Investasi saham di sektor pertambangan semakin menarik perhatian seiring pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Namun, di tengah peluang tersebut, investor kerap dihadapkan pada tantangan utama berupa fluktuasi pasar dan keputusan emosional. Isti Kamila, M.Si., melalui penelitiannya, menegaskan bahwa musuh terbesar dalam investasi bukan hanya pergerakan pasar, melainkan ketakutan dan keserakahan investor itu sendiri.
Peningkatan investasi pertambangan di Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga IKN mendorong minat investor terhadap saham sektor energi. Namun, volatilitas harga saham yang tinggi berpotensi menimbulkan risiko kerugian finansial. Menurut Isti Kamila, M.Si., kondisi ini menuntut investor untuk tidak hanya mengandalkan intuisi, tetapi juga memanfaatkan pendekatan analitis berbasis data dalam pengambilan keputusan investasi.
Dalam penelitiannya, Isti Kamila, M.Si. menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) untuk menilai kinerja saham serta Double Exponential Smoothing (DES) untuk meramalkan pergerakan harga saham. Hasil evaluasi DCF menunjukkan bahwa emiten ABMM dan BUMI tergolong undervalued sehingga memberikan sinyal beli, sementara BYAN berada pada kondisi overvalued yang mengindikasikan sinyal jual.
Dari sisi peramalan harga menggunakan DES dengan tingkat akurasi tinggi (MAPE < 10%), ditemukan perbedaan tren pergerakan saham. BUMI dan BYAN menunjukkan tren kenaikan, sedangkan ABMM justru mengalami tren penurunan. Temuan ini menyoroti karakteristik unik ABMM yang secara fundamental dinilai murah, namun secara tren jangka pendek menunjukkan pelemahan harga.
Isti Kamila, M.Si. menjelaskan bahwa kondisi tersebut memiliki implikasi berbeda bagi setiap tipe investor. Bagi investor jangka panjang, saham dengan nilai undervalued seperti ABMM dapat menjadi peluang akumulasi di harga diskon dengan harapan harga akan kembali ke nilai intrinsiknya. Sebaliknya, bagi trader yang mengandalkan momentum, tren penurunan merupakan sinyal risiko yang perlu dihindari.
Melalui hasil kajiannya, Isti Kamila, M.Si. menekankan pentingnya penggunaan metode analisis yang andal dalam menghadapi dinamika pasar saham, khususnya di sektor pertambangan yang terdampak langsung oleh pembangunan IKN. Pemanfaatan data historis dan model peramalan dinilai mampu membantu investor mengambil keputusan yang lebih rasional dan terukur.
Menghadapi peluang besar di sektor pertambangan, investor diharapkan dapat meninggalkan keputusan berbasis intuisi semata dan mulai mengandalkan pendekatan analitis. Dengan demikian, risiko dapat dikelola secara lebih baik dan tujuan investasi jangka panjang dapat dicapai dengan lebih optimal.
MEDISENSE Raih Semi-Finalist Nasional di BENMAX: Inovasi AI dan IoT untuk Kesehatan Mahasiswa
Inovasi AI dan IoT untuk Kesehatan Karya Mahasiswa ITK
ITK Perkuat Peran Strategis dalam Penguatan IKLN 2026 di Kaltim
Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan Indeks Keamanan Laut Nasional (IKLN) 2026 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan riset Blue Economy guna meningkatkan keamanan ALKI II di Kalimantan Timur.
Pengumuman Penerima Program Gratispol Tahap 1 bagi Mahasiswa Angkatan 2022–2024
Pengumuman Penerima Program Gratispol