Di tengah riuhnya pelaksanaan UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) 2025, terselip kisah inspiratif dari salah satu peserta yang mencuri perhatian karena keteguhan hatinya. Ia adalah Novely Adelia Hosea, siswi dari SMAN 5 Balikpapan, yang mengikuti tes di lokasi ITK Balikpapan sebagai bagian dari perjuangannya meraih pendidikan tinggi.
Kisah perjuangan Novely bermula sekitar bulan Januari 2025. Sepulang sekolah, dalam kondisi hujan, ia mengalami kecelakaan di Gang PLN, MT Haryono, tak jauh dari SPBU. Saat itu, ia tersenggol oleh pengendara motor dan terjatuh, menyebabkan cedera serius yang mengharuskannya menjalani operasi pada Januari 2025.
Pascaoperasi, Novely harus melalui masa terapi fisik yang cukup panjang. Hingga kini, ia masih dalam proses pemulihan dan belum bisa menekuk kakinya secara optimal, terutama ketika menaiki tangga. Meski begitu, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap hadir dan mengikuti UTBK.
Ketika ditanya apakah ada kesulitan selama pelaksanaan ujian, Novely menjawab dengan lugas,
“Tidak ada kendala sama sekali, cuma nggak bisa nekuk kaki kalau mau naik tangga.”
Persiapan UTBK yang dilakukannya terbilang konsisten. Ia mulai mengikuti les sejak masa ujian sekolah, berusaha tetap fokus meski dalam kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya.
Kisah Novely menjadi cermin semangat tak tergoyahkan. Di tengah keterbatasan fisik dan rasa sakit, ia tetap melangkah pasti menuju cita-cita. Semangatnya adalah pesan bagi kita semua bahwa ketekunan, keberanian, dan tekad mampu membawa seseorang menembus batas — baik itu batas tubuh maupun tantangan kehidupan.
Semoga perjuangan Novely menjadi inspirasi bagi banyak pelajar lainnya yang tengah menghadapi ujian besar dalam hidupnya.
Mahasiswa Statistika ITK Raih Best Infografis di MATICS Universitas Hasanuddin
Best Infografis di MATICS Universitas Hasanuddin
Perjalanan Karier Dandy Saputra Menuju Supervisor Site Readiness di Hulu Energi
Trash Boom Berbasis Pemberdayaan SPI, Inovasi ITK untuk Penanggulangan Sampah Pantai Berkelanjutan
Program Trash Boom berbasis pemberdayaan SPI oleh Institut Teknologi Kalimantan menghadirkan inovasi sederhana dan berkelanjutan untuk menanggulangi sampah pantai melalui teknologi tepat guna dan penguatan kapasitas masyarakat pesisir.