Detail Berita

ASTERIA ITK Hadirkan Penerangan Jalan Tenaga Surya untuk Tingkatkan Keamanan Warga Karang Joang

Humas ITK 1 Juli 2026 8.03 64 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Ketika malam tiba, tidak semua kawasan permukiman memiliki akses penerangan jalan yang memadai. Kondisi inilah yang masih dirasakan warga RT 45, Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 24, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara. Letak wilayah yang berbukit, cukup jauh dari pusat Kota Balikpapan, serta belum meratanya pembangunan infrastruktur membuat sejumlah ruas jalan lingkungan masih minim pencahayaan. Akibatnya, aktivitas masyarakat pada malam hari menjadi kurang nyaman dan berpotensi menimbulkan risiko terhadap keamanan lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, Kelompok Inovasi Sosial (Insos) ASTERIA Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menghadirkan solusi melalui program pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS). Program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang menggabungkan kepedulian sosial dengan pemanfaatan teknologi energi terbarukan. Selain meningkatkan kualitas fasilitas publik, penggunaan tenaga surya juga menjadi upaya mendorong pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Program diawali dengan kegiatan pembukaan dan sosialisasi pada 19 April 2026 di Gereja GKP Hosana Karang Joang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh warga, perangkat RT, dosen pembimbing, serta seluruh anggota tim ASTERIA. Melalui sosialisasi ini, tim memperkenalkan tujuan program sekaligus berdiskusi dengan masyarakat mengenai kondisi lingkungan dan kebutuhan penerangan di wilayah tersebut. Bersama warga, tim kemudian melakukan survei lapangan untuk menentukan titik-titik yang paling membutuhkan tambahan penerangan sehingga pemasangan lampu dapat memberikan manfaat yang optimal.

Semangat kolaborasi menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan program ini. Pada 16 Mei 2026, tim ASTERIA bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan area di sekitar lokasi pemasangan lampu. Pembersihan dilakukan agar panel surya memperoleh paparan sinar matahari secara maksimal sehingga mampu menghasilkan energi secara optimal untuk menunjang kinerja sistem penerangan. Keterlibatan aktif warga dalam setiap tahapan kegiatan menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah program pengabdian tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada partisipasi masyarakat dalam proses pelaksanaannya.

Pemasangan PJUTS dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 23 Mei 2026 dengan pemasangan empat unit lampu, sedangkan tahap kedua dilaksanakan pada 30 Mei 2026 dengan pemasangan enam unit tambahan. Dengan demikian, sebanyak 10 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya berhasil dipasang pada sejumlah titik strategis yang sebelumnya minim pencahayaan. Setelah seluruh lampu terpasang, tim menyelesaikan tahap akhir program dengan melakukan pengecatan identitas "ITK 26" pada tiang lampu pada 13 Juni 2026 sebagai penanda sekaligus identitas program pengabdian yang telah dilaksanakan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui acara penutupan yang kembali dilaksanakan di Gereja GKP Hosana Karang Joang. Pada kesempatan tersebut, tim ASTERIA memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara penggunaan, perawatan, dan pemeliharaan PJUTS agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Warga juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga fasilitas bersama, termasuk memastikan panel surya tidak terhalang pepohonan atau benda lain sehingga tetap memperoleh paparan sinar matahari yang optimal. Langkah ini diharapkan mampu menjaga umur pakai sistem penerangan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun bersama.

Program Inovasi Sosial ASTERIA berada di bawah bimbingan Dea Dita Krisnasari, S.T., M.T., Melati Salma, S.Ds., M.T., dan Riski Arif Mardika, S.ST., M.T. Adapun tim pelaksana terdiri atas Sehan Tri Mukhtiar (Teknik Industri), Dafa Cetta Ugama, Hasan Ibrahim, Muhammad Rafi Musyaffa, dan Zefanya Emmanuela Simanjuntak (Rekayasa Keselamatan), Einstivania Gabriella Mustika, Hana Sabrina, Izza Nafila, dan Karina Dewi Chandra (Teknik Logistik), serta Rifqah Khalishah (Desain Komunikasi Visual). Kolaborasi lintas disiplin ilmu tersebut menjadi bukti bahwa penyelesaian persoalan di masyarakat dapat diwujudkan melalui sinergi berbagai bidang keahlian.

Melalui Program Inovasi Sosial ASTERIA, mahasiswa ITK tidak hanya menghadirkan fasilitas penerangan jalan bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekitar. Kehadiran 10 unit PJUTS di RT 45 Karang Joang diharapkan mampu meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta kualitas hidup masyarakat, sekaligus menjadi contoh pemanfaatan energi terbarukan yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur.


Berita Terbaru

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak

Mahasiswa ITK Gagas Pemanfaatan Gas Metana TPAS Manggar sebagai Energi Alternatif Berkelanjutan

Dari Sampah Menjadi Energi: Mahasiswa ITK Rancang Solusi Waste-to-Energy Berkelanjutan

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak

Mahasiswa ITK Hadirkan Inovasi Aquaponik di P4S ABAS Farm, Wujud Kampus Berdampak bagi Masyarakat

Inovasi Aquaponik Mahasiswa ITK Dorong Pertanian Terpadu yang Berkelanjutan

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami