Dosen ITK Memberikan Pelatihan Ecobrick bagi Masyarakat Pesisir Pantai

Bersama PLN, ITK Lakukan Susur Pantai
04/09/2019
DIBUKA PENDAFTARAN TOEFL ITP ITK
04/09/2019
Tunjukkan semua

Dosen ITK Memberikan Pelatihan Ecobrick bagi Masyarakat Pesisir Pantai

Balikpapan – 14 Agustus 2019 Pukul 12.00, Tim Ecobrick, Institut Teknologi Kalimantan yang diketuai oleh Chandra Suryani R., Dosen Teknik Lingkungan, tiba di RT 1 Kelurahan Damai, kota Balikpapan. Tim ecobrick yang beranggotakan Budiani Fitria Endrawati dan Bayu Nur Abdallah, Dosen Teknik Industri, akan melakukan pelatihan pembuatan ecobrick bagi warga pesisir pantai RT 1, Kelurahan Damai. Tim ecobrick ini juga dibantu oleh beberapa mahasiswa – mahasiswi ITK yaitu: Tamamia H. Saputri ( Teknik Material dan Metalurgi), Khusnul Qariah (Teknik Informatika), Mayang Ramadani (Teknik Informatika), Melia Mehinda (Teknik Industri), Riski (Teknik Industri) dan Andi M. Fatahillah (Teknik Lingkungan).

Pukul 13.00, masyarakat RT 1, yang mayoritas diwakili oleh ibu-ibu, mulai ramai berdatangan ke lahan kosong di samping posyandu RT 1, sambil membawa botol plastik kosong. Ibu RT 1, ibu Asniah, Hadir dengan membawa tumpukan sampah plastik yang kebanyakan merupakan bekas kemasan minuman serbuk.

Tepat pukul 13.15 acara dimulai dengan pembukaan dari ketua tim, Chandra Suryani. Setelah itu kegiatan langsung dilanjutkan dengan penjelasan mengenai apa itu ecobrick dan bagaimana cara membuatnya. Dikarenakan keterbatasan listrik yang ada di lokasi, penjelasan dilakukan dengan pemberian contoh secara langsung, serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif secara langsung mempraktekkan pembuatan ecobrick.

 

 

Setelah penjelasan dianggap cukup dan masyarakat paham apa itu ecobrick dan bagaimana cara membuatnya, dilakukan pembagian tim. Tim dibagi menjadi 3 kelompok, dimana setiap kelompok beranggotakan 10 orang. Setelah tim terbagi, alat dan bahan yang terdiri dari baskom yang berisi sampah plastik, tongkat kayu dan gunting, mulai didistribusikan ke masing – masing kelompok. Dalam satu kelompok, diadakan pembagian tugas kembali. Ada yang bertugas sebagai pencacah sampah plastik, dan ada yang bertugas memasukkan sampah plastik ke dalam botol, untuk kemudian dimampatkan. Sembari menunggu sampah plastik dicacah menggunakan gunting, tim menyebarkan questionnaire kepada peserta. Questionnaire ini bertujuan sebagai indikator pencapaian pemahaman masyarakat mengenai ecobrick setelah mendapatkan pelatihan ini.

Untuk melepas penat setelah bekerja membuat ecobrick, tim ecobrick membagikan doorprize kepada 3 peserta yang beruntung. Setelah tim ibu-ibu pulang ke rumah masing-masing, pelatihan ecobrick dilanjutkan dengan peserta pemuda – pemuda RT 1. Acara ditutup pukul 18.00.

CSR | Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *