Yogyakarta – Pada Selasa, 24 November 2020 perwakilan teknik mesin ITK Andi Idhil Ismail, Ph.D., Illa Rizianiza, S.T., M.T., dan Diniar M. Kurniawati, S.T. berkunjung ke teknik mesin dan KKN PPM UGM. Perwakilan teknik mesin ITK berkunjung dalam rangka inisiasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) antara teknik mesin ITK dengan UGM. Sebelumnya sudah dilakukan pembahasan terkait program tersebut secara daring, namun dalam kunjungan kali ini kedua prodi tersebut bertujuan untuk lebih memantapkan kerja samanya. Dalam penyambutan teknik mesin ITK, teknik mesin UGM diwakili oleh Fauzan Ph.D. selaku sekretaris prodi dan Supriyanto selaku kepala TU. Walaupun dalam kondisi pandemi, hal itu tidak mengurangi antusiasme teknik mesin ITK untuk belajar sehingga seperti yang dikatakan Fauzan bahwa teknik mesin UGM sangat antusias menyambut program MBKM yang akan dilakukan sehingga diharapkan mahasiswa juga bisa merasakan atmosfer ketika program tersebut berjalan.

Program MBKM direncanakan mulai semester genap 2020/2021 dengan melakukan pertukaran mahasiswa untuk melakukan perkuliahan dan penelitian. Dalam paparannya, Andi Idhil mengungkapkan bahwa dengan segala keterbatasan yang ada semoga program MBKM dapat berjalan dengan baik dan tentunya teknik mesin ITK berharap bantuan pembibingan oleh para dosen teknik mesin UGM. Pada kunjungan tersebut teknik mesin ITK diajak berkeliling ruang kuliah, laboratorium pendidikan dan riset, serta ruang administrasi teknik mesin UGM. Setelah melakukan kunjugan ke teknik mesin UGM, teknik mesin ITK juga mengunjungi salah satu lokasi KKN PPM UGM yang berlokasi di Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta. Kunjungan tersebut bermaksud untuk belajar dan mengamati proses KKN yang dibimbing oleh Rachmat, karena pada semester genap 2020/2021 ITK juga akan mulai melakukan KKN.

Hal yang menarik dari KKN PPM UGM tersebut adalah pemetaannya terletak di wilayah kota tepat dimana pusat wisata berada. Tanpa kekurangan ide mahasiswa yang begitu kreatif mengembangkan sosialisasi COVID-19 menggunakan media-media kekenian sehingga bisa lebih cepat diterima oleh masyarakat.