Detail Berita

Inovasi Mahasiswa ITK: Ampas Tahu di SIKS Balikpapan Disulap Jadi Produk Pangan Bernilai Tambah

Humas ITK 18 Maret 2026 9.00
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Upaya pemanfaatan limbah industri terus menjadi perhatian dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melaksanakan program pemanfaatan limbah padat ampas tahu di kawasan Sentra Industri Kecil Somber (SIKS), Kota Balikpapan. Program ini bertujuan mengolah limbah produksi tahu menjadi produk pangan bernilai ekonomi sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.

SIKS Balikpapan merupakan salah satu pusat produksi tahu terbesar di kota tersebut yang menempati lahan sekitar 9 hektar dengan sekitar 94 rumah produksi, di mana sekitar 60 di antaranya aktif beroperasi. Aktivitas produksi yang tinggi menghasilkan limbah padat berupa ampas tahu dalam jumlah besar setiap harinya. Selama ini, sebagian limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung menjadi limbah buangan yang berpotensi menimbulkan masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa ITK yang terdiri dari Ahmad Adel Hikam, Bintang Nabila Parahita, Dea Adinda Larasati, Irfan Kairi, Ivan Dwi Arifianto, Muhammad Al Ikhsan, Siti Sabina Hutami, Syafawiyah Malika Rubiati, Nadya Azweralda Haryanto, dan Pitriyani, dengan pendampingan dosen A.M. Adhitya A. Walemma, Muhammad Hudzaly Hatala, dan Alvianus Kristian Sumual. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah ampas tahu menjadi produk pangan olahan.

Mengubah Limbah Menjadi Produk Pangan Bernilai Tambah

Ampas tahu sebenarnya memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, seperti protein kasar dan serat, sehingga berpotensi untuk diolah menjadi berbagai produk makanan. Melalui program ini, tim pengabdian memperkenalkan dua jenis produk olahan berbasis ampas tahu, yaitu soy nugget dan abon ampas tahu.

Kegiatan dimulai dengan tahap identifikasi melalui observasi dan wawancara dengan pelaku usaha tahu di kawasan SIKS untuk mengetahui volume limbah yang dihasilkan serta cara pengelolaannya selama ini. Selanjutnya tim menyusun program sosialisasi dan pelatihan bagi produsen tahu dan masyarakat sekitar mengenai teknik pengolahan limbah ampas tahu yang ramah lingkungan, murah, dan mudah diterapkan.

Pelatihan dan Workshop Pengolahan Ampas Tahu

Pada tahap pelaksanaan, kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan workshop yang memberikan pemahaman mengenai dampak lingkungan dari limbah produksi tahu sekaligus memperkenalkan potensi ekonominya. Peserta kemudian mengikuti praktik langsung pembuatan produk olahan ampas tahu yang dipandu oleh tim pengabdian.

Selain mempelajari teknik pengolahan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai perhitungan biaya produksi, pengemasan produk, serta potensi pemasaran produk olahan tersebut. Hasil olahan yang dihasilkan peserta kemudian diuji secara organoleptik untuk menilai rasa, tekstur, dan kualitas produk.

Tantangan dalam Pelaksanaan Kegiatan

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga menghadapi beberapa kendala, terutama terkait karakteristik bahan baku ampas tahu yang memiliki kadar air tinggi sehingga membutuhkan proses pemerasan yang cukup lama sebelum dapat diolah. Selain itu, keterbatasan peralatan produksi dan fasilitas penyimpanan seperti freezer juga menjadi tantangan dalam menjaga kualitas dan masa simpan produk olahan.

Meski demikian, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi tim pelaksana sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan limbah produksi secara lebih produktif.

Mendukung Ekonomi Sirkular di Sektor Industri Kecil

Melalui program ini, tim pengabdian berharap dapat mendorong perubahan pola pikir pelaku industri dari yang sebelumnya hanya membuang limbah menjadi memanfaatkannya sebagai bahan baku produk bernilai tambah. Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitar.

Ke depan, tim berencana melakukan uji laboratorium terhadap produk olahan, pengembangan desain kemasan yang lebih menarik, serta penyusunan video dokumentasi kegiatan sebagai bagian dari luaran program pengabdian masyarakat.

Melalui kegiatan ini, ITK kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat yang mendukung pengelolaan limbah, pengembangan ekonomi lokal, serta penerapan konsep ekonomi sirkular di sektor industri kecil.



Berita Terbaru

Example_News.webp Prestasi
Example_News.webp Alumni
Example_News.webp Penelitian dan Pengabdian

Trash Boom Berbasis Pemberdayaan SPI, Inovasi ITK untuk Penanggulangan Sampah Pantai Berkelanjutan

Program Trash Boom berbasis pemberdayaan SPI oleh Institut Teknologi Kalimantan menghadirkan inovasi sederhana dan berkelanjutan untuk menanggulangi sampah pantai melalui teknologi tepat guna dan penguatan kapasitas masyarakat pesisir.

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami