BALIKPAPAN – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan The 6th Borneo International Conference (BICAME 2026) pada 16–17 September 2026 di Grand Jatra Hotel Balikpapan.
Mengusung tema “Impactful Innovation: Smart Technologies for Environmental and Economic Resilience”, konferensi internasional ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai inovasi teknologi untuk menjawab tantangan lingkungan, energi, perubahan iklim, dan pembangunan perkotaan.
BICAME 2026 dihadiri peserta dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur, perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, peneliti, mahasiswa, serta pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran peserta dari beragam institusi memperkuat peran konferensi sebagai ruang kolaborasi lintas bidang dan sektor.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pertunjukan tari tradisional, dan laporan Ketua BICAME 2026, Riki Herliansyah, S.Si., M.Stats., Ph.D. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITK, Dr. Eng. Yunita Triana, M.Si., serta sambutan sekaligus pembukaan oleh Rektor ITK, Prof. Dr. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc.
Setelah sesi pembukaan dan foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan tiga keynote speaker yang menghadirkan perspektif mengenai teknologi hidrogen, ketahanan iklim, dan digitalisasi untuk pembangunan kota tangguh.
Keynote pertama disampaikan oleh Prof. Kazuhiro Nogita, Director of the Nihon Superior Centre for the Manufacture of Electronic Materials, School of Mechanical and Mining Engineering, The University of Queensland, Australia. Sesi ini dimoderatori oleh Andi Idhil Ismail, S.T., M.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Rekayasa dan Teknologi Industri (FRTI) ITK.
Melalui materi “Development of Large-Scale Hydrogen Storage and Delivery Solutions”, Prof. Nogita membahas pengembangan teknologi penyimpanan hidrogen berbentuk padat menggunakan metal hydrides. Material berbasis paduan magnesium dinilai berpotensi mendukung penyimpanan hidrogen yang lebih aman, ekonomis, dan efisien untuk skala industri. Inovasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi bersih pada masa depan.
Keynote kedua disampaikan oleh Dr. Syeed SaifulAzry Osman Al-Edrus, Director of the Institute of Ecosystem Science Borneo, Universiti Putra Malaysia Sarawak. Sesi tersebut dimoderatori oleh Happy Aprillia, S.ST., M.T., M.Eng., Ph.D., Kepala UPA Laboratorium Terpadu ITK.
Dalam materi “Engineering Climate Resilience: Bridging Policy, Research and Innovation”, Dr. Syeed menjelaskan pengalaman Malaysia dan Sarawak dalam mengintegrasikan kebijakan, riset, investasi, dan inovasi untuk membangun ketahanan iklim. Ia menekankan bahwa transisi menuju pembangunan rendah karbon memerlukan keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat. Perguruan tinggi berperan penting dalam menghasilkan kajian dan teknologi di bidang energi bersih, pertanian berkelanjutan, jasa ekosistem, pengelolaan limbah, hingga adaptasi berbasis masyarakat.
Keynote ketiga disampaikan oleh Mizan Bustanul Fuady Bisri, Ph.D., Senior Researcher di Asian Disaster Reduction Center dan Senior Lecturer di Kobe University, Jepang. Sesi ini dimoderatori oleh Ariyaningsih, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITK.
Melalui materi “Digitalization for City Resilience Building: Japanese Cities and Relevance for Indonesia”, Mizan membahas pemanfaatan sistem peringatan dini, data perkotaan, dasbor digital, dan teknologi digital twin untuk mendukung pengambilan keputusan serta pembangunan kota tangguh. Belajar dari pengalaman Kobe, ia menekankan bahwa digitalisasi harus tetap inklusif, mudah diakses, dan mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Pendekatan ini dinilai relevan bagi Indonesia, khususnya Kalimantan, seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara yang membutuhkan integrasi data iklim, kesehatan, ekonomi, kebencanaan, dan tata ruang.
Setelah rangkaian keynote, BICAME 2026 dilanjutkan dengan sesi presentasi paralel. Para peserta memaparkan hasil penelitian dan inovasi melalui dua kelompok simposium utama, yaitu Symposium on Applied Mathematics and Engineering Technology (SAMET) serta Symposium on Digital Innovation, Sustainable Design, and Planning (DSP).
Pembahasan dalam sesi paralel mencakup energi terbarukan, penyimpanan energi, kecerdasan buatan, material maju, teknologi pangan dan pertanian, teknologi kelautan, keberlanjutan lingkungan, pengelolaan sumber daya, desain berkelanjutan, ekonomi digital, serta pembangunan perkotaan dan perdesaan. Penghargaan bagi best presenter dan best paper turut menjadi bagian dari penutupan agenda hari pertama.
Pada hari kedua, peserta dijadwalkan mengunjungi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara. Agenda meliputi pengenalan IKN oleh Otorita IKN, kunjungan kawasan, serta eksplorasi dan dokumentasi di Plaza Seremoni dan Taman Kusuma Bangsa.
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung pembangunan kota masa depan Indonesia sekaligus menghubungkan pembahasan konferensi dengan penerapan nyata perencanaan berkelanjutan, teknologi, dan ketahanan perkotaan.
Melalui BICAME 2026, ITK menegaskan perannya sebagai ruang temu ilmu pengetahuan dan kolaborasi internasional dari Kalimantan. Pertemuan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, peneliti, praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan melahirkan kerja sama serta inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan, perekonomian, dan masyarakat.
SPECTA! Untuk Sang Pencipta dan Bumi Etam!
Alumni Teknik Material ITK yang Berkarier sebagai Quality Section Head di Michelin Indonesia
Mahasiswa ITK Perkuat Literasi Finansial Anak Panti melalui Pojok Baca Berdaya di Al-Muhajirin
Mahasiswa ITK Perkuat Literasi Finansial Anak Panti
ITK dan ITS Perkuat Kolaborasi Maritim melalui Seatrans Super Sailing 2026
Kolaborasi ITK dan ITS melalui Seatrans Super Sailing 2026 untuk memperkuat wawasan, jejaring, dan kontribusi generasi muda bagi masa depan industri maritim Indonesia.