Detail Berita

Mahasiswa ITK Dorong Pengelolaan Sampah Plastik melalui EcoBrick di Masjid Miftakhul Huda

Humas ITK 2 Juni 2026 8.14
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan — Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui program PKM BIMA bertajuk “Inovasi EcoBrick Remaja Masjid Miftakhul Huda: Keberlanjutan Balikpapan sebagai Kota Penyangga IKN”, mahasiswa ITK menghadirkan solusi sederhana dalam mengurangi sampah plastik di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini diketuai oleh Anesya Mahera Sari, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital ITK angkatan 2022, dengan dosen pembimbing Arief Nugraha Pontoh, S.T., M.Eng. dari Program Studi Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan. Program ini dilaksanakan di Masjid Miftakhul Huda KM 8, Balikpapan Utara, dengan melibatkan remaja masjid sebagai mitra utama.

Program pengabdian ini berfokus pada pengolahan sampah plastik menjadi EcoBrick, yaitu teknik pemanfaatan botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik nonorganik hingga dapat digunakan kembali sebagai produk bernilai guna. Melalui inovasi ini, sampah plastik yang sebelumnya tidak terkelola dengan baik dapat diubah menjadi material ramah lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat dan remaja masjid mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik. Selanjutnya, peserta mendapatkan pelatihan langsung dalam proses pembuatan EcoBrick, mulai dari pemilahan sampah, pembersihan plastik, pemotongan, hingga pemadatan ke dalam botol. Program ini juga dilanjutkan dengan penerapan proyek percontohan di lingkungan masjid serta pendampingan dan evaluasi agar kegiatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sebagai ketua kegiatan, Anesya menyampaikan bahwa program ini berangkat dari kepeduliannya terhadap permasalahan sampah plastik yang masih ditemukan di sekitar lingkungan masjid. Menurutnya, EcoBrick menjadi solusi sederhana yang dapat dilakukan bersama dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

“Saya mengikuti kegiatan pengabdian ini karena melihat langsung masalah sampah plastik di sekitar masjid yang masih belum tertangani dengan baik. Saya ingin ikut berkontribusi memberikan solusi sederhana yang bisa dilakukan bersama, seperti pembuatan EcoBrick,” ujar Anesya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena mahasiswa dapat belajar langsung bersama masyarakat, berbagi pengetahuan, serta melihat dampak nyata dari program yang dijalankan. Selain mengurangi sampah, kegiatan ini juga mendorong remaja masjid untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memiliki keterampilan yang bermanfaat.

“Kegiatan ini memberi pengalaman langsung dalam mengatasi masalah sampah dan bekerja bersama masyarakat. Saya jadi lebih paham bahwa pengelolaan sampah yang sederhana tetap dapat memberikan dampak apabila dilakukan secara konsisten,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, ITK menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang hadir tidak hanya dalam ruang akademik, tetapi juga dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Program EcoBrick di Masjid Miftakhul Huda menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan peran Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara.

Dengan semangat ITK Berdampak, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak masyarakat, sehingga kesadaran lingkungan dapat tumbuh serta memberikan manfaat jangka panjang bagi sekitar.

Berita Terbaru

Example_News.webp Pengumuman

ITSF Buka Program Research Grant dan Science & Technology Award Tahun 2026

Dosen ITK Berpeluang Ikuti Program ITSF ke-33 Tahun 2026

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak

Mahasiswa ITK Dorong Pengelolaan Sampah Plastik melalui EcoBrick di Masjid Miftakhul Huda

Mahasiswa ITK Hadirkan Inovasi EcoBrick untuk Pengelolaan Sampah Plastik di Balikpapan

Example_News.webp Penelitian dan Pengabdian

Taman Kota: Obat Alami untuk Stres Warga Balikpapan

Penelitian ini mengungkap potensi taman kota sebagai ruang restoratif yang membantu mengatasi stres akibat tekanan kehidupan perkotaan.

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami