Detail Berita

Dari Kompetisi Robot ke Dunia Energi: Kisah Patrik Pulung, Alumni Teknik Elektro ITK di Rolls Royce Solutions Indonesia

Humas ITK 21 Mei 2026 7.46
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan - Dunia keteknikan menuntut ketelitian, ketangguhan, dan kemampuan mengambil keputusan secara tepat di tengah kondisi industri yang dinamis. Hal inilah yang dijalani oleh Patrik Pulung, alumni Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Kalimantan (ITK) angkatan 2017, yang kini berkarier sebagai Electrical Engineer di PT Rolls Royce Solutions Indonesia.

Dalam pekerjaannya, Patrik berfokus pada bidang maintenance dan commissioning Power Generator Engine berkapasitas 0,5 MW hingga 3 MW. Peran tersebut menempatkannya pada tanggung jawab penting untuk memastikan sistem pembangkitan energi listrik dapat bekerja secara andal dan optimal, baik sebagai main power maupun emergency backup power di sektor industri.

Sebagai Electrical Engineer, Patrik terlibat dalam proses troubleshooting, pelaksanaan preventive action, serta pemeliharaan performa sistem agar tetap memenuhi standar operasional. Ia juga bertanggung jawab menjaga indikator keandalan seperti Mean Time Before Failure (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR) agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Menurut Patrik, bekal akademik selama menempuh pendidikan di ITK memiliki peran besar dalam membentuk pola pikir teknisnya. Kemampuan analisis masalah yang diasah sejak awal perkuliahan menjadi salah satu keterampilan utama yang terus ia gunakan dalam dunia kerja.

“Skill analisis masalah itu sangat terasa manfaatnya, bahkan sejak semester awal, mulai dari menulis laporan praktikum secara manual hingga menyusun tugas akhir. Dari prodi, salah satu bidang yang sangat relevan adalah Proteksi Sistem Tenaga Listrik,” ungkapnya.

Tidak hanya aktif di ruang kelas, Patrik juga memiliki pengalaman berharga dalam kompetisi antarkampus. Pada tahun kedua kuliah, tepatnya tahun 2018, ia bersama Danny Anthonyo mengikuti Kompetisi Robot Cerdas (KRC) Polnes Regional Kalimantan Timur. Ajang tersebut menjadi momen bersejarah karena menjadi salah satu keikutsertaan perdana mahasiswa Teknik Elektro ITK dalam kompetisi robot resmi. Dalam kompetisi tersebut, tim ITK berhasil meraih Juara 2.

Pengalaman itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Patrik sebagai mahasiswa. Baginya, kompetisi bukan sekadar ajang meraih prestasi, tetapi juga ruang untuk mengasah keberanian, kerja sama, dan kemampuan menerapkan teori ke dalam persoalan teknis yang nyata.

Namun, memasuki dunia industri tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Patrik mengaku sempat mengalami kesulitan pada awal karier, terutama dalam membaca gambar kerja. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa dunia keteknikan membutuhkan kesiapan tidak hanya dari sisi fundamental akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang dekat dengan kebutuhan industri.

“Saya sempat beberapa kali kesulitan membaca gambar kerja di awal karier karena belum terbiasa selama berkuliah. Semoga ke depan prodi dan kampus, selain memperkuat fundamental, juga semakin menyiapkan program dunia keteknikan secara nyata dalam proses kuliah,” ujarnya.

Meski demikian, setiap tantangan menjadi ruang belajar yang membentuk profesionalitasnya. Salah satu momen sederhana namun sangat membanggakan bagi Patrik adalah ketika nama dan tanda tangannya tercantum dalam barisan resmi approval project document. Bagi seorang engineer, hal tersebut menjadi simbol kepercayaan dan pengakuan atas tanggung jawab teknis dalam sebuah proyek.

“Sebenarnya cukup receh, tapi saya sangat bangga ketika tanda tangan dan nama saya ada di barisan resmi approval project document,” tuturnya.

Melalui perjalanannya, Patrik berpesan kepada mahasiswa ITK agar terus membangun kapasitas diri, menjaga etika, dan tidak mudah menyerah dalam merintis karier. Menurutnya, menjadi seorang engineer maupun scientist bukan hanya tentang penguasaan ilmu, tetapi juga tentang karakter dan konsistensi untuk terus berkembang.

“Jika nanti kalian lulus dan menjadi alumni ITK, jadilah seorang engineer dan scientist yang bertutur kata baik dan penuh ilmu, serta tidak mudah putus asa dalam merintis karier di keilmuan masing-masing sampai menjadi expert,” pesannya.

Kisah Patrik Pulung menunjukkan bahwa perjalanan dari bangku kuliah menuju dunia industri merupakan proses panjang yang membutuhkan ketekunan, adaptasi, dan keberanian untuk terus belajar. Dari pengalaman mengikuti kompetisi robot, menghadapi tantangan teknis di awal karier, hingga dipercaya dalam dokumen proyek industri, Patrik menjadi salah satu alumni ITK yang terus membawa semangat keilmuan dalam kontribusi nyata di dunia profesional.



Berita Terbaru

Example_News.webp Kerjasama

ITK dan UPR Bergandengan Tangan, Dorong Kampus Kalimantan Menuju Standar Internasional

MoU ITK–UPR Jadi Langkah Awal Penguatan Akreditasi Internasional dan Riset Bersama

Example_News.webp Prestasi

Mahasiswa ITK Raih Juara 3 LKTI Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan melalui Inovasi Budidaya Lele Lahan Sempit

Mahasiswa ITK Raih Juara 3 LKTI Pertamina lewat Inovasi Budidaya Lele Lahan Sempit

Example_News.webp Alumni

Dari Kompetisi Robot ke Dunia Energi: Kisah Patrik Pulung, Alumni Teknik Elektro ITK di Rolls Royce Solutions Indonesia

Kisah Patrik Pulung, Alumni Teknik Elektro ITK di Rolls Royce Solutions Indonesia

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami