Detail Berita

Dosen Berprestasi ITK, Yunita Triana Mengolah Limbah Sawit Menjadi Peluang Energi Masa Depan

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 16 Oktober 2026 10.02 27 kali dilihat
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan – Bagi Dr. Eng. Yunita Triana, penelitian berawal dari keingintahuan dan berkembang melalui kerja bersama. Semangat itu mengantarkan dosen Institut Teknologi Kalimantan (ITK) tersebut meraih Peringkat 1 Capaian Publikasi Ilmiah Terbaik ITK Periode 2025–2026, yang diberikan pada Dies Natalis ke-12 ITK.

Salah satu bidang yang ia tekuni adalah pengembangan material baterai dari limbah tandan kosong kelapa sawit. Bersama tim penelitinya, Yunita menggali peluang pemanfaatan sisa produksi tersebut sebagai bahan elektroda untuk teknologi penyimpanan energi.

Bagi Yunita, penghargaan yang diterimanya merupakan apresiasi terhadap proses panjang yang melibatkan banyak orang.

“Penghargaan ini saya persembahkan sebagai hadiah untuk ITK, tempat saya mengabdi, bertumbuh, dan terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik serta memberikan kontribusi yang semakin bermakna setiap harinya,” ungkapnya.

Menggali Potensi dari Limbah

Selama periode 2025–2026, penelitian Yunita berfokus pada penerapan teknologi elektrokimia untuk sensor medikal, material baterai, dan inhibitor korosi. Pemanfaatan sumber daya lokal serta pengolahan limbah menjadi material bernilai tambah menjadi bagian penting dari pendekatannya.

Dalam pengembangan baterai, tandan kosong kelapa sawit diolah menjadi karbon berpori, kemudian dimodifikasi dengan silika geotermal untuk diteliti sebagai material elektroda. Rangkaian riset tersebut turut menghasilkan prototipe baterai berbentuk pouch cell dan coin cell.

Menurut Yunita, penelitian bidang baterai yang dikerjakan timnya telah menghasilkan empat prototipe, enam publikasi pada jurnal internasional bereputasi, dua buku, sepuluh hak cipta, serta satu paten yang telah diberikan.

Capaian tersebut menjadi bekal untuk melanjutkan pengembangan riset dan membuka peluang pemanfaatan teknologi yang lebih luas.

Ketekunan di Balik Publikasi

Publikasi ilmiah berkualitas membutuhkan lebih dari kemampuan menulis. Yunita dan tim harus memastikan data penelitian lengkap, valid, serta konsisten. Setiap kesimpulan perlu ditopang bukti dan penjelasan ilmiah yang kuat.

Prosesnya berlanjut ketika artikel dinilai oleh editor dan penelaah jurnal. Kritik, penolakan, dan revisi berulang ia pandang sebagai kesempatan untuk memperbaiki penelitian.

Karena itu, Yunita menaruh perhatian pada pembentukan tim yang solid. Tujuan yang selaras, pembagian peran, komunikasi, dan kedisiplinan menjadi fondasi agar penelitian dapat berkembang secara berkelanjutan.

Baginya, keberhasilan publikasi lahir dari budaya belajar yang terus dijaga bersama.

Membagikan Sains kepada Masyarakat

Manfaat penelitian juga ingin ia hadirkan di luar laboratorium. Melalui program Semesta In-Saintek 2026, timnya mengembangkan pengenalan teknologi baterai bagi sekitar 1.600 peserta dari kalangan pelajar dan masyarakat umum.

Kegiatan dikemas melalui School Roadshow, Discovery Day, dan pameran produk teknologi ITK. Peserta diperkenalkan pada prinsip kerja baterai serta dilibatkan dalam aktivitas merangkainya bersama tim peneliti.

Melalui pengalaman tersebut, Yunita berharap teknologi menjadi lebih dekat dan mudah dipahami. Baterai yang digunakan sehari-hari dapat menjadi awal tumbuhnya rasa ingin tahu, kreativitas, dan minat generasi muda terhadap sains.

Prestasi yang Tumbuh Bersama Tim

Di tengah kegiatan penelitian, Yunita juga menjalankan amanah sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITK, dosen, serta Kepala Pusat Riset Elektrokimia.

Ia menjaga produktivitas melalui pengelolaan waktu, pembagian tugas sesuai kompetensi, dan evaluasi berkala. Prinsip Plan–Do–Check–Act diterapkan untuk merencanakan pekerjaan, menjalankannya, memeriksa hasil, lalu melakukan perbaikan.

Pendekatan tersebut memberinya ruang untuk menjalankan tanggung jawab sekaligus mendorong anggota tim mengambil peran dan berkembang.

Kepada dosen muda dan mahasiswa, ia berpesan agar berani memulai dan tetap tekun ketika menghadapi kendala.

“Jangan takut untuk memulai, jangan mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan, dan jangan berhenti belajar hanya karena hasil yang diharapkan belum tercapai,” pesannya.

Bagi Yunita, apresiasi sebagai dosen berprestasi menjadi dorongan untuk melanjutkan pengabdian. Dari pengembangan material baterai hingga edukasi kepada pelajar, ia ingin ilmu yang diperjuangkan bersama tim dapat menjangkau lebih banyak orang.

“Saya percaya, kemajuan ITK tidak dibangun oleh satu atau dua orang, melainkan oleh insan-insan yang mau terus belajar, bekerja bersama, dan memberikan yang terbaik sesuai perannya masing-masing,” tuturnya.

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Berita

Dosen Berprestasi ITK, Yunita Triana Mengolah Limbah Sawit Menjadi Peluang Energi Masa Depan

Yunita Triana Mengolah Limbah Sawit Menjadi Peluang Energi Masa Depan

Example_News.webp Berita
a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami