Gedung Perkuliahan Terpadu ITK 2019

ITK News- Institut Teknologi Kalimantan (ITK) merupakan Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) yang diresmikan pada 6 Oktober 2014 melalui Perpres No. 125 Tahun 2014. Pembangunan gedung ITK dimulai pada tahun 2012 dengan total lahan yang direncanakan seluas 300 Ha yang di dalamnya terdapat 5 cluster fakultas. Berdasarkan dokumen masterplan pembangunan Gedung ITK, di masing – masing cluster terdiri dari 2 gedung kuliah bersama dan 5 gedung jurusan.

Gedung Perkuliahan F ITK

Sampai saat ini baru 1 cluster fakultas yang dikembangkan dan telah terdapat 2 Gedung Kuliah Bersama yang sudah difungsikan, yang selanjutnya disebut sebagai Gedung A dan B. Dengan dana APBN-P pada 2016 ITK kembali melanjutkan pembangunan 2 Gedung Jurusan yang selanjutnya disebut sebagai Gedung C dan D. Berbeda dengan kedua gedung sebelumnya, Gedung C dan D belum dapat difungsikan dikarenakan kemampuan finansial yang terbatas untuk menyelesaikan pembangunan Gedung Sesuai dengan dokumen perencanaan. Ketidakpastian anggaran sarana prasarana yang diterima oleh ITK atas usulan pembangunan gedung C dan D sebesar Rp 51,5 Milyar, namun APBN perubahan yang cair hanya Rp 10 Milyar per september 2016 yang diperuntukkan untuk mendirikan fondasi gedung C dan D membuat pembangunan tersebut mangkrak. Bertolak belakang dengan jumlah mahasiswa baru yang terus bertambah, maka dibutuhkan tambahan pembangunan gedung baru yang dapat menampung dan mendukung kegiatan perkuliahan di ITK.

ITK adalah salah satu Perguruan Tinggi  Negeri Baru yang mulai pembangunannya cukup lama dan sempat diragukan. Namun ITK tetap optimis dan memiliki kemauan untuk menyelesaikan polemik gedung perkuliahan. Untuk mengakali gedung perkuliahan ITK yang semakin sesak, rektorat mencari dana alternatif dengan ITK mengajukan proposal Hibah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) selain itu proposal juga dikirim kepada Japan International Cooperation Agency (JICA), Asian Development Bank (ADB), dan Hibah Islamic Development Bank (IDB).

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan prinsip syariah. SBSN memberikan  andil yang banyak sekaligus memiliki peran penting dalam pembangunan proyek infrastruktur. Institut Teknologi Kalimantan adalah salah satu dari 7 Perguruan Tinggi Negeri yang menerima dana SBSN. Perguruan Tinggi Negeri yang menerima dana SBSN lainya adalah Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Lampung, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Sembilan Belas November di Kolaka, Universitas Teuku Umar di Aceh, Univesitas Pattimura di Ambon, Politeknik Negeri Fakfak di Papua Barat, dan Universitas Borneo di Tarakan.

Melalui skema pendanaan dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di bawah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)  yang diajukan pada 2018, ITK berhasil mendapatkan sejumlah dana yang digunakan untuk membangun 3 gedung jurusan baru sebagai upaya dalam lanjutan menyelesaikan pembangunan 1 cluster Gedung Pembelajaran Terpadu di Kampus ITK. Ketiga gedung tersebut yang selanjutnya disebut Gedung E,F, dan G yang masing-masing terdiri dari 3 lantai yang harus selesai dalam 200 hari kalender dan nantinya akan digunakan untuk ruang perkuliahan, ruang laboratorium, ruang administrasi, serta ruang dosen. Dana yang dikeluarkan penuh dalam pembangunan ini sebesar Rp 86.641 Milyar yang diperuntukkan sebagai gedung dengan dana sebesar Rp 82,7 Milyar, alat sebesar Rp 1,8 Milyar, Jalan sebesar 600 Juta, MK sebesar Rp 1,4 Milyar dan Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) sebesar Rp 89 Juta.

Sebelah kiri Ibu Nurul Widiastuti, S.Si., M.Si., Ph.D selaku Wakil Rektor bidang Akademik ITK , di tengah Prof. Ir. Budi Santosa Purwokartiko, Ph.D selaku Rektor Institut Teknologi Kalimantan, sebelah kanan Dr. Muhammad Mashuri, M.T. selaku Wakil Rektor Bidang Non-Akademik ITK

Pada 27 November 2019 telah dilaksanakan kunjungan pimpinan ITK ke Gedung Baru. Rektor ITK, Prof. Ir. Budi Santosa Purwokartiko, Ph.D mengatakan bahwa Gedung E, F dan G yang bersumber dari dana SBSN memiliki kualitas yang bagus dan akan membantu ITK dalam memberikan pelayanan  yang baik kepada mahasiswa.

“Adanya gedung ITK yang baru akan membantu ITK memberikan pelayanan yang berkualitas, jadi kita ada banyak ruang untuk perkuliahan, selain itu manfaat lainya adalah sebagai media branding kepada mahasiswa baru, bahwa ITK siap untuk memberikan pelayanan terbaik. Dari berbagai kekurangan yang ada seperti ruang yang menghadap sinar matahari, kami akan berusaha memasang tirai agar mahasiswa menjadi nyaman, kedepanya kita berharap dana SBSN bisa dilanjutkan sehingga membantu PTN baru untuk cepat berkembang” kata Prof. Ir. Budi Santosa Purwokartiko, Ph.D selaku Rektor Institut Teknologi Kalimantan

Wakil Rektor bidang Akademik ITK, Ibu Nurul Widiastuti, S.Si., M.Si., Ph.D, juga berterima kasih kepada SBSN yang telah memfasilitasi  ITK dengan 3 gedung baru yaitu E, F, dan G. Beliau mengatakan bahwa kondisi ketiga gedung sangatlah bagus, baik susunan pembangunan, tata ruang dan kualitas bangunan.  Ibu Nurul Widiastuti, S.Si., M.Si., Ph.D berharap ketiga gedung ini dapat memenuhi kebutuhan fasilitas di ITK khususnya kelas, sehingga ITK bisa lebih berkualitas lagi pembelajarannya dengan support kelas yang sudah memadai sesuai dengan jumlah mahasiswa yang ada di ITK. Beliau berpesan untuk para civitas dan warga ITK untuk tetap menjaga kebersihan gedung ini agar tetap senantiasa nyaman kita gunakan dalam menjalankan aktivitas pembelajaran.

Gedung yang disebut E, F, dan G ini masing-masing berkapasitas 45 kelas yang digunakan untuk program studi baru yang saat ini masih dalam tahap usulan ke Kementerian Pendidikan. Upaya ini untuk menciptakan Sumber Daya Manusia Kalimantan Timur yang unggul dalam lima tahun kedepan dalam rangka menghadapi perpindahan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.  Dr. Muhammad Mashuri, M.T. sebagai Wakil Rektor Bidang Non-Akademik ITK mengatakan semoga dengan fasilitas gedung ITK yang baru ini, ITK bisa berkembang dan semakin maju.

“ini kan proses penggadaan awal periode sekarang,  harapannya ini menjadi bahan evaluasi dalam pembangunan selanjutnya, untuk SBSN dengan hasil seperti ini semoga lebih berjaya lagi, sehingga ITK bisa mendapatkan support anggaran lebih maksimal lagi oleh karena itu, ITK bisa menjadi lebih maksimal untuk pembangunan SDM di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur” Tegas Bapak Mashuri saat diwawancarai oleh Tim Humas ITK.

Bapak Andika Ade Indra Saputra S.T., M.T. selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan Koordinator Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan

Pada 2019 gedung E, F, dan G telah berdiri kokoh di tanah Kalimantan dan harapan selanjutnya ITK akan membangun Laboratorium Terpadu untuk memberikan fasilitas terbaik kepada mahasiswa.  ”Walau kami minim pengalaman, tapi hari ini kami membuktikan apa yang menjadi harapan telah menjadi kenyataan, terima kasih SBSN berkah pendidikan di bumi Kalimantan” Tegas Bapak Andika Ade Indra Saputra S.T., M.T. selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan Koordinator Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan

Tim Humas|KNK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *