Balikpapan - Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025/2026 kembali menunjukkan dinamika persaingan yang menarik di Fakultas Rekayasa Industri. Tiga program studi unggulan, yakni Rekayasa Keselamatan, Teknologi Pangan, dan Teknik Kimia, memperlihatkan pola peminat dan peluang masuk yang berbeda pada jalur SNBP, SNBT, dan SUMMIT. Analisis data peminat, mahasiswa diterima, serta daftar ulang memberikan gambaran objektif bagi calon mahasiswa yang ingin merencanakan strategi pendaftaran berbasis data.
Program Studi Rekayasa Keselamatan menjadi salah satu prodi yang diminati dengan jumlah peminat yang signifikan. Pada jalur SNBP, tercatat 388 peminat bersaing untuk 25 kursi yang tersedia, dengan 25 mahasiswa melakukan daftar ulang. Jalur SNBT menunjukkan lonjakan minat dengan 516 peminat, 70 diterima, dan 65 daftar ulang. Sementara jalur SUMMIT diikuti 157 peminat, hanya 10 yang diterima, menandakan seleksi yang cukup ketat. Data ini menegaskan posisi Rekayasa Keselamatan sebagai prodi unggulan bagi calon mahasiswa yang tertarik pada keselamatan industri dan rekayasa sistem proteksi.
Program Studi Teknologi Pangan menunjukkan pola persaingan yang lebih seimbang. Pada jalur SNBP, tercatat 148 peminat untuk 40 kursi, dengan 32 melakukan daftar ulang. Jalur SNBT diikuti 135 peminat, 63 diterima, dan 53 daftar ulang, sedangkan jalur SUMMIT diikuti 32 peminat dengan 8 mahasiswa diterima. Angka ini menunjukkan peluang yang cukup realistis bagi calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang pengolahan pangan, teknologi laboratorium, dan inovasi produk makanan.
Teknik Kimia mempertahankan daya tarik stabil di seluruh jalur seleksi. Jalur SNBP diikuti 156 peminat dengan 55 diterima dan 55 daftar ulang. Jalur SNBT menunjukkan 137 peminat bersaing untuk 55 kursi, dengan 51 melakukan daftar ulang. Jalur SUMMIT diikuti 41 peminat, 14 diterima. Tingginya peminat di jalur SNBP dan SNBT menunjukkan bahwa Teknik Kimia tetap menjadi pilihan utama calon mahasiswa yang tertarik pada laboratorium, proses kimia industri, dan riset material.
Secara keseluruhan, data SNPMB 2025/2026 di Fakultas Rekayasa Industri menegaskan variasi tingkat persaingan antar jurusan. Rekayasa Keselamatan menonjol dengan jumlah peminat tinggi, sedangkan Teknologi Pangan menawarkan peluang masuk yang relatif stabil. Teknik Kimia menampilkan minat yang konsisten, ideal bagi calon mahasiswa yang mencari jurusan serbaguna. Pemahaman terhadap data ini diharapkan membantu calon mahasiswa menyusun strategi pendaftaran yang tepat, seimbang antara minat dan peluang diterima.
Persaingan SNPMB 2026 di Jurusan Teknologi Industri : Membaca Peluang Prodi Teknik Berbasis Data
Persaingan SNPMB 2026 di Jurusan Teknologi Industri
Revolusi Solder Ramah Lingkungan: Tin-Zinc Solder untuk Masa Depan Industri Elektronik Indonesia
Pengembangan Tin-Zinc Solder berbasis paduan Sn–Cu–Zn–Ag menjadi solusi inovatif bebas timbal yang aman, andal, dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing industri elektronik Indonesia.
Pengumuman Resmi Pengisian Tracer Study Alumni ITK Lulusan Tahun 2024
Tracer Study Alumni ITK Lulusan Tahun 2024