Detail Berita

ITK dan UPR Bergandengan Tangan, Dorong Kampus Kalimantan Menuju Standar Internasional

Humas ITK 21 Mei 2026 8.22
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Palangka Raya — Langkah kolaboratif kembali ditunjukkan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi di Kalimantan. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Universitas Palangka Raya (UPR), ITK menegaskan komitmennya untuk membangun kerja sama strategis dalam penguatan akreditasi internasional, peningkatan kualitas akademik, serta perluasan jejaring riset dan inovasi.

Kegiatan yang dirangkai dengan Workshop “Strategi Sukses Meraih Akreditasi Internasional” ini berlangsung di Universitas Palangka Raya, Palangka Raya, dan dihadiri langsung oleh Rektor ITK, Prof. Dr. rer. nat. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc., bersama jajaran pimpinan ITK. Dari pihak UPR, hadir Rektor Universitas Palangka Raya, Prof. Dr. Ir. Salampak Dohong, MS., IPU., beserta jajaran pimpinan, dekan, ketua jurusan, koordinator program studi, dosen, dan sivitas akademika UPR.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial antarkampus, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman tentang bagaimana perguruan tinggi di Kalimantan dapat bergerak lebih percaya diri menuju pengakuan internasional. ITK hadir membawa pengalaman dalam proses penguatan mutu akademik dan strategi akreditasi internasional sebagai bagian dari upaya membangun budaya mutu yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Rektor ITK menekankan bahwa akreditasi internasional bukan sekadar label atau sertifikat yang dipajang di dinding institusi. Lebih dari itu, akreditasi internasional merupakan kompas mutu yang memastikan proses pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat berjalan sesuai standar global.

“Akreditasi internasional adalah kompas dan jaminan mutu bahwa proses belajar-mengajar, riset, dan pengabdian masyarakat yang kita lakukan telah sejajar dengan universitas-universitas terbaik di dunia,” ujar Prof. Agus.

Menurutnya, tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak lagi dapat dijawab dengan kerja sendiri-sendiri. Perguruan tinggi perlu membuka ruang kolaborasi, saling belajar, dan membangun kekuatan bersama agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Competition is old fashion, collaboration is the future. Kehadiran ITK di UPR bukan untuk menggurui, tetapi untuk berbagi pengalaman, saling belajar, dan bergandengan tangan,” tambahnya.

Penandatanganan MoU antara ITK dan UPR menjadi dasar penting untuk memperluas kerja sama yang lebih konkret. Kolaborasi ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program, seperti penyusunan kurikulum berstandar internasional, penguatan akreditasi AUN-QA, IABEE, dan ASIIN, riset bersama, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan program akademik yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Rektor ITK juga melihat UPR sebagai perguruan tinggi dengan potensi besar, terutama karena memiliki karakteristik wilayah, keilmuan, dan kedekatan dengan isu-isu strategis di Kalimantan. Apabila potensi tersebut dipadukan dengan pengalaman ITK dalam pengembangan teknologi, inovasi, dan internasionalisasi akademik, sinergi kedua kampus diyakini dapat menghasilkan lompatan besar bagi pendidikan tinggi di Borneo.

Workshop ini menjadi semakin penting karena menghadirkan diskusi langsung bersama para pengelola akademik di tingkat fakultas, jurusan, dan program studi. Para peserta diajak untuk melihat akreditasi internasional bukan sebagai beban administratif, melainkan sebagai proses pembenahan menyeluruh terhadap kurikulum, pembelajaran, dosen, mahasiswa, riset, tata kelola, dan dampak institusi kepada masyarakat.

Melalui agenda ini, semangat ITK Berdampak kembali tercermin dalam bentuk yang nyata. ITK tidak hanya membangun kemajuan untuk institusinya sendiri, tetapi juga berbagi pengalaman, membuka ruang kolaborasi, dan ikut mendorong penguatan mutu pendidikan tinggi di kawasan Kalimantan.

Selain kerja sama akademik, kunjungan ITK ke UPR juga mempererat hubungan kekeluargaan antarlembaga. Dharma Wanita Persatuan (DWP) ITK turut melaksanakan sharing session bersama DWP UPR terkait pengalaman pendirian Koperasi DWP Harmoni Sejahtera ITK. Forum ini menjadi ruang berbagi tentang pemberdayaan perempuan, penguatan organisasi, dan pengembangan koperasi sebagai wadah kesejahteraan bersama di lingkungan kampus.

Kehadiran ITK di UPR menjadi bukti bahwa kolaborasi perguruan tinggi tidak hanya berbicara tentang dokumen kerja sama, tetapi juga tentang keberanian untuk saling menguatkan. Dari akreditasi internasional hingga pemberdayaan komunitas kampus, ITK dan UPR menunjukkan bahwa kampus-kampus di Kalimantan memiliki potensi besar untuk tumbuh bersama, berdampak nyata, dan tampil di panggung global.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, ITK dan UPR diharapkan dapat terus memperkuat peran strategisnya dalam mencetak sumber daya manusia unggul, menghasilkan riset yang relevan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan Kalimantan dan Indonesia.

Berita Terbaru

Example_News.webp Kerjasama

ITK dan UPR Bergandengan Tangan, Dorong Kampus Kalimantan Menuju Standar Internasional

MoU ITK–UPR Jadi Langkah Awal Penguatan Akreditasi Internasional dan Riset Bersama

Example_News.webp Prestasi

Mahasiswa ITK Raih Juara 3 LKTI Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan melalui Inovasi Budidaya Lele Lahan Sempit

Mahasiswa ITK Raih Juara 3 LKTI Pertamina lewat Inovasi Budidaya Lele Lahan Sempit

Example_News.webp Alumni

Dari Kompetisi Robot ke Dunia Energi: Kisah Patrik Pulung, Alumni Teknik Elektro ITK di Rolls Royce Solutions Indonesia

Kisah Patrik Pulung, Alumni Teknik Elektro ITK di Rolls Royce Solutions Indonesia

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami