Balikpapan — Kekayaan alam Kalimantan tidak hanya dapat dikembangkan menjadi bahan pangan, tetapi juga menjadi sumber inovasi kosmetik yang bernilai guna. Melalui gagasan Lip Balm Herbal dari Buah Naga dan Bawang Dayak, mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menghadirkan produk perawatan bibir yang memadukan bahan alami lokal, pendekatan ilmiah, dan pemberdayaan masyarakat.
Tim PII-GLOW beranggotakan Nicholas Christian Samuel Manurung, Alif Saputra, Rika Nurmala Rachman, Aida Muslihah, Abigail Fahriyah Calista, Steven Afelipton T. Manalu, Yoel Amba Linggi, Ericho Wahyu Saputra, Aditya Bhismar Kanaya, dan Kesya Anggie Christine. Inovasi ini dikembangkan sebagai alternatif terhadap produk lip balm sintetis yang beredar di pasaran. Buah naga merah dan bawang dayak dipilih karena keduanya merupakan komoditas lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan aktif dalam produk kosmetik.
Buah naga merah atau Hylocereus polyrhizus dimanfaatkan sebagai sumber warna alami dan antioksidan. Sementara itu, bawang dayak atau Eleutherine palmifolia dikenal sebagai salah satu tanaman khas Kalimantan yang memiliki senyawa bioaktif potensial. Kombinasi kedua bahan tersebut kemudian diformulasikan menjadi lip balm herbal yang ditujukan untuk membantu menjaga kelembapan dan kesehatan bibir.
Keunggulan produk ini tidak hanya terletak pada pemanfaatan bahan lokal. Tim juga menempatkan proses pengujian sebagai bagian penting dalam pengembangan formula. Berdasarkan poster inovasi, formula lip balm telah melalui sejumlah pengujian mutu, meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, titik lebur, daya lekat, daya sebar, stabilitas, serta uji iritasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan karakteristik produk sesuai dengan kebutuhan penggunaan pada bibir. Produk ini juga dirancang tanpa Rhodamine B, paraben, pewarna sintetis, dan bahan turunan petroleum. Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan pilihan kosmetik berbahan lokal yang lebih sederhana dan ramah bagi pengguna.
Lip balm herbal buah naga dan bawang dayak dikembangkan dengan beberapa manfaat utama. Produk ini dirancang untuk membantu melembapkan bibir yang kering dan pecah-pecah, memberikan aktivitas antioksidan, serta mendukung perlindungan bibir melalui sifat antibakteri dan antiinflamasi dari bahan yang digunakan. Buah naga juga memberikan rona kemerahan alami pada produk, sehingga lip balm dapat digunakan sebagai perawatan sekaligus memberikan tampilan warna yang lembut pada bibir. Selain itu, formulanya dikembangkan untuk membantu melindungi bibir dari paparan sinar ultraviolet. Dengan fungsi tersebut, produk tidak hanya menawarkan aspek estetika, tetapi juga membawa konsep perawatan bibir yang memanfaatkan potensi bahan alam Kalimantan.
Hal menarik dari gagasan ini adalah pengembangannya tidak berhenti pada pembuatan produk. Tim juga merancang model dampak sosial yang melibatkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga di Kelurahan Graha Indah.Masyarakat dapat dilibatkan dalam proses produksi sebagai tenaga kerja, mulai dari pengolahan bahan, pembuatan produk, hingga pengemasan. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang aktivitas ekonomi baru sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat.
Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan literasi konsumen mengenai keamanan bahan kosmetik dan risiko penggunaan produk yang mengandung bahan sintetis berbahaya. Di sisi lain, pemanfaatan buah naga dan bawang dayak dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal Kalimantan. Bahan yang sebelumnya lebih banyak dipasarkan dalam bentuk mentah dapat dikembangkan menjadi produk kosmetik bernilai tambah. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat juga diharapkan mampu memperkuat interaksi serta kohesi sosial di lingkungan Kelurahan Graha Indah.
Lip balm herbal ini menunjukkan bahwa inovasi dapat tumbuh dari potensi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Buah naga dan bawang dayak tidak hanya dipandang sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai bahan yang dapat dikembangkan melalui riset, desain produk, dan strategi pemberdayaan. Melalui inovasi tersebut, mahasiswa ITK berupaya menghadirkan produk kosmetik yang tidak hanya memperhatikan kesehatan bibir, tetapi juga membawa nilai keberlanjutan dan manfaat sosial. Dari bahan lokal Kalimantan, lahir sebuah gagasan perawatan diri yang lebih alami, bernilai ekonomi, dan berpotensi memberikan dampak bagi masyarakat.
Inovasi mahasiswa untuk bibir sehat, cantik, dan peduli.
Tim PII-GLOW ITK Kembangkan Lip Balm Herbal Berbasis Kearifan Lokal Kalimantan
Mahasiswa ITK Asal Balikpapan, Catat! Sosialisasi Beasiswa Stimulan Digelar 21 Juli 2026
Sosialisasi Beasiswa Stimulan Digelar 21 Juli 2026
MagangHub Kemnaker 2026 Dibuka, Fresh Graduate dan Alumni ITK Jangan Lewatkan Kesempatannya
Fresh Graduate dan Alumni ITK Jangan Lewatkan Kesempatannya