Detail Berita

ITK Gelar ITK Insight 2026, Dorong Pemanfaatan Laboratorium Terpadu untuk Mendukung Kebutuhan Industri

Ulfa Yuvitri 1 September 2026 17.00 27 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan, 1 September 2026 – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Laboratorium Terpadu menyelenggarakan ITK Insight (Instrument, Skill, and Innovative Guidance for Higher Technology) 2026 di Auditorium Gedung Laboratorium Terpadu 1 ITK, Selasa (1/9). Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dalam pemanfaatan teknologi laboratorium untuk menjawab kebutuhan riset, pengujian, serta pengembangan industri.

Kegiatan diikuti oleh peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perusahaan, hingga civitas akademika ITK. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pemanfaatan fasilitas laboratorium dan teknologi pengujian untuk mendukung kebutuhan industri di Kalimantan Timur.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sosialisasi yang disampaikan oleh Ketua Kegiatan, Yudha Prasetyo, S.Pd., Kepala UPA Laboratorium Terpadu Happy Aprillia, S.ST., M.T., M.Eng., Ph.D., serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ITK Ir. Khakim Ghozali, M.MT.

Dalam pengantarnya, Laboratorium Terpadu ITK diperkenalkan sebagai salah satu fasilitas strategis yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, serta layanan pengujian dan jasa bagi berbagai pihak. Laboratorium Terpadu ITK yang diresmikan pada 7 April 2021 tersebut memiliki 47 ruangan laboratorium, melayani praktikum 26 program studi ITK maupun institusi eksternal, serta menyediakan layanan pengujian, penyewaan, dan jasa. Fasilitas tersebut didukung oleh tenaga Pranata Laboratorium Pendidikan yang bersinergi untuk menghadirkan layanan laboratorium yang strategis, kolaboratif, dan berintegritas.

Karakterisasi Material untuk Mendukung Keandalan Industri

Sesi materi pertama menghadirkan Sutarsis, Ph.D. dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dengan materi “Karakterisasi Material dan Surface Engineering untuk Mendukung Keandalan Industri.”

Pemaparan membahas pentingnya hubungan antara proses, struktur, dan sifat material dalam menentukan performa suatu komponen, sekaligus memperkenalkan metode karakterisasi seperti SEM, EDS, XRD, FTIR, dan UTM yang berperan dalam analisis material, evaluasi kegagalan, hingga pengembangan produk.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab setelah materi. Beragam pertanyaan disampaikan peserta, khususnya mengenai penerapan metode karakterisasi dan analisis material dalam menghadapi persoalan nyata di lingkungan industri.

Dari Permasalahan Industri Menjadi Jawaban Laboratorium

Materi berikutnya disampaikan oleh Ade Wahyu Yusariarta Putra Parmita, S.T., M.T., dosen Teknik Material dan Metalurgi ITK sekaligus bagian dari ekosistem Material Failure & Reliability Engineering (MFRE), dengan tema “From Industrial Problems to Laboratory Answers: Kapabilitas Laboratorium Terpadu ITK untuk Mendukung Industri Kalimantan Timur.”

Dalam pemaparannya, Ade Wahyu menekankan bahwa industri tidak hanya membutuhkan hasil pengujian, tetapi jawaban atas persoalan engineering. Laboratorium Terpadu ITK mendukung kebutuhan tersebut melalui berbagai kapabilitas, mulai dari chemical and material identification, karakterisasi mikrostruktur, pengujian mekanik, Non-Destructive Testing (NDT), failure analysis, hingga reverse engineering, dengan metode seperti OES, XRF, FTIR, XRD, SEM, tensile test, hardness, dan 3D scanning.

Berbagai kapabilitas tersebut juga diterapkan dalam sejumlah studi kasus, seperti analisis kegagalan bolt, material blade pemotong karet, hingga identifikasi material pompa sebagai dasar pertimbangan pengelasan. Selain pengujian di laboratorium, ITK turut memiliki kemampuan portable OES dan portable metallography untuk mendukung verifikasi dan investigasi langsung di lokasi industri.

Sesi tanya jawab kembali berlangsung dengan antusias. Peserta dari kalangan industri turut menggali lebih jauh mengenai penerapan fasilitas dan metode pengujian Laboratorium Terpadu ITK dalam mendukung kebutuhan operasional, verifikasi material, analisis kegagalan, hingga pengambilan keputusan teknis.

Memperkenalkan Solusi Teknologi Laboratorium dari Mitra Sponsor

Sesi berikutnya menghadirkan pemateri dari pihak sponsor, yaitu Darman Sandakila dari PT. SIDG dan Mochammad Chaydar Bisri dari PT. Soulab Teknindo Gemilang. Sebelum memasuki materi utama, keduanya terlebih dahulu memperkenalkan company profile masing-masing sebagai bagian dari pengenalan perusahaan dan layanan yang ditawarkan kepada para peserta.

Selanjutnya, pemaparan berfokus pada solusi teknologi laboratorium untuk mendukung penelitian, karakterisasi material, serta kebutuhan analisis di industri. Materi mencakup teknologi preparasi sampel, karakterisasi ukuran dan struktur partikel, analisis luas permukaan serta pori, hingga pengujian sifat mekanik permukaan dan tribologi. Berbagai solusi tersebut diperkenalkan untuk memberikan gambaran kepada peserta mengenai pemanfaatan teknologi laboratorium dalam meningkatkan kualitas riset dan mendukung penyelesaian kebutuhan analisis material di dunia industri.

Materi tersebut mendapat respons positif dari peserta. Sesi tanya jawab berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan terkait penerapan instrumen, karakterisasi material, serta peluang pemanfaatan teknologi tersebut dalam kegiatan riset maupun kebutuhan industri.

Memperkuat Sinergi Pemerintah, Industri, dan Akademisi

Selain sesi pemaparan materi, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan facilities tour and partner showcase di hari berikutnya yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat fasilitas Laboratorium Terpadu ITK beserta potensi layanan dan kolaborasi yang dapat dikembangkan.

Keterlibatan peserta dari unsur pemerintahan, perusahaan, dan civitas akademika ITK menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga membuka peluang diskusi mengenai kebutuhan pengujian, penelitian, pengembangan teknologi, serta pemanfaatan fasilitas laboratorium untuk mendukung persoalan nyata di dunia industri.

Melalui ITK Insight 2026, ITK berupaya memperkuat posisi Laboratorium Terpadu bukan hanya sebagai fasilitas pendidikan dan pengujian, tetapi sebagai mitra engineering yang mampu menghubungkan persoalan industri dengan data, analisis, dan rekomendasi berbasis laboratorium. Hal ini sejalan dengan fungsi Laboratorium Terpadu ITK dalam mendukung praktikum, penelitian, serta layanan pengujian bagi industri dan masyarakat.

Kegiatan hari pertama ditutup setelah seluruh rangkaian materi dan diskusi selesai. Antusiasme peserta sepanjang kegiatan menjadi salah satu gambaran besarnya kebutuhan akan ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat dalam pemanfaatan fasilitas dan keahlian Laboratorium Terpadu ITK, sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi riset dan solusi teknologi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri di Kalimantan Timur.


Berita Terbaru

Example_News.webp Berita

ITK Gelar ITK Insight 2026, Dorong Pemanfaatan Laboratorium Terpadu untuk Mendukung Kebutuhan Industri

ITK Insight 2026 menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri untuk memperkenalkan kapabilitas Laboratorium Terpadu ITK serta mendorong pemanfaatan teknologi pengujian dan riset dalam menjawab kebutuhan industri di Kalimantan Timur.

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Berita
a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami