Detail Berita

REPLASTO, Inovasi Sosial Mahasiswa ITK Sulap Botol Oli Bekas Menjadi Produk Bernilai Guna

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 20 Juli 2026 7.49 69 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan - Limbah botol oli bekas yang selama ini sering dianggap tidak memiliki nilai, kini dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Melalui program Inovasi Sosial REPLASTO, mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) bersama mitra Bank Sampah Sekolah Pantai Indonesia (SPI) Balikpapan mengembangkan pemanfaatan limbah plastik HDPE menjadi meja dan tatakan gelas.

Program ini dilaksanakan di Bank Sampah SPI Balikpapan yang berlokasi di SMKN 5 Balikpapan, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur. Kegiatan melibatkan dosen pembimbing Dr. Eng. Yunita Triana, mahasiswa lintas program studi, serta masyarakat sebagai mitra dalam proses pengumpulan dan pengolahan limbah.

Salah satu mahasiswa yang terlibat, Marles Paelongan dari Program Studi Teknik Kimia angkatan 2023, menjelaskan bahwa proses produksi dimulai dari pengumpulan botol oli bekas, pemilahan, pemotongan, pencucian, hingga pencacahan plastik. Material yang telah bersih kemudian dilelehkan menggunakan metode hot press dan dicetak menjadi produk baru yang memiliki nilai guna.

Menurut Marles, keterlibatannya dalam REPLASTO menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu perkuliahan dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan secara langsung.

“Saya mengikuti kegiatan ini untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di perkuliahan dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan limbah plastik. Saya juga ingin menambah pengalaman bekerja dalam tim multidisiplin dan berkontribusi menghasilkan produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Tidak hanya menghasilkan produk, REPLASTO juga membawa pesan penting mengenai penerapan ekonomi sirkular. Limbah plastik tidak berhenti sebagai sampah, tetapi diproses kembali menjadi barang yang dapat digunakan. Pendekatan ini membantu mengurangi penumpukan limbah sekaligus membuka peluang pengembangan produk ramah lingkungan berbasis komunitas.

Bagi mahasiswa, program ini menjadi ruang belajar di luar kelas. Mereka tidak hanya mempelajari aspek teknis pengolahan material, tetapi juga membangun kemampuan bekerja sama, berkomunikasi dengan masyarakat, serta memahami kebutuhan mitra secara langsung.

Hasil inovasi REPLASTO turut diperkenalkan dalam Expo Inovasi Sosial ITK 2026. Pameran tersebut menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat diselesaikan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat.

Marles berharap program serupa dapat terus dikembangkan agar manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga karena saya dapat terlibat langsung dalam proses pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Semoga REPLASTO dapat terus dikembangkan dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk menerapkan pengelolaan limbah secara berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui REPLASTO, ITK menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu dimulai dari teknologi yang rumit. Dari botol oli bekas, lahir produk baru, pengalaman belajar, serta gerakan kecil yang memberi dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. ITK Berdampak, dari Bumi Etam untuk Nusantara.

Berita Terbaru

Example_News.webp Beasiswa
Example_News.webp Karir

MagangHub Kemnaker 2026 Dibuka, Fresh Graduate dan Alumni ITK Jangan Lewatkan Kesempatannya

Fresh Graduate dan Alumni ITK Jangan Lewatkan Kesempatannya

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak

REPLASTO, Inovasi Sosial Mahasiswa ITK Sulap Botol Oli Bekas Menjadi Produk Bernilai Guna

Mahasiswa ITK Sulap Botol Oli Bekas Menjadi Produk Bernilai Guna

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami