Balikpapan – Yosua Anjupaian Situmeang, lulusan Program Studi Teknik Material dan Metalurgi, Fakultas Rekayasa dan Teknologi Industri (FRTI), Institut Teknologi Kalimantan (ITK), menutup perjalanan akademiknya dengan capaian membanggakan. Ia menyelesaikan studi dalam delapan semester dengan IPK 3,85 dan predikat Dengan Pujian, sekaligus menjadi peraih IPK tertinggi di Program Studi Teknik Material dan Metalurgi.
Di balik capaian akademik tersebut, perjalanan kuliah Yosua juga diisi berbagai pengalaman organisasi, kerja praktik di industri, kewirausahaan, hingga riset internasional. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah kesempatan mengikuti Program JST-NEXUS di Saga University, Jepang, dengan fokus pada pengembangan sensor elektrokimia.
Perjalanan Yosua tidak selalu berjalan mudah. Pada masa Tahap Persiapan Bersama (TPB), mahasiswa asal Sumatera Utara ini sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan ritme perkuliahan. Kondisi tersebut justru mendorongnya untuk belajar lebih giat sekaligus aktif mencari pengalaman di luar kelas.
Selama menjadi mahasiswa, Yosua aktif di Himpunan Mahasiswa Teknik Material dan Metalurgi. Ia pernah menjadi staf ahli bidang dalam negeri hingga dipercaya sebagai Kepala Divisi Dalam Negeri.
Pengalamannya kemudian berkembang melalui kerja praktik di PT Bayan dan Sucofindo. Di PT Bayan, Yosua mendapatkan pengalaman terkait welding dan metode inspeksi material, sedangkan di Sucofindo ia mempelajari analisis batubara dengan mengaplikasikan dasar-dasar kimia organik dan kimia analitik yang telah diperoleh selama perkuliahan.
Menurut Yosua, pengalaman tersebut membuat berbagai konsep yang dipelajarinya di Teknik Material dan Metalurgi dapat dipahami lebih nyata melalui penerapannya langsung di lapangan.
Tidak hanya berkutat pada bidang teknik, Yosua juga mengembangkan pengalamannya melalui kewirausahaan. Bersama timnya, ia berhasil memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) melalui usaha Kebone, yang mengembangkan produk kerupuk dengan memanfaatkan limbah ikan bandeng.
Pengembangan usaha tersebut kemudian membawa timnya menjadi finalis KMI Expo. Bagi Yosua, pengalaman itu menjadi kesempatan untuk belajar melihat suatu permasalahan tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan produk bernilai tambah.
Salah satu titik penting dalam perjalanan akademiknya hadir ketika Yosua memperoleh kesempatan mengikuti Program JST-NEXUS di Saga University, Jepang.
Dalam program tersebut, ia mengikuti kegiatan akademik dan penelitian yang berkaitan dengan sensor elektrokimia. Kesempatan tersebut mempertemukannya secara langsung dengan lingkungan akademik internasional sekaligus memperluas pemahamannya mengenai pengembangan riset melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi dan negara.
Yosua juga memperoleh pengalaman akademik bersama lingkungan penelitian di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebelum memperluas jejaring risetnya hingga Jepang.
Kini, setelah menyelesaikan pendidikan dengan IPK 3,85 dan predikat Dengan Pujian, Yosua tengah mencari peluang untuk memasuki dunia kerja. Pada saat yang sama, pengalaman riset di Jepang juga membuka perspektif baginya untuk mempertimbangkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui beasiswa MEXT.
Kepada mahasiswa ITK yang masih menjalani proses perkuliahan, Yosua berpesan agar tidak membandingkan perjalanan diri dengan orang lain.
“Jalan setiap orang berbeda-beda. Ada yang lebih dulu dan ada yang sedikit di belakang. Tetap semangat, terus belajar, dan manfaatkan kesempatan selama menjadi mahasiswa untuk mengembangkan diri serta membawa nama program studi dan ITK lebih jauh.”
Perjalanan Yosua menunjukkan bahwa capaian akademik dapat tumbuh beriringan dengan pengalaman organisasi, industri, kewirausahaan, dan riset. Dari perjuangan beradaptasi di awal kuliah hingga mengembangkan riset sensor elektrokimia di Jepang, setiap proses menjadi bagian penting dalam membentuk langkahnya setelah lulus.
Yosua Anjupaian Situmeang Kembangkan Riset Sensor Elektrokimia melalui Program JST-NEXUS di Saga University Jepang
Lulusan Terbaik Teknik Lingkungan ITK yang Aktif Berorganisasi hingga Riset Limbah Tambang
SERVQUAL Mengungkap Kualitas Layanan Pengujian Beton di Laboratorium Terpadu ITK
Penelitian ITK mengevaluasi kualitas layanan pengujian beton untuk meningkatkan kepuasan pengguna dan mendukung pembangunan infrastruktur yang andal.