Apa jadinya jika material kecil yang menyatukan jutaan komponen elektronik justru menjadi sumber ancaman kesehatan jangka panjang? Penggunaan solder berbasis timbal (Sn–Pb) menjadi dilema antara performa dan keberlanjutan. Di tengah belum optimalnya implementasi regulasi RoHS di Indonesia, pengembangan alternatif solder bebas timbal bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
Penggunaan solder bertimbal telah dilarang secara global melalui regulasi RoHS sejak 2006 karena risiko kesehatan dan lingkungan, sementara Indonesia belum mengimplementasikannya secara penuh. Di tengah tuntutan penggunaan elektronik ramah lingkungan, pengembangan solder bebas timbal Tin-Zinc Solder menjadi krusial dan strategis saat ini.
Penelitian yang dikembangkan oleh Andromeda Dwi Laksono, S.T., M.Sc., Ph.D., bersama Dr. Eng. Lusi Ernawati, M.Sc., Kharis Sugiarto, S.T., M.T., Muhammad Ramanda Putra, Devit Velanri Putra, Nurkholis Majid, Muhammad Mahessa Ajibasa Syaiban, Muhammad Fajar Rivaldi, dan Maulana Ibrahim berfokus pada pengembangan solder bebas timbal berbasis paduan Sn–Cu–Zn–Ag untuk industri elektronik nasional.
Penambahan unsur Zn dan Ag secara terkontrol dirancang untuk menurunkan titik leleh, memperbaiki mikrostruktur, serta menjaga performa mekanik dan kelistrikan pada aplikasi perakitan elektronik modern nasional.
Beragam komposisi Tin-Zinc Solder diuji melalui pengujian densitas, kekerasan, mikrostruktur, termal, dan kelistrikan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Tin-Zinc Solder memiliki kekerasan hingga 19 HV, titik leleh 199,27°C, serta wettability yang baik pada PCB tembaga. Karakteristik ini menandakan material siap diaplikasikan dan berpotensi memperkuat daya saing industri elektronik Indonesia berbasis teknologi ramah lingkungan.
Melalui pengembangan Tin-Zinc Solder, inovasi material ini membuktikan bahwa riset rekayasa mampu menjawab tantangan kesehatan, lingkungan, dan kebutuhan industri elektronik modern. Saatnya mendorong adopsi material yang lebih aman dan berkelanjutan agar teknologi yang kita gunakan hari ini tidak menjadi beban bagi generasi mendatang.
Dari Perencanaan Wilayah ke Strategi Media Sosial Nasional: Jalan Karier Tak Terduga Reynaldi Yudha
The Ex-Story Reynaldi Yudha, alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) angkatan 2017
Antusiasme Tinggi, ITK Open House 2026 Ditutup dengan 2.560 Pengunjung
ITK Open House 2026 Catat 2.560 Pengunjung pada Penutupan Kegiatan
AI, Jalan Pintas atau Jalan Belajar? : Refleksi Pembelajaran Mahasiswa di Era Kecerdasan Buatan
Refleksi Pembelajaran Mahasiswa di Era Kecerdasan Buatan