Inkubator Bisnis Teknologi Institut Teknologi Kalimantan (IBT - ITK)

Berita Inkubator Bisnis Teknologi

Deskripsi

        Inkubator Bisnis Teknologi Institut Teknologi Kalimantan (IBT – ITK) merupakan IBT pertama di Kalimantan Timur. Belum ada perguruan tinggi di Kalimantan Timur yang sudah mempunyai IBT.  Pada awal tahun berdirinya yaitu 2019 IBT – ITK lolos seleksi pendanaan untuk pendirian IBT dari Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Lainnya, Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Sebagai IBT yang baru lahir, program tersebut sangat bermanfaat untuk kelembagaan IBT – ITK. Pada tahun berdirinya tersebut melalui program tersebut, ada beberapa kegiatan yang terlaksana antara lain diselesaikan studi kelayakan berdirinya IBT – ITK dan Focus Group Discussion (FGD) tentang Konsep IBT bersama stakeholder internal ITK mulai dari pimpinan ITK, dosen dan mahasiswa ITK. Selain itu, pada tahun berdirinya tersebut pengelola IBT – ITK berkesempatan mengikuti Training for Technology Business Incubator Managers using invoDev – World Bank Training Material, Workshop Penyusunan Business Model Canvas dan Business Plan IBT – ITK. IBT – ITK juga melaksanakan sosialisasi dan Rekrutment Tenant IBT – ITK. Dalam rekrutment tenant di tahun pertama berdirinya IBT – ITK terjaring tiga tenant in-wall dan empat tenant outwall. Tenant in-wall IBT – ITK mendapat fasilitas ruang tenant di kampus ITK, tepatnya di Gedung E lantai 1. Tahun lalu IBT – ITK juga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan stakeholder eksternal ITK yang dihadiri oleh berbagai instansi pemerintah daerah di Kalimantan Timur, lembaga keuangan, perusahaan dan komunitas entrepreneur dan media massa sebagai upaya IBT – ITK untuk membangun jejaring kerjasama stakeholder terkait dalam menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan pemula (startup) berbasis teknologi.

Visi

    Inkubator Bisnis Teknologi Institut Teknologi Kalimantan (IBT – ITK) mempunyai visi “Menjadi pusat inkubator bisnis teknologi bidang pangan terkemuka Kalimantan yang berperan aktif dalam mendorong peningkatan perusahaan pemula berbasis teknologi tahun 2024”.

 

Misi

        Dalam rangka mencapai visi tersebut di atas, misi IBT – ITK adalah sebagai berikut:

  1. Mengembangkan potensi komersialisiasi riset perguruan tinggi.
  2. Meningkatkan startup di bidang pangan di Kalimantan dengan teknologi yang merupakan hasil inovasi dari penelitian.
  3. Mengembangkan jaringan kerjasama stakeholder terkait dalam menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan pemula (startup) berbasis teknologi.

Tujuan

       Tujuan ini disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan permasalahan yang akan dihadapi dalam rangka mewujudkan visi dan melaksanakan misi IBT – ITK. Oleh karena itu tujuan strategis dari IBT – ITK adalah sebagai berikut:

  1. Pengembangan startup bidang pangan sehingga mempunyai kualitas pasar lokal dan nasional yang baik.
  2. Peningkatan perekonomian Kalimantan Timur khususnya dan Kalimantan pada umumnya dengan pertumbuhan startup yang berkembang.

Sasaran

        Target kelompok sasaran target kelompok yang menjadi sasaran kegiatan IBT – ITK, baik karena IBT – ITK memiliki kepentingan terhadap khalayak tersebut, maupun karena khalayak tersebut adalah objek utama yang perilakunya dapat menguntungkan maupun merugikan tim. Dalam kegiatan IBT – ITK, sasaran  penting untuk ditentukan karena:

  1. Terkait langsung dengan pengelolaan dan proses inkubasi. Apabila khalayak yang dituju terlalu luas dipertimbangkan dari skala tempatdemografi, dan psikografinya, maka pengelolaan dan proses inkubasi tidak dapat dilaksanakan secara tepat pada khalayak yang dituju.
  2. Keberhasilan terhadap tujuan. Tujuan dari kegiatan IBT – ITK harus sesuai dengan target kelompok sasaran
  3. Penjadwalan kegiatan.
  4. Kemudahan perbaikan aktivitas IBT – ITK. Saat aktivitas IBT – ITK sulit untuk diperbaiki tolak ukur tingkat keberhasilannya, maka keberhasilan/kegagalan menjadi tak menentu.

Dalam melakukan penentuan sasaran (targeting) biasanya sebuah organisasi melakukan usaha untuk memilah pasar dengan meneliti tipe konsumen secara mandiri. Umpan balik dari penyampaian aktivitas IBT – ITK yang diberikan oleh IBT – ITK untuk dijadikan dasar penggunaan dalam menilai bagaimana karakter konsumen yang dibedakan secara tempatdemografi, dan psikografi dalam menyikapi pelaksanaan kegiatan.

Setelah didapatkan gambaran, kemudian dilakukan:

  1. Penentuan sasaran kelompok yang paling tepat;
  2. Menentukan skala prioritas;
  3. Memilih bidang usaha dan teknologi yang digunakan yang sekiranya paling sesuai;
  4. Mempersiapkan seluruh proses penentuan terhadap target kelompok sasaran.

Sehingga IBT – ITK menentukan kelompok sasaran bagi calon tenant sebagai berikut :

  1. Usia tenant diutamakan maksimal 35 tahun.
  2. Pengusaha pemula berbasis teknologi di bidang pangan yang merupakan mahasiswa tingkat akhir ITK, alumni ITK dan alumni dari universitas di Kalimantan Timur.
  3. Penelitian yang mempunyai nilai komersialisasi tinggi dan dalam proses pengembangan terhadap penyesuaian kebutuhan pasar.
  4. Calon tenant sudah siap secara teknologi dan minimal sudah mempunyai hasil berupa prototype.
  5. Potensi pasar produk lokal dan regional.