Pola konsumsi masyarakat modern saat ini semakin mengarah pada kepraktisan, namun sering kali mengesampingkan aspek gizi. Menjawab tantangan tersebut, Gevbry Ranti Ramadhani Simamora menghadirkan gagasan inovatif berupa super bumbu tabur berbasis ikan bandeng, rumput laut, dan rempah Nusantara sebagai solusi pangan sehat yang praktis dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kajiannya, Gevbry Ranti Ramadhani Simamora menyoroti bahwa pola makan instan yang minim kandungan gizi dapat meningkatkan risiko kekurangan protein, mineral, dan serat. Padahal, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya perairan dan rempah-rempah yang melimpah dan berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi produk pangan inovatif bernilai tambah tinggi.
Super bumbu tabur yang dikembangkan berbasis ikan bandeng, rumput laut Kappaphycus alvarezii, serta rempah Nusantara seperti lada, ketumbar, dan bawang goreng. Menurut Gevbry Ranti Ramadhani Simamora, produk ini dirancang sebagai food complementary yang berfungsi melengkapi makanan utama tanpa mengubah pola konsumsi masyarakat secara drastis.
Dalam satu taburan kecil, bumbu ini mampu berkontribusi terhadap asupan protein hewani, kalsium, serat, serta mineral esensial. Selain memberikan manfaat gizi, perpaduan bahan lokal tersebut juga menghadirkan cita rasa khas yang akrab dengan lidah masyarakat Indonesia.
Lebih jauh, Gevbry Ranti Ramadhani Simamora menjelaskan bahwa inovasi super bumbu tabur ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis lokal. Produk ini dapat mendorong diversifikasi hasil perikanan dan pertanian, khususnya bagi nelayan bandeng, pembudidaya rumput laut, serta petani rempah.
Kemudahan aplikasi pada berbagai jenis makanan menjadikan produk ini fleksibel digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha kuliner, sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.
Ikan bandeng dikenal sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi yang kaya akan asam amino esensial, asam lemak tidak jenuh seperti omega-3, serta mineral makro dan mikro. Sementara itu, rumput laut Kappaphycus alvarezii mengandung serat pangan dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Kombinasi ini diperkaya dengan rempah Nusantara seperti lada yang mengandung piperin, ketumbar, dan bawang merah yang berperan dalam peningkatan cita rasa sekaligus aktivitas antioksidan.
Menurut Gevbry Ranti Ramadhani Simamora, perpaduan bahan-bahan tersebut menjadikan super bumbu tabur sebagai inovasi pangan lokal yang tidak hanya sehat, tetapi juga bernilai ekonomi dan berkelanjutan.
Super bumbu tabur berbasis ikan bandeng, rumput laut, dan rempah Nusantara bukan sekadar pelengkap rasa. Inovasi ini menunjukkan bagaimana kekayaan lokal dapat diolah menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan gizi masyarakat modern. Dengan taburan kecil, manfaat besar dapat dirasakan, menjadikan produk ini sebagai alternatif pangan praktis, sehat, dan berkelanjutan bagi berbagai lapisan masyarakat.
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Raih Juara 1 Lomba Infografis Bank Indonesia
Dari Limbah Dapur ke Tangki: Transformasi Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Mesin
Pemanfaatan minyak jelantah sebagai biodiesel menawarkan solusi berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan pencemaran lingkungan.
Tegaskan Komitmen Diktisaintek Berdampak