Balikpapan – Mahasiswa lintas program studi di Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menghadirkan inovasi bertajuk "Pemanfaatan Gas Metana TPAS Manggar sebagai Sumber Energi Alternatif (Waste to Energy)" pada Expo Mata Kuliah Penciri ITK 2026. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi, Informatika, Ilmu Aktuaria, dan Statistika di bawah naungan Jurusan Teknik Elektro, Informatika dan Bisnis (JTEIB) serta Jurusan Sains dan Analitika Data (JSAD).
Tim penggagas terdiri atas Andini Permata Sari, Riska Fadlun Khairiyah Purba, Nabilla Nur Anil, Damasus Hardiven Waruwu, Intan Sepwintianingsih, Bryan Endo R., dan Reza Ghulam Akmal.
Melalui inovasi ini, mahasiswa mengangkat potensi gas metana (CH₄) yang dihasilkan dari proses dekomposisi sampah organik di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar, Balikpapan. Selama ini gas metana menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca, padahal apabila dikelola dengan baik dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
Konsep yang ditawarkan mengadopsi sistem waste-to-energy melalui penangkapan gas landfill menggunakan jaringan pipa, proses pemurnian untuk menghilangkan kandungan hidrogen sulfida (H₂S), hingga distribusi gas metana sebagai bahan bakar alternatif bagi masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Sebagai bagian dari kajian, tim melakukan analisis menggunakan Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan pemanfaatan gas metana di TPAS Manggar belum optimal. Hasil analisis menunjukkan perlunya penguatan dari sisi infrastruktur, teknologi pengolahan, kelembagaan, sumber daya manusia, hingga sistem operasional agar pemanfaatan gas metana dapat berjalan secara berkelanjutan.
Inovasi ini juga dirancang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Melalui penerapan konsep tersebut, pemanfaatan gas metana diproyeksikan mampu memberikan berbagai manfaat, antara lain menyediakan energi alternatif bagi sekitar 500–800 rumah tangga, mengurangi pengeluaran masyarakat untuk pembelian LPG hingga 40 persen, membuka peluang penciptaan lapangan kerja dalam pengelolaan instalasi, serta berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca hingga 30 persen di kawasan TPAS Manggar.
Karya ini menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas disiplin di ITK mampu melahirkan solusi inovatif terhadap persoalan lingkungan. Sejalan dengan semangat ITK Berdampak dan Diktisaintek Berdampak, inovasi tersebut membuktikan bahwa integrasi keilmuan di bidang teknologi informasi, sains data, dan analitika dapat menghasilkan gagasan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan.
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Mahasiswa ITK Gagas Pemanfaatan Gas Metana TPAS Manggar sebagai Energi Alternatif Berkelanjutan
Dari Sampah Menjadi Energi: Mahasiswa ITK Rancang Solusi Waste-to-Energy Berkelanjutan
Mahasiswa ITK Hadirkan Inovasi Aquaponik di P4S ABAS Farm, Wujud Kampus Berdampak bagi Masyarakat
Inovasi Aquaponik Mahasiswa ITK Dorong Pertanian Terpadu yang Berkelanjutan
Rektor ITK Jadi Narasumber Webinar IndoMS Wilayah Kalimantan