Dikti Saintek Berdampak menuju Indonesia Maju dan Berkelanjutan.
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Rektor ITK Hadiri Kongres API 2026, Dorong Peran Profesor Wujudkan Dikti Saintek Berdampak
Rektor ITK Hadiri Kongres API 2026
Mahasiswa Aktuaria ITK Raih Wakil 1 Putri Duta Wisata Manuntung Kota Balikpapan 2026
PPIJ Mengajar 2026 Chapter Balikpapan Jadi Jembatan Mahasiswa ITK Menuju Pendidikan Tinggi Global