Detail Berita

Tak Lolos SNBP, Besty Bangkit Raih Skor UTBK Tertinggi ITK dan Masuk Teknik Kimia

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 3 Agustus 2026 14.32 13 kali dilihat
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan -  Kegagalan dalam satu jalur seleksi tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan. Bagi Besty Desy Saputri Dewi, ketidakberhasilannya pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) justru menjadi titik balik untuk mempersiapkan diri lebih serius hingga berhasil meraih skor UTBK tertinggi di Institut Teknologi Kalimantan (ITK).

Lulusan SMA Negeri 6 Balikpapan tersebut diterima pada pilihan pertama, yaitu Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Rekayasa dan Teknologi Industri (FRTI) ITK, melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

Besty memperoleh total skor UTBK sebesar 5.294,24 dengan skor rata-rata 661,78. Capaian tersebut menjadi hasil dari proses belajar intensif yang dimulainya setelah dinyatakan belum berhasil pada jalur SNBP.

Mengubah Kegagalan Menjadi Motivasi

Pada jalur SNBP, Besty memilih Program Studi Farmasi. Namun, pilihan tersebut menurutnya belum sepenuhnya mencerminkan bidang yang benar-benar ingin ia tekuni. Setelah hasil SNBP diumumkan, Besty tidak membiarkan kegagalan membuatnya berhenti mencoba. Ia mulai mempertimbangkan kembali jurusan yang sesuai dengan minatnya. Setelah berdiskusi dan berkonsultasi dengan orang tua, Besty akhirnya semakin yakin memilih Teknik Kimia ITK sebagai tujuan utama pada jalur SNBT.

“Setelah tidak lolos SNBP, saya tidak ingin terus bersedih. Saya langsung mempersiapkan diri dan mengikuti bimbingan belajar secara intensif untuk menghadapi UTBK,” ungkap Besty.

Keputusan tersebut membawanya pada hasil yang membanggakan. Tidak hanya berhasil diterima di program studi yang diinginkannya, Besty juga mencatatkan skor UTBK tertinggi di ITK pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2026.

Ingin Membanggakan Orang Tua

Motivasi terbesar Besty selama mengikuti persiapan UTBK adalah keinginannya untuk membanggakan kedua orang tua. Ia juga ingin membuktikan bahwa dirinya mampu bangkit dan bersaing melalui jalur tes setelah belum berhasil pada seleksi sebelumnya. Baginya, hasil tersebut bukan sesuatu yang diperoleh secara instan. Persiapan dilakukan dengan mengikuti pembelajaran intensif, memperbanyak latihan soal, serta menjaga keyakinan bahwa kesempatan masih terbuka melalui jalur SNBT.

Perjalanan Besty menunjukkan bahwa kegagalan pada SNBP bukan penentu akhir seseorang untuk masuk perguruan tinggi. Dengan melakukan evaluasi dan menyusun strategi belajar yang lebih matang, kegagalan dapat menjadi dorongan untuk meraih hasil yang lebih baik.

Teknik Kimia Menjadi Pilihan yang Diyakini

Besty memilih Teknik Kimia karena merasa bidang tersebut lebih sesuai dengan minat dan rencana studinya. Keputusan memilih ITK juga diperkuat melalui diskusi bersama orang tua. Teknik Kimia mempelajari penerapan prinsip-prinsip kimia, fisika, matematika, dan rekayasa dalam proses pengolahan bahan menjadi produk yang bermanfaat. Bidang ini memiliki cakupan luas, mulai dari industri energi, pangan, petrokimia, lingkungan, hingga pengembangan material. Diterima di Teknik Kimia ITK menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Besty karena ia berhasil masuk ke program studi yang benar-benar ingin dijalaninya.

Terkejut Melihat Lingkungan Kampus ITK

Sebagai warga Balikpapan, Besty sebelumnya sempat membayangkan lokasi ITK di Kilometer 15 sebagai kawasan yang jauh dan dikelilingi hutan. Namun, kesan tersebut berubah ketika ia datang langsung ke kampus. Menurutnya, bangunan ITK ternyata besar dengan fasilitas yang lengkap untuk mendukung kegiatan akademik mahasiswa.

“Kesan pertama saya, gedung ITK ternyata sangat besar. Awalnya saya mengira karena berada di Kilometer 15 suasananya seperti di tengah hutan, tetapi ternyata tidak. Fasilitasnya juga lengkap,” ujarnya.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya untuk memulai perjalanan sebagai mahasiswa Teknik Kimia ITK.

Saling Mendukung sebagai Mahasiswa Baru

Memasuki lingkungan perguruan tinggi, Besty berharap mahasiswa baru ITK angkatan 2026 dapat saling membantu dan memberikan dukungan selama menjalani proses adaptasi. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki perjalanan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, sikap saling mendukung diperlukan agar mahasiswa baru dapat tumbuh bersama dan menjalani masa perkuliahan dengan baik.

Kisah Besty menjadi pengingat bahwa satu kegagalan tidak menentukan seluruh perjalanan. Ketika pilihan pertama belum memberikan hasil, masih ada kesempatan lain untuk mengevaluasi diri, berusaha lebih kuat, dan menemukan jalan menuju bidang yang benar-benar diinginkan.

Dari kegagalan pada SNBP, Besty berhasil bangkit, meraih skor UTBK tertinggi di ITK, dan memulai langkah baru di jurusan impiannya -Teknik Kimia.

Berita Terbaru

Example_News.webp Karir

Perkuat Layanan dan SDM, ITK Lantik PNS dan Pejabat Administrator

Mengemban Amanah Baru, Lima Pegawai ITK Resmi Dilantik

Example_News.webp Program Akademik

Gagal Bukan Akhir, Tiga Mahasiswa Baru Raih Skor UTBK Tertinggi ITK 2026

Tiga Mahasiswa Baru Raih Skor UTBK Tertinggi ITK 2026

Example_News.webp Program Akademik

Tak Lolos SNBP, Besty Bangkit Raih Skor UTBK Tertinggi ITK dan Masuk Teknik Kimia

Besty Bangkit Raih Skor UTBK Tertinggi ITK dan Masuk Teknik Kimia

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami