IKN – Bagi ASWAJA Robotika Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng Jombang, berada di arena Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 membawa sebuah keyakinan sederhana: keterbatasan tidak harus menentukan seberapa jauh sebuah tim dapat melangkah. Datang dari perguruan tinggi swasta, sembilan mahasiswa Teknik Elektro tersebut membawa Kuda Sembrani, wahana Racing Plane yang lahir dari proses panjang, percobaan berulang, evaluasi, dan kemampuan tim mengoptimalkan sumber daya yang mereka miliki.
Tim tersebut terdiri atas Alfredo Try Nugraha, Ahmad Rosyid Ashari, Ahmad Asyhari Ramadhoni, Malvino Kelvin Dwi Pranata, Mohamad Febriansah, Sugiono Ilham Ramadhan, Achmad Jauharul Munawir, Muhamad Fajar Saputra, dan Rizqil Aditya Fascara. Bagi mereka, status sebagai mahasiswa perguruan tinggi swasta bukan alasan untuk merasa lebih kecil ketika harus berhadapan dengan berbagai perguruan tinggi lain di tingkat nasional. Kepercayaan diri itu tumbuh dari kemampuan yang terus diasah serta keyakinan bahwa skill, kerja keras, dan kesiapan tim dapat membawa mereka bersaing di arena yang sama.
Fasilitas yang tersedia mungkin belum selalu ideal, tetapi kondisi tersebut justru mendorong ASWAJA Robotika mencari cara agar proses persiapan tetap berjalan optimal. Mereka tidak hanya memaksimalkan alat yang dimiliki, tetapi juga waktu, kemampuan setiap anggota, dan kerja sama di dalam tim. Manajemen waktu menjadi hal penting karena setiap tahapan, mulai dari perancangan, pengujian, perbaikan, hingga persiapan kompetisi, harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas.
Perjalanan menuju final pun tidak selalu mulus. Salah satu tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah berbagai persoalan teknis yang harus diselesaikan melalui proses trial and error. Setiap misi diuji berulang kali, kesalahan dicari, sistem dievaluasi, kemudian wahana kembali diterbangkan. Ketika sebuah pengujian belum berjalan sesuai harapan, tim tidak berhenti pada kegagalan tersebut. Mereka kembali melihat data, mencari penyebab, dan melakukan perbaikan sebelum mencoba lagi.
Pada KRTI 2026, ASWAJA Robotika berlaga di Divisi Racing Plane dengan Kuda Sembrani yang mengusung konsep F.A.T. atau Fast and On Track. Konsep tersebut menggambarkan karakter wahana yang dikembangkan untuk mampu melaju cepat sekaligus tetap berada pada lintasan yang ditentukan. Dalam divisi ini, kecepatan bukan satu-satunya hal yang dibutuhkan. Ketepatan lintasan, kestabilan wahana, sistem kendali, dan performa keseluruhan harus bekerja sebagai satu kesatuan.
Nama Kuda Sembrani sendiri menjadi identitas yang dekat dengan semangat tim. Terinspirasi dari sosok kuda bersayap dalam mitologi Nusantara yang dikenal cepat dan lincah, nama tersebut menggambarkan keinginan ASWAJA Robotika untuk terus melaju meskipun perjalanan menuju arena nasional tidak selalu mudah. Setiap kali wahana kembali diterbangkan, ada proses belajar yang ikut terangkat bersamanya.
Keterbatasan fasilitas menjadi salah satu tantangan yang disadari sejak awal. Namun tim memilih untuk tidak menjadikannya sebagai alasan untuk mundur. Mereka mengatur waktu, membagi tugas, dan menyelesaikan persoalan secara bertahap agar persiapan tetap berjalan. Dari proses tersebut, para mahasiswa belajar bahwa membangun teknologi tidak hanya membutuhkan teori dan peralatan, tetapi juga ketekunan ketika pengujian gagal, kreativitas ketika sumber daya terbatas, serta kepercayaan kepada anggota tim ketika waktu semakin sempit.
Bagi ASWAJA Robotika, pengalaman di KRTI juga menjadi ruang untuk melihat bahwa kompetisi tidak berhenti pada podium. Setiap penerbangan memberikan pengalaman baru, setiap kesalahan menghasilkan pembelajaran baru, dan setiap perbaikan membawa mereka semakin dekat dengan performa yang diharapkan. Proses itulah yang kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan mereka sebagai mahasiswa teknik.
ASWAJA Robotika ingin menunjukkan bahwa kesempatan untuk berinovasi tidak hanya dimiliki oleh mereka yang datang dengan fasilitas paling lengkap. Terkadang, keberanian untuk terus mencoba dengan apa yang dimiliki justru menjadi kekuatan terbesar sebuah tim. Dari Jombang menuju arena KRTI 2026, Kuda Sembrani membawa lebih dari sekadar teknologi. Wahana itu membawa keyakinan sembilan mahasiswa Teknik Elektro bahwa asal kampus, keterbatasan fasilitas, maupun kegagalan dalam pengujian tidak harus menjadi batas untuk bersaing di langit yang sama.
Fasilitas boleh terbatas. Mimpi tidak. ASWAJA Robotika membuktikan bahwa untuk terbang lebih tinggi, yang pertama dibutuhkan adalah keberanian untuk terus mencoba.
Dari Ujung Barat Indonesia ke Langit IKN, Seulawah Team Bawa Mimpi Aceh di KRTI 2026
Seulawah Team Bawa Mimpi Aceh di KRTI 2026
Dari Kampus Swasta Jombang, ASWAJA Robotika Terbangkan Kuda Sembrani di KRTI 2026
ASWAJA Robotika Terbangkan Kuda Sembrani di KRTI 2026
“Kok Bisa Terbang?” Antusias Siswa SD Islam Terpadu Mengenal Teknologi di KRTI 2026 IKN
Antusias Siswa SD Islam Terpadu Mengenal Teknologi di KRTI 2026 IKN