Community e-Learning Center (CLC) di Manggar, Balikpapan Timur, dikembangkan berdasarkan kajian oleh Tiara Rukmaya Dewi, Sherlia, Yun Tonce Kusuma Priyanto, dan Hermawan Juliansyah, sebagai ruang belajar modern yang tidak hanya berfungsi sebagai kelas, tetapi juga sebagai studio podcast, ruang workshop, dan pusat kreativitas digital.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh para peneliti tersebut, pandemi Covid-19 diidentifikasi sebagai faktor utama perubahan pola belajar masyarakat. SKB Manggar membutuhkan fasilitas yang memadai untuk mendukung pembelajaran berbasis TIK, kolaborasi keluarga, serta pengembangan minat dan bakat.
Penelitian ini menegaskan bahwa bangunan SKB Manggar sebelumnya belum memadai untuk kegiatan digital. Transformasi menjadi CLC membuka peluang besar untuk menciptakan ruang kelas multifungsi, studio kreatif, dan workshop yang mendukung pembelajaran digital secara inklusif.
Menurut temuan penelitian, CLC memberi manfaat nyata bagi warga: pelatihan konten digital, bimbingan e-learning untuk orang tua, serta workshop kreatif bagi anak-anak. Desain ramah lingkungan dengan fasad berbentuk susunan buku juga memperkuat identitas CLC sebagai simbol inovasi pendidikan di Balikpapan Timur.
Para peneliti menyimpulkan bahwa CLC bukan hanya renovasi fisik, tetapi langkah strategis menuju pendidikan yang adaptif dan inklusif, membuka peluang bagi seluruh generasi untuk tumbuh bersama teknologi.
Dari Perencanaan Wilayah ke Strategi Media Sosial Nasional: Jalan Karier Tak Terduga Reynaldi Yudha
The Ex-Story Reynaldi Yudha, alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) angkatan 2017
Antusiasme Tinggi, ITK Open House 2026 Ditutup dengan 2.560 Pengunjung
ITK Open House 2026 Catat 2.560 Pengunjung pada Penutupan Kegiatan
AI, Jalan Pintas atau Jalan Belajar? : Refleksi Pembelajaran Mahasiswa di Era Kecerdasan Buatan
Refleksi Pembelajaran Mahasiswa di Era Kecerdasan Buatan