BALIKPAPAN – Bagi nelayan di kawasan pesisir Manggar dan Teritip, Balikpapan, menjangkau bagan dan keramba apung di tengah laut merupakan aktivitas harian yang penuh tantangan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menghadirkan inovasi perahu bercadik yang ekonomis, mudah diproduksi, dan dirancang laik laut guna menunjang mobilitas serta keselamatan nelayan.
Masyarakat nelayan pesisir Manggar sangat bergantung pada transportasi laut untuk mengakses bagan dan keramba apung sebagai tempat mencari nafkah. Namun, keterbatasan ketersediaan perahu yang layak serta tingginya biaya pengadaan kapal modern menjadi kendala bagi nelayan kecil. Kondisi perairan yang kerap berombak juga membutuhkan sarana transportasi yang memiliki stabilitas baik, tetapi tetap terjangkau dan mudah diproduksi menggunakan material lokal.
Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dan mahasiswa ITK mengembangkan perahu bercadik ganda (double outrigger) sebagai teknologi tepat guna bagi masyarakat pesisir. Perahu ini dirancang menggunakan kombinasi material kayu ulin, kayu meranti, dan pipa sebagai komponen penyeimbang. Pemilihan material serta desain tersebut ditujukan untuk menghasilkan perahu yang ekonomis, mudah dirakit oleh pengrajin lokal, dan memenuhi kebutuhan teknis transportasi di perairan pesisir.
Penggunaan sistem cadik ganda menjadi salah satu keunggulan inovasi ini. Struktur cadik pada kedua sisi perahu berfungsi sebagai penyeimbang untuk meningkatkan stabilitas saat menghadapi gelombang. Berdasarkan data teknis yang disampaikan tim pengembang, sistem tersebut dapat meningkatkan stabilitas melintang perahu hingga 40 persen dibandingkan perahu tanpa cadik. Dengan demikian, perahu diharapkan lebih stabil dan mampu mengurangi risiko terbalik ketika beroperasi di perairan berombak.
Dari sisi rancangan, perahu bercadik ini memiliki panjang keseluruhan (Length Overall/LOA) 6,54 meter dan panjang antara garis tegak (Length Between Perpendiculars/LBP) 6,27 meter. Lebar maksimumnya mencapai 1,1 meter dengan lebar geladak 1 meter. Sementara itu, tinggi lambung hingga geladak dan sarat air desain masing-masing sebesar 0,3 meter. Adapun tinggi keseluruhan hingga batas atas pagar pengaman (railing) mencapai 0,6 meter, dengan nilai displacement atau berat air yang dipindahkan sebesar 2.212 kilogram.
Kehadiran perahu ini diharapkan dapat membantu nelayan menjalankan berbagai aktivitas operasional, mulai dari menjangkau keramba apung, melakukan perawatan, mengangkut peralatan, hingga mendistribusikan hasil tangkapan dari bagan. Selain mendukung mobilitas, desain yang ekonomis juga berpotensi menekan biaya pengadaan dan perawatan sarana transportasi laut bagi nelayan kecil.
Tidak hanya menghadirkan produk teknologi, pengembangan inovasi ini juga disertai dengan pelatihan keselamatan pelayaran bagi masyarakat nelayan. Pembekalan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran nelayan dalam memperhatikan aspek keselamatan saat beraktivitas di laut. Dengan begitu, manfaat inovasi tidak hanya dirasakan dari sisi ketersediaan sarana transportasi, tetapi juga melalui peningkatan pengetahuan masyarakat pesisir.
Inovasi ini dikembangkan oleh tim yang terdiri atas tiga dosen ITK, yaitu Ir. Chris Jeremy Verian Sitorus, S.T., M.T., dari Program Studi Teknik Transportasi Laut; Muhammad Anjas Syam, S.T., M.T., dan Ir. Ahmad Azwar Mas'ud M., S.T., M.T., dari Program Studi Teknik Sistem Perkapalan. Tim juga melibatkan sembilan mahasiswa dari bidang Teknik Perkapalan dan Informatika, yakni Zakaria Rezeki Sinaga, Muhammad Arsyad Azzakir, Ahmad Ashraf, Mohhammad Defan Ramadan, Agung Jeremia Sitorus, Obet Cahyono Sagala, Samuel Leonardo Saputra Purba, Tobangun Allo Toparante, dan Martselino Tegar Barus.
Melalui pengembangan perahu bercadik ini, ITK berupaya menghadirkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa solusi transportasi laut tidak selalu harus berbiaya tinggi, tetapi dapat dirancang secara tepat guna dengan memanfaatkan material lokal dan memperhatikan aspek keselamatan. Harapannya, perahu ini dapat mendukung aktivitas nelayan Manggar dan Teritip agar semakin aman, efisien, dan produktif.
Pererat Kepedulian Sosial, DWP ITK Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-Anak Panti Asuhan Yaumuddin
DWP ITK menggelar bakti sosial di Panti Asuhan Yaumuddin dengan menyalurkan berbagai bantuan sekaligus berbagi kebahagiaan dan mempererat kepedulian sosial bersama anak-anak panti.
Upstream Youth Champs 2026 Hadir di ITK, Buka Wawasan Mahasiswa tentang Karier di Industri Migas
Upstream Youth Champs 2026 Hadir di ITK
ITK Ajukan Kerja Sama dengan Kementerian Transmigrasi untuk Kembangkan Kawasan Transmigrasi Kaltim
ITK Ajukan Kerja Sama dengan Kementerian Transmigrasi