Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan melalui program KKN Kelompok 7E ITK menyaksikan secara langsung, live promosi dan membuat inovasi “Digitalisasi keindahan Alam Goa Tapak Raja di Desa Wono Sari yang  dekat dengan IKN di PPU”.

Tim KKN Kelompok 7E ITK melakukan Studi Alam Goa Tapak Raja yang terletak di Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tepatnya di Desa Wonosari, kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Sabtu (12/06/2022) kemarin. Tim KKN ini terdiri dari, Glen Zacharias, Muhammad Fadhli, Rahayu Eka Pratiwi, Ricky Subarja, Yanuar Fabien, Febriana. Salman Setiawan, dan Zulfikar Ahmad Komari. Mereka dibawah bimbingan langsung Bapak Syalam Ali Wira Dinata Simatupang, S.Si., M.Si. (Prodi Statistika JMTI ITK) dan Abdul Mujib S, M.Pd.I. (Dosen Prodi Teknik Sipil JTSP ITK).

Keberadaan Obyek Pariwisata adalah untuk menopang  kegiatan pariwisata baik itu obyek wisata alam, wisata bahari maupun wisata Budaya lokal. Semangat Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, Kepala Desa dan masyarakat dalam mendorong kepariwisataan tempatan perlu di dukung dari berbagai aspek agar tercipta kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Sejalan dengan program Tim KKN ITK Kelompok 7E melalui program Digitalisasi Exotic Goa Tapak Raja  seperti pembuatan konten video Youtube, IG dan Tiktok Wisata Alam Goa Tapak Raja yang dirancang untuk mengajak pecinta alam untuk sadar wisata lokal dalam mendukung percepatan pariwisata yang maju dan berkembang. Selain itu sumber daya masyarakat setempat, pelaku ekonomi kreatif, tokoh adat dan pokdarwis lokal adalah elemen yang sangat penting dalam program ini.

Gambar 1. Pintu Utama Lokasi Goa Tapak Raja

Menurut Kepala Desa Wono Sari Kasiyono kepada Tim KKN Kelompok 7E ITK mengatakan goa Tapak Raja ini telah ada sejak ratusan tahun bahkan mungkin sudah ribuan tahun lalu, dan lokasi ini juga sering di gunakan untuk ritual Belian oleh tokoh adat setempat. Namun demikian, ia bersama warga sudah memiliki keinginan untuk mengembangkannya dalam bentuk paket wisata, karena disadari bahwa sektor pariwisata alam merupakan kekayaan yang tidak akan habis asal selalu dijaga. Belum lama ini juga pemerintah desa setempat mengadakan Tasyakuran Ketupat dalam rangka Pembukaan Wisata Goa Batu Tapak Raja dengan tema “menyongsong IKN untuk menjadikan desa yang mandiri, tertata dan Inovatif (MANTAP) (Sabtu, 28/05/2022)”.  Tim KKN Kelompok 7E ITK juga menemukan etika saat memasuki lokasi Goa.

Hasil observasi Tim KKN Kelompok 7E ITK di lokasi Goa Tapak raja terdapat antara lain:

  1. Tapak kaki seperti tapak Raja yang sangat unik pada permukaan dalam Goa.
  2. Terdapat tanaman asli Kalimantan dan pepohonan besar di sekitar lokasi Goa.
  3. Banyaknya kalelawar yang bermukim dalam Goa yang gelap.
  4. Dalam Goa terdapat bongkahan-bongkahan alami, lorong-lorong Goa dan sangat mistis sering di jadikan ritual budaya dan adat.
  5. Terdapat Danau dalam Goa yang aksesnya sangat sulit di tempuh oleh pendatang.
Gambar 2. Tapak Raja (Permukaan Atas)

Lokasi di dalam Goa tersebut cukup begitu luas serta sangat magic untuk mengelilingi atau melihat lebih dalam Goa tersebut. Namun, tidak banyak pengunjung yang mengetahui  wisata alam tersebut di karenakan media sosial dan berbagai konten yang membahas atau meneliti tentang Wisata Goa tersebut masih perlu di akselerasi dari sisi natularnya.

Pesan dan harapannya “Tim KKN Kelompok 7E ITK” sebagai pelaku PKM  Tahun 2022 ialah  semoga Pihak Disbudpar PPU, Akademisi, Tokoh masyarakat dan Tokoh Adat atau masyarakat lokal juga turut membantu untuk melakukan promosi baik dengan akselerasi media sosial, seperti youtube, instagram,tiktok dll dapat menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.Diharapkan kepada pengunjung harus tetap menjaga akhlak, etika dan moral saat berada di lokasi Goa Tapak Raja dengan tidak merusak apalagi melakukan tindakan coret-mencoret dinding Goa Tapak Raja Wono Sari serta berniat baik terhadap alam sekitarnya.

Humas Institut Teknologi Kalimantan

#KampusMerdeka

Bagikan Yuk :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •