Balikpapan - Mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali menorehkan prestasi nasional melalui inovasi desain interior yang relevan dengan kebutuhan kantor masa kini. Tim yang diketuai oleh Muhammad Irfan Santoro (Arsitektur 2023) bersama Shavira Anastesia (Arsitektur 2023), di bawah bimbingan Rulliannor Syah Putra, berhasil meraih Juara 1 AMAZINC Office Interior Design Competition yang diselenggarakan oleh PT Fumira.
Kemenangan ini diraih melalui karya bertajuk “The Breathing Steel – Meeting Room”, sebuah konsep ruang rapat “bernapas” yang dirancang untuk menjawab tantangan lingkungan kerja modern: bagaimana menciptakan ruang yang sehat, fleksibel, dan tetap produktif.
Konsep “bernapas” dalam desain ini bukan sekadar metafora visual, melainkan pendekatan ruang yang benar-benar memperhatikan kualitas lingkungan dalam ruangan. Melalui integrasi sirkulasi udara yang optimal, pencahayaan alami, serta elemen hijau, ruang meeting dirancang untuk mengurangi rasa jenuh, meningkatkan fokus, dan menjaga kenyamanan pengguna dalam durasi kerja yang panjang.
Pendekatan ini menjadi sangat relevan di era kerja modern, di mana ruang kantor tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat bekerja, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi, kreativitas, dan well-being karyawan. Dengan kata lain, desain ini hadir sebagai solusi aplikatif untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas di lingkungan kerja.
Salah satu kekuatan utama desain ini terletak pada eksplorasi material. Tim mengusung konsep “Refined Industrial Biophilic”, yang memadukan karakter industrial dengan sentuhan alami. Material utama berupa baja galvanis FUMIRA tidak hanya digunakan sebagai struktur, tetapi diolah menjadi elemen interior seperti partisi, panel dinding, hingga furnitur modular.
Pendekatan ini menghadirkan tampilan industrial yang lebih halus, modern, dan profesional, sekaligus efisien secara material dan memiliki umur pakai yang panjang. Inovasi ini menunjukkan bahwa material industri dapat diolah menjadi solusi desain yang tidak hanya kuat, tetapi juga estetis dan berkelanjutan.
Untuk menyeimbangkan karakter material baja, konsep ini diperkuat dengan pendekatan biophilic design. Kehadiran vegetasi indoor, green wall, serta palet warna natural menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana ruang yang lebih segar dan nyaman.
Integrasi elemen alam ini terbukti mampu memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis pengguna, seperti mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, dan menciptakan pengalaman ruang yang lebih humanis. Inilah yang membuat konsep “bernapas” benar-benar terasa—ruang tidak kaku, tetapi hidup dan responsif terhadap penggunanya.
Desain meeting room ini juga mengusung konsep smart office dengan tata ruang modular yang fleksibel. Ruang dapat dengan mudah bertransformasi dari rapat formal menjadi ruang diskusi santai atau communal space tanpa mengubah karakter utama desain.
Elemen interior tidak hanya berfungsi sebagai pembatas, tetapi juga sebagai media interaksi dan pembentuk identitas ruang. Sirkulasi yang mengalir, konfigurasi furnitur yang adaptif, serta integrasi elemen akustik menjadikan ruang ini mampu mendukung berbagai aktivitas kerja secara dinamis.
Bagi tim, mengikuti kompetisi ini bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga tentang mengasah kemampuan berpikir kritis dan eksploratif. Proses yang dilalui mencakup analisis mendalam terhadap brief lomba, riset desain, hingga pengembangan solusi yang mempertimbangkan aspek ergonomi, pencahayaan, material, dan keberlanjutan.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa ITK mampu menghadirkan karya desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai aplikatif dan berdampak nyata bagi dunia kerja.
Mereka pun berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mencoba dan terus berkembang. Sebab, inovasi tidak lahir dari kesempurnaan, melainkan dari proses belajar, eksplorasi, dan keberanian untuk menciptakan solusi baru.
Program Akademik
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Program Akademik
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Desain Meeting Room “Bernapas” Karya Mahasiswa ITK Juara 1 AMAZINC, Solusi Kantor Sehat dan Adaptif
Karya Mahasiswa ITK Juara 1 AMAZINC, Solusi Kantor Sehat dan Adaptif
Mahasiswa Statistika ITK Raih Best Infografis di MATICS Universitas Hasanuddin
Best Infografis di MATICS Universitas Hasanuddin
Perjalanan Karier Dandy Saputra Menuju Supervisor Site Readiness di Hulu Energi