Detail Berita

Melihat Nilai di Balik Limbah, Dosen Berprestasi ITK Musyarofah Rintis Riset Material Pasta Gigi

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 19 Oktober 2026 14.43 7 kali dilihat
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan – Perjalanan sebuah inovasi dapat dimulai dari bahan yang tersisa di sekitar kita. Bagi Dr. Musyarofah, S.Pd., M.Si., dosen Institut Teknologi Kalimantan (ITK), cangkang telur dan limbah pengolahan kelapa sawit menyimpan pertanyaan menarik: bagaimana keduanya dapat diolah menjadi material yang berguna untuk kebutuhan sehari-hari?

Pertanyaan tersebut membawanya meneliti pengembangan material untuk pasta gigi berbasis bahan alam. Bersama mahasiswa dan kolaborator, Musyarofah mengkaji hidroksiapatit dari cangkang telur serta karbon aktif dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS).

Penelitian ini menjadi salah satu fokusnya selama periode 2025–2026. Melalui pendekatan ilmu fisika dan ilmu material, ia berupaya menghubungkan pemanfaatan sumber daya lokal dengan pengembangan produk perawatan gigi dan mulut.

“Bagi saya, limbah bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber bahan baku untuk menghasilkan inovasi apabila diolah dan dikaji dengan pendekatan ilmiah yang tepat,” ungkapnya.

Untuk memahami potensi tersebut, tim perlu mempelajari sifat bahan setelah diolah. Karakteristik material menjadi dasar untuk menilai kemungkinan penggunaannya dalam formulasi pasta gigi. Setiap tahapan membutuhkan pengujian agar gagasan pengembangan produk memiliki landasan ilmiah.

Dari sisi pemanfaatan sumber daya, penelitian ini membuka peluang meningkatkan nilai guna cangkang telur dan limbah perkebunan. Bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sisa dikaji kembali untuk memperoleh fungsi baru. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular melalui pengolahan dan pemanfaatan kembali material.

Sementara itu, dari sisi pengembangan produk, riset ini mengeksplorasi alternatif bahan untuk kebutuhan perawatan gigi. Peluang tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi karakteristik material, penyempurnaan formulasi, serta pengujian keamanan dan efektivitas.

Musyarofah menekankan bahwa rangkaian pengujian itu diperlukan sebelum hasil penelitian dapat diterapkan lebih luas. Potensi suatu bahan harus dipelajari bersama keterbatasannya agar manfaat yang diharapkan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya berharap penelitian ini dapat menjadi salah satu langkah dalam mendorong inovasi berbasis sumber daya lokal yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.

Manfaat penelitian juga hadir dalam proses pembelajaran mahasiswa. Mereka dilibatkan sesuai kompetensi dan tahap pembelajarannya, mulai dari memahami persoalan, mempelajari metode, melakukan eksperimen, hingga mengolah data dan menyusun laporan ilmiah.

Melalui proses tersebut, mahasiswa belajar mengikuti perjalanan bahan dari limbah menjadi material fungsional. Mereka berlatih membaca hasil pengujian, mempertanyakan temuan, dan menyusun kesimpulan berdasarkan bukti.

“Saya ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga mampu berpikir kritis, mengembangkan gagasan, dan berkontribusi dalam menghasilkan karya ilmiah,” ujarnya.

Kolaborasi dengan sesama peneliti turut memperkuat kajian melalui perpaduan keahlian dan pertukaran perspektif. Menurut Musyarofah, penelitian berkualitas membutuhkan ketekunan sejak mengidentifikasi masalah hingga menjalani penelaahan dan revisi publikasi.

Konsistensi tersebut mendapat apresiasi melalui Peringkat 3 Capaian Publikasi Ilmiah Terbaik ITK Periode 2025–2026 pada Dies Natalis ke-12 ITK. Ia memaknai penghargaan ini sebagai dorongan untuk meningkatkan mutu penelitian dan memperluas kerja sama.

Bagi Musyarofah, kebutuhan masyarakat dan potensi daerah merupakan sumber gagasan yang patut terus digali. Melalui riset cangkang telur dan TKKS, ia bersama tim sedang menelusuri kemungkinan itu menguji bahan, memahami sifatnya, dan menyiapkan dasar ilmiah bagi pengembangan produk di masa mendatang.

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita

Melihat Nilai di Balik Limbah, Dosen Berprestasi ITK Musyarofah Rintis Riset Material Pasta Gigi

Dosen Berprestasi ITK Musyarofah Rintis Riset Material Pasta Gigi

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Berita

Membangun Budaya Melayani, ITK Perkuat Kompetensi Tenaga Kependidikan di Era Digital

ITK Perkuat Kompetensi Tenaga Kependidikan di Era Digital

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami