Detail Berita

Rektor ITK Tinjau KRTI 2026 di IKN, Dorong Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Arena Kompetisi

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 24 September 2026 15.40 6 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

IKN – Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof. Dr. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc., meninjau langsung pelaksanaan Final Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan arena, kondisi pelaksanaan kompetisi, sekaligus menyaksikan secara langsung berbagai inovasi wahana terbang yang dikembangkan mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Rektor ITK memantau pertandingan Vertical Take Off Landing (VTOL) di Plaza Ceremony IKN serta pelaksanaan divisi Technology Development (TD). Ia turut melihat kesiapan peserta dan wahana, proses pengujian, serta berbagai teknologi yang dikembangkan untuk menjawab tantangan pada masing-masing divisi.

Bagi ITK, penyelenggaraan KRTI di IKN tidak sekadar menghadirkan kompetisi teknologi. Kehadiran berbagai perguruan tinggi, mahasiswa, peneliti, dan inovator di kawasan ibu kota baru dinilai menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang tumbuh bersama pembangunan IKN.

Menurut Rektor ITK, perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem tersebut. Infrastruktur sebuah kota dapat dibangun dalam waktu relatif cepat, tetapi inovasi membutuhkan sumber daya manusia yang terus meneliti, mencoba, mengalami kegagalan, kemudian memperbaikinya.

“Perguruan tinggi adalah tempat orang-orang itu tumbuh. ITK lahir di Kalimantan dan berada dekat dengan IKN. Kami memiliki tanggung jawab agar IKN tidak hanya menjadi pengguna teknologi dari luar, tetapi juga mampu melahirkan teknologinya sendiri dari talenta yang tumbuh di sini,” ujarnya.

Kedekatan IKN dengan perguruan tinggi juga membuka peluang besar bagi mahasiswa dan peneliti untuk terlibat langsung dalam menjawab persoalan nyata. Mulai dari energi, pengelolaan air, transportasi, lingkungan, hingga tata kelola perkotaan dapat menjadi ruang pengembangan riset dan teknologi.

Ia menekankan bahwa riset perguruan tinggi perlu semakin diarahkan pada persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat. Dengan demikian, karya mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai penelitian atau pemenuhan target akademik, tetapi dapat berkembang menjadi solusi yang diuji dan diterapkan.

Semangat tersebut juga terlihat melalui berbagai wahana yang dipertandingkan dalam KRTI 2026. Peserta tidak hanya dituntut mampu menerbangkan pesawat nirawak, tetapi juga mengembangkan teknologi dengan beragam fungsi dan pendekatan yang dapat terus dikembangkan setelah kompetisi berakhir.

Rektor ITK berharap KRTI dapat menjadi pintu masuk kolaborasi jangka panjang antara Otorita IKN, ITK, dan perguruan tinggi lainnya. Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan melalui riset bersama, pemanfaatan kawasan IKN sebagai tempat pengujian teknologi, hingga program magang maupun proyek mahasiswa yang menjawab kebutuhan pembangunan dan pengelolaan IKN.

“KRTI ini jangan berhenti sebagai acara. Kami ingin menjadikannya pintu masuk. Setelah ini, kolaborasinya bisa melalui riset bersama, kawasan IKN sebagai lokasi uji coba teknologi, hingga program mahasiswa di lingkungan OIKN,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah membawa karya mahasiswa keluar dari arena kompetisi. Banyak inovasi memiliki potensi yang baik, namun membutuhkan pendampingan, tempat pengujian, serta mitra yang benar-benar memerlukan teknologi tersebut agar dapat berkembang menuju implementasi nyata.

“Banyak karya bagus berhenti di piala. Supaya bisa digunakan, karya itu membutuhkan pendampingan, ruang uji coba, dan mitra yang membutuhkan. Kalau kampus, pemerintah, dan industri duduk bersama, jarak antara arena kompetisi dan penerapan di lapangan bisa jauh lebih pendek,” katanya.

Ke depan, Rektor ITK berharap KRTI tidak hanya menghasilkan wahana yang semakin canggih, tetapi juga melahirkan teknologi mahasiswa yang benar-benar dapat beroperasi dan memberikan manfaat. Ia turut berharap semakin banyak perguruan tinggi dari Kalimantan berpartisipasi, serta lahir alumni KRTI yang kemudian berkontribusi dalam pengembangan industri pesawat dan teknologi kedirgantaraan Indonesia.

Melalui penyelenggaraan KRTI 2026 di IKN, arena kompetisi pun menjadi lebih dari sekadar tempat menguji kemampuan wahana. Di tengah pembangunan sebuah kota baru, karya mahasiswa hadir membawa kemungkinan baru bahwa teknologi yang diuji hari ini dapat menjadi bagian dari solusi yang digunakan Indonesia pada masa mendatang.

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita

“Kok Bisa Terbang?” Antusias Siswa SD Islam Terpadu Mengenal Teknologi di KRTI 2026 IKN

Antusias Siswa SD Islam Terpadu Mengenal Teknologi di KRTI 2026 IKN

Example_News.webp Berita

Dari Pukul 6 Sore hingga 3 Pagi, Perjuangan Atyabrama Menyiapkan AkashaNetra untuk Final KRTI 2026

Perjuangan Atyabrama Menyiapkan AkashaNetra untuk Final KRTI 2026

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami