Pernahkah terpikir bahwa biji karet yang sering dianggap limbah ternyata bisa disulap jadi es krim lezat? Bukan sekadar camilan manis, es krim ini disebut mellorine dan mengandung protein nabati tinggi yang baik untuk tubuh.
Selama ini, biji karet hanya berakhir sebagai limbah perkebunan tanpa nilai tambah. Padahal, penelitian menunjukkan biji karet memiliki kandungan protein nabati sebesar 14–34 %. Sejalan dengan UU Pangan No. 18/2012, setiap inovasi pangan baru wajib melalui uji keamanan, standar gizi, hingga jaminan mutu. Hal ini membuka jalan bagi diversifikasi pangan lokal yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Namun, mengolah biji karet menjadi es krim bukan perkara mudah. Tantangan utamanya terletak pada rasa getir khas biji karet dan kandungan HCN (hidrogen sianida) yang berbahaya bagi tubuh. Di sinilah peran sains bekerja melalui perendaman dan perebusan dalam waktu tertentu, kadar HCN berhasil ditekan hingga di bawah ambang aman < 1 mg/kg.
Untuk mendapatkan tekstur es krim yang lembut, biji karet kemudian diformulasikan bersama bahan tambahan seperti susu skim, gula, dan CMC (carboxymethyl cellulose). Dari berbagai percobaan, kombinasi terbaik ditemukan pada rasio air dan biji karet 3:1. Percobaan tersebut menghasilkan Es krim mellorine dengan kandungan protein dan lemak yang lebih tinggi, sehat sekaligus memanjakan lidah.
Inovasi yang dilakukan oleh Ir. Jefri Pandu Hidayat, S.T., M.T., IPP, dosen Teknik Kimia ITK, Kepala PUI-PT Agrotropikal Kalimantan (A-KAL) bersama dengan mahasiswa Farah Iffatur Rizqy ini tidak hanya soal menciptakan es krim unik, namun menjawab dua tantangan besar yaitu mengurangi limbah perkebunan dan menghadirkan alternatif pangan nikmat bergizi tinggi.
Biji karet yang dulu dipandang sebelah mata kini berpotensi jadi bintang baru dalam inovasi pangan lokal. Inilah bukti bahwa dengan ilmu dan kreativitas, sesuatu yang dianggap beban bisa berubah menjadi berkah.
Pemanfaatan biji karet untuk es krim mellorine adalah langkah berani menuju masa depan pangan yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan. Mari dukung riset lokal dan terus melihat potensi besar yang ada di sekitar kita karena siapa sangka, limbah hari ini bisa jadi makanan favorit esok.
Program Pendidikan Kebanksentralan ITK 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Program Pendidikan Kebanksentralan ITK 2026 Resmi Dibuka
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kepala IBT ITK Hadiri Campuspreneur Kemendag
ITK Buka 25 Program Studi dengan 1.307 Kursi pada SNBT-UTBK 2026
ITK Buka 25 Program Studi SNBT-UTBK 2026