Balikpapan — Momen wisuda di Institut Teknologi Kalimantan menjadi semakin berkesan dengan hadirnya kisah inspiratif dari mahasiswa penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), Hendri Baransano, yang resmi menjadi lulusan pertama dari Program Studi Teknik Sipil Beasiswa ADik
Dalam sambutan perwakilan mahasiswa ADik, Hendri menyampaikan perjalanan panjangnya sebagai mahasiswa yang berasal dari wilayah timur Indonesia. Ia datang dari daerah kepulauan yang jauh, dengan segala keterbatasan akses pendidikan, namun membawa mimpi besar untuk belajar dan mengubah masa depan.
“Perjalanan ini tidak mudah. Ada rasa rindu, ada kesepian, bahkan momen ingin menyerah. Namun saya belajar bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti,” ungkapnya dalam sambutan wisuda.
Selama menempuh pendidikan di ITK, Hendri mengaku kampus menjadi rumah kedua yang membentuk dirinya, tidak hanya secara akademik tetapi juga secara karakter. Dukungan dosen, teman, dan lingkungan kampus menjadi faktor penting dalam perjalanannya hingga berhasil menyelesaikan studi.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta seluruh civitas akademika ITK atas kesempatan yang telah diberikan.
Lebih dari sekadar kelulusan, Hendri menegaskan bahwa dirinya membawa tanggung jawab besar sebagai representasi anak-anak dari Indonesia Timur. Ia berkomitmen untuk kembali dan berkontribusi membangun daerah asalnya.
“Saya tidak akan berhenti di sini. Saya akan kembali, membangun, dan menjadi bagian dari perubahan,” tegasnya.
Kisah Hendri Baransano menjadi bukti nyata bahwa akses pendidikan tinggi mampu membuka jalan perubahan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan semangat “kalau bukan sekarang, kapan lagi; kalau bukan kita, siapa lagi,” ia menginspirasi para wisudawan lainnya untuk terus melangkah dan berkontribusi bagi bangsa.
Wisuda ini tidak hanya menjadi penanda kelulusan, tetapi juga simbol lahirnya harapan baru dari Institut Teknologi Kalimantan untuk mencetak lulusan yang unggul, tangguh, dan berdampak bagi Indonesia.
Kisah Inspiratif Hendri Baransano, Lulusan Pertama Beasiswa ADik di ITK
Sempat Kehilangan Arah, Farida Amanah Jadi Lulusan Terbaik FRTI ITK dengan IPK 3,71
Farida Amanah Jadi Lulusan Terbaik FRTI ITK dengan IPK 3,71
Implementasi Magang Berdampak, Nurul Adinda Raih IPK Tertinggi FSTI ITK 3,76
Nurul Adinda Thalia Salsabila Meraih IPK Tertinggi 3,76 di FSTI Institut Teknologi Kalimantan Melalui Program Magang Berdampak