Dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perikanan dan mengatasi masalah limbah, praktikum pembuatan kue cookies dengan penambahan tepung tulang ikan bandeng bersama Program Studi Teknologi Pangan mata kuliah Teknologi Hasil Perairan (Dosen Pengampu : Gevbry Ranti Ramadhani Simamora, S.Pi., M.Si ). Praktikum ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa, tetapi juga memberikan solusi terhadap permasalahan limbah yang dihasilkan dari industri perikanan, serta berkontribusi dalam peningkatan gizi masyarakat.
Tulang ikan bandeng sering kali dianggap sebagai hasil samping setelah dagingnya diambil untuk konsumsi. Namun, melalui proses pengolahan yang tepat, tulang ini dapat diubah menjadi tepung yang kaya akan nutrisi. Tepung tulang ikan bandeng dibuat dari tulang murni yang dikeringkan, kemudian dihaluskan dengan grinder dan disaring hingga menjadi bubuk halus yang siap digunakan.
Kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi dalam tulang ikan bandeng menjadikannya bahan baku yang sangat berpotensi untuk meningkatkan nilai gizi makanan. Hal ini sangat relevan dalam konteks masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat, seperti osteoporosis dan stunting. Dengan memasukkan tepung tulang ikan bandeng ke dalam produk makanan seperti cookies, kita dapat membantu meningkatkan asupan kalsium, terutama bagi anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Praktikum ini menghasilkan dua jenis cookies, savory cookies dan chocolate cookies. Cookies yang dihasilkan dari praktikum ini tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi. Penambahan tepung tulang ikan bandeng meningkatkan kandungan kalsium dan fosfor yang sangat penting bagi kesehatan tulang. Dengan menyajikan makanan yang lebih bergizi, diharapkan dapat membantu mengurangi risiko osteoporosis dan stunting di kalangan masyarakat.
Praktikum pembuatan savory dan chocolate cookies dengan penambahan tepung tulang ikan bandeng merupakan langkah inovatif dalam memanfaatkan hasil samping perikanan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, tetapi juga menyumbangkan solusi terhadap masalah kesehatan yang mendesak. Dengan demikian, penting untuk terus mengembangkan dan menerapkan teknologi hasil perairan dalam bentuk yang lebih bermanfaat dan berkelanjutan.
Program Pendidikan Kebanksentralan ITK 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Program Pendidikan Kebanksentralan ITK 2026 Resmi Dibuka
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kepala IBT ITK Hadiri Campuspreneur Kemendag
ITK Buka 25 Program Studi dengan 1.307 Kursi pada SNBT-UTBK 2026
ITK Buka 25 Program Studi SNBT-UTBK 2026