Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dengan bangga mengumumkan bahwa sebanyak 37 tenaga pendidik dan kependidikan (tendik) serta 2 dosen berhasil lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Gelombang Satu. Pengumuman ini disampaikan setelah hasil tes yang dilaksanakan beberapa bulan lalu diumumkan oleh pemerintah pusat.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi civitas akademika ITK, karena selain menunjukkan kualitas para tenaga pendidik dan kependidikan, juga mengukuhkan komitmen ITK dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan di Kalimantan dan Indonesia pada umumnya.
"Keberhasilan para tendik dan dosen ini adalah bukti nyata kualitas SDM yang dimiliki oleh ITK. Kami sangat mengapresiasi dedikasi mereka yang terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kampus ini,"
Para peserta yang lolos seleksi PPPK ini kini akan melanjutkan proses administrasi untuk penetapan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. ITK berharap, dengan adanya PPPK ini, pengembangan profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan di kampus dapat semakin maksimal, serta memberikan dampak positif bagi mutu pendidikan yang diterima oleh mahasiswa.
Di sisi lain, rektor juga menegaskan pentingnya komitmen berkelanjutan untuk memperkuat sinergi antara tenaga pendidik dan tenaga kependidikan demi mewujudkan visi dan misi ITK yang lebih besar.
Selamat kepada semua yang telah berhasil lolos, semoga dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam dunia pendidikan dan mendukung kemajuan Institut Teknologi Kalimantan ke depan.
Kunjungan SMAN 1 Pasir Balengkong
Fakultas Pembangunan Berkelanjutan ITK Gelar Kegiatan Evaluasi Kinerja dan Penguatan SDM Tahun 2025
Evaluasi Kinerja dan Penguatan SDM
ITK Ikuti Mahasiswa Kaltim Goes to IKN 2025, Perkuat Peran Insinyur Muda Menuju Kaltim Generasi Emas
Institut Teknologi Kalimantan berpartisipasi dalam Mahasiswa Kaltim Goes to IKN 2025 sebagai wujud komitmen menyiapkan insinyur muda yang berintegritas, kompeten, dan berdaya saing untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara.