DISKUSI PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA KE KALIMANTAN TIMUR

Balikpapan – Kementerian Kajian Strategis (KASTRAT) Kabinet Aspirasi Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali mengadakan kajian kali ini dengan tema “Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur” dalam acara rutin Kastrat Berdiskusi (KASKUS 2.0).

Mahasiswa berhasil menghadirkan 4 narasumber utama diantaranya Yohana Tiko dari Departemen GIS dan WKR Eksekutif Daerah WALHI Kaltim, Hadi Saputro, SE., MT selaku Sekretaris BAPPEDA Penajam Paser Utara (PPU), Ir. Gatot Swi Darmo Eko, S.T., M.T selaku perwakilan BALITBANG Balikpapan dan Farid Nurrahman, S.T., M.Sc sebagai Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Kalimantan.

Acara yang di moderatori oleh Hanin selaku Staf Kajian Strategis ini membahas mengenai isu terkini  pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur. Menurut sekretaris BAPPEDA PPU, dalam perencanaan pemindahan ibu Kota ke Kaltim telah dilakukan perhitungan jumlah perpindahan masyarakat dan pemerintah pusat harus menyediakan lahan minimal 40.000 H. (13/09)

“Langkah pertama mengevaluasi, dikhawatirkan kebutuhan pokok, kalau dari pemerintah daerah menunggu pemerintah pusat, kalau kita hanya sebagai penonton, sampai kapanpun akan menjadi penonton, pemindahan ibukota dimulai dari gubernur awang faroek untuk meyakinkan Kalimantan timur untuk menjadi ibukota” Terang Gatot Swi Darmo Eko.

Sementara pihak WALHI menyatakan dalam pemindahan Ibu Kota tidak ada yang bisa memastikan bahwa bisnis akan pindah juga, semakin banyak urbanisasi maka dampak ekologis, deforestasi, daya tahan tampung sampah, pencemaran air, keanekaragaman hayati berkurang akibat dari pembukaan lahan dan pembangunan.

Farid Nurrahman mengajak kepada mahasiswa ITK untuk mempersiapkan diri menyambut pemindahan Ibu Kota dengan menjadi lulusan yang berkualitas dan siap kerja.

ZTN|Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *